KALTIMPOST.ID, Fotografi jalanan selalu punya kekuatan tersendiri: aroma kota, kehidupan manusia, warna-kontras, bahkan ketidaksempurnaan yang jadi keindahan.
Tapi bayangkan jika momen jalanan itu berubah menjadi adegan sinematik layaknya film indie atau still dari drama klasik, di mana cahaya, bayangan, dan suasana berkolaborasi menciptakan suasana yang menggugah rasa.
Kini, dengan teknologi AI terbaru dari Google yakni Gemini Nano Banana, kamu punya alat baru untuk mengubah foto jalanan biasa menjadi potret sinematik yang tampak profesional.
Nano Banana terkenal karena kemampuan editing gambarnya: mempertahankan keaslian subjek (wajah /objek) di antara edit, mengubah latar belakang dengan natural, dan memungkinkan eksperimen visual yang kreatif.
Tapi, hasil akhirnya sangat bergantung pada prompt, instruksi yang kamu berikan kepada AI.
Prompt yang kurang detail bisa menghasilkan gambar yang datar, sementara prompt yang tepat bisa membangkitkan emosional, dramatis, dan membuat siapapun yang melihatnya berhenti sejenak untuk mengagumi.
Baca Juga: Prompt AI Pemain Bola: Cara Bikin Foto Jadi Pemain MU di Old Trafford dengan Google Gemini
Mengapa Gaya “Street Portrait” Menarik Perhatian
Gaya street portrait semakin menarik perhatian karena mampu menghadirkan emosi dan realitas yang kuat melalui cerita manusia, tekstur kota, serta nuansa alami yang terasa lebih hidup dibanding hasil studio.
Ditambah lagi, kontras visual seperti cahaya lampu jalan, bayangan, refleksi, hingga suasana hujan menciptakan efek dramatis yang memikat mata.
Tak heran, tren ini semakin populer di media sosial karena menghadirkan konten yang otentik sekaligus estetik, menjadikan cinematic street portrait sebagai pilihan favorit para kreator visual.
Berikut prompt yang bisa langsung kamu gunakan:
“Cinematic street portrait of a man standing still in the middle of a busy city street. The subject is wearing a black oversized sweater and a black cap, looking directly at the camera with a serious and calm expression. Around him, dozens of people walk past in motion blur, creating a strong contrast between his stillness and the dynamic crowd. The street is paved with wet red bricks, reflecting city lights. Tall buildings, storefronts with glowing signs, and an urban atmosphere at dusk fill the background. Shallow depth of field, cinematic lighting, moody tones, high detail, realistic photography style, bird eye angle 4:3 aspect ratio.”
prompt di atas terinspirasi dari akun Thread/@j.rarth dengan menambahkan beberapa elemen.
Kesalahan Umum dan Tips Agar Promptmu Lebih Efektif
- Terlalu umum / vague: hanya “street portrait night” tanpa detail tentang pose, ekspresi, lighting → hasil bisa generik.
- Menumpuk terlalu banyak instruksi bertolak belakang: misalnya “dramatic neon + cahaya alami matahari senja penuh” bisa membingungkan model.
- Latar belakang terlalu kompleks yang mengalihkan perhatian dari subjek utama.
- Tidak memperhatikan konsistensi: jika kamu ingin wajah subjek tetap sama (untuk seri potret), sebutkan fitur fisik dengan jelas.
Tips agar lebih efektif:
- Mulai dengan prompt sederhana, lihat hasilnya, lalu refine sedikit-sedikit.
- Gunakan referensi visual atau gaya film/photographer terkenal (misalnya “inspired by Steve McCurry”) agar AI tahu arah visual.
- Tambahkan kata negatif (“no blur, no watermark, no extra objects”) supaya hasilnya lebih bersih.
- Mainkan aspek rasio dan framing: apakah ingin potret vertikal (untuk story/Instagram) atau lanskap.
Sekarang giliran kamu mencobanya. ***
Editor : Dwi Puspitarini