KALTIMPOST.ID - Penyakit cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dijumpai di Indonesia, terutama pada anak-anak usia sekolah.
Meski sering dianggap penyakit ringan, cacingan bisa berdampak serius pada kesehatan bila dibiarkan, mulai dari kurang gizi, penurunan daya tahan tubuh, hingga gangguan konsentrasi belajar.
Cacingan disebabkan oleh infeksi parasit cacing yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, atau lingkungan yang tidak higienis. Jenis cacing yang paling sering menginfeksi adalah cacing gelang, cacing tambang, cacing pita, dan cacing kremi.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari penyakit cacingan:
- Rajin mencuci tangan
Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air besar merupakan kebiasaan paling penting. Tangan yang kotor bisa menjadi media masuknya telur cacing ke tubuh.
- Konsumsi makanan yang bersih dan matang
Pastikan makanan dimasak dengan baik, terutama sayur, ikan dan daging. Makanan setengah matang berpotensi mengandung telur atau larva cacing. Begitu pula dengan air minum, sebaiknya selalu direbus atau dipastikan bersih.
- Gunakan alas kaki
Tanpa disadari, tanah bisa menjadi tempat hidup larva cacing tambang. Kebiasaan berjalan tanpa alas kaki di pekarangan atau sawah membuat larva cacing mudah masuk melalui pori-pori kulit kaki.
- Menjaga kebersihan kuku
Kuku yang panjang dan kotor bisa menjadi tempat menempelnya telur cacing. Membiasakan anak-anak memotong kuku secara rutin adalah langkah pencegahan sederhana tapi efektif.
- Rutin minum obat cacing
Kementerian Kesehatan merekomendasikan pemberian obat cacing setiap enam bulan sekali, terutama pada anak usia 1–12 tahun. Obat ini aman dan efektif untuk membunuh cacing yang mungkin sudah ada di dalam tubuh.
Selain pencegahan, orang tua juga perlu mengenali gejala cacingan, seperti perut buncit, nafsu makan menurun, berat badan sulit naik, hingga sering menggaruk area dubur. Jika gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.
Dengan kesadaran masyarakat yang lebih tinggi, penyakit cacingan diharapkan tidak lagi menjadi masalah kesehatan yang menghambat tumbuh kembang anak maupun produktivitas orang dewasa. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo