Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sampah di Rumah Bikin Stres? Tiga Langkah Awal Mengubahnya Jadi Berkah

Khoirun Nisa • Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:01 WIB

Foto istimewa
Foto istimewa
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Pernah berdiri di depan tempat sampah yang meluap dan merasa stres sendiri? Kamu tidak sendirian. Niat baik untuk lebih ramah lingkungan seringkali terhalang oleh rasa bingung harus mulai dari mana. Rasanya rumit dan butuh banyak usaha.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu langsung jadi ahli. Lupakan dulu kesempurnaan. Cukup mulai dengan tiga langkah awal yang sangat sederhana ini untuk mengubah tumpukan sampah yang bikin pusing menjadi awal dari kebiasaan baru yang positif.

Ganti Pola Pikir, Bukan Cuma Tempat Sampahnya

Sebelum sibuk memilah, langkah paling kuat sebenarnya dimulai bahkan sebelum sampah itu ada. Kuncinya adalah mengubah cara kita memandang barang dan konsumsi. Ini adalah fondasi terpenting.

Mulai Menolak (Refuse): Latih diri untuk mengatakan “tidak, terima kasih” pada hal-hal kecil. Tolak sedotan plastik saat membeli minuman, tolak kantong kresek untuk satu atau dua barang belanjaan, atau tolak brosur yang tidak akan kamu baca.

Mulai Mengurangi (Reduce): Biasakan membawa “perlengkapan tempur” minim sampah setiap kali keluar rumah: tas belanja lipat (tote bag), botol minum (tumbler), hingga wadah makan jika berencana jajan. 

Dengan mencegah sampah masuk ke rumah, pekerjaanmu di tahap selanjutnya akan jauh lebih ringan. Ingat, sampah terbaik adalah sampah yang tidak pernah ada.

Kenalan dengan “Geng Sampah” di Dapurmu

Sekarang, saatnya berurusan dengan sampah yang sudah terlanjur ada. Jangan bayangkan harus menyediakan lima tempat sampah berbeda. Untuk pemula, cukup kenali dan pisahkan dua “geng” utama ini:

TIM KERING (Anorganik): Ini adalah sampah yang punya potensi didaur ulang. Anggotanya antara lain botol plastik, kemasan kertas/kardus, botol kaca, dan kaleng logam.

   * Syarat Utama: Pastikan mereka dalam kondisi relatif bersih dan kering sebelum dimasukkan ke tempat sampah terpisah.

TIM BASAH (Organik): Ini adalah semua sampah yang berasal dari alam. Anggotanya adalah kulit buah, sisa potongan sayur, ampas kopi/teh, cangkang telur, dan daun.

Itu saja dulu. Dengan hanya memisahkan sampah kering dan basah, kamu sudah berhasil melakukan 80% dari pekerjaan memilah sampah. Untuk sampah lain seperti popok atau baterai bekas (residu & B3), cukup pisahkan di kantong tersendiri untuk sementara.

Salurkan Sampahmu ke Tempat yang Tepat

Setelah dipilah, lalu diapakan? Jangan sampai usaha memilahmu sia-sia karena akhirnya semua sampah dicampur lagi oleh petugas.

Untuk Sampah Kering/Anorganik:

   Salurkan ke Bank Sampah. Ini adalah sistem di mana kamu bisa “menabung” sampah kering yang sudah kamu pilah dan mendapatkan imbalan uang.

Cara Menemukannya: Coba cari informasi mengenai Bank Sampah di lingkungan RT/RW atau kelurahanmu. Banyak komunitas peduli lingkungan di media sosial juga punya data Bank Sampah di berbagai kota.

Untuk Sampah Basah/Organik: Ini adalah harta karun! Sampah organik bisa kamu olah sendiri menjadi kompos atau eco enzyme. 

Kuncinya Adalah Memulai

Tiga langkah ini—mengurangi, memilah kering-basah, dan mencari info bank sampah—adalah fondasi paling kokoh untuk memulai perjalanan minim sampahmu. Jangan terbebani untuk melakukan semuanya sekaligus.

Coba satu kebiasaan minggu ini, misalnya selalu membawa tas belanja. Setelah itu menjadi otomatis, tambah lagi kebiasaan baru. Perlahan tapi konsisten adalah kunci keberhasilannya. Selamat mencoba!

Editor : Uways Alqadrie
#sampah An organik #bank sampah #sampah organik adalah