Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Fenomena Ghosting Meluas: Krisis Empati di Era Digital, dari Kencan hingga Dunia Kerja

Khoirun Nisa • Jumat, 31 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

KALTIMPOST.ID, Istilah ghosting atau tindakan menghilang tiba-tiba dari kehidupan seseorang tanpa penjelasan, awalnya populer di dunia aplikasi kencan.

Namun, perilaku ini kini telah merayap menjadi fenomena budaya yang lebih luas, menginfeksi etika profesional di dunia kerja dan bahkan merusak persahabatan jangka panjang.

Ghosting bukan lagi sekadar cara buruk untuk putus. Ini telah menjadi gejala dari krisis empati kolektif yang difasilitasi oleh teknologi, di mana menghindari konfrontasi yang tidak nyaman dianggap lebih mudah daripada memberikan penutupan (closure).

Wajah Baru Ghosting di Luar Arena Kencan

Perilaku “menghilang” ini kini muncul dalam berbagai dimensi yang merugikan:

Ghosting oleh Kandidat Kerja: Perusahaan melaporkan peningkatan jumlah kandidat yang lolos seleksi, menyetujui jadwal wawancara akhir, atau bahkan menerima tawaran kerja, lalu menghilang begitu saja di hari pertama bekerja.

Mereka tidak mengangkat telepon, tidak membalas email, lenyap tanpa jejak. Ini menunjukkan kurangnya profesionalisme ekstrem.

Ghosting oleh Perusahaan (Employer Ghosting): Ini adalah sisi sebaliknya yang sama merusaknya. Pelamar kerja menghabiskan waktu berjam-jam melalui serangkaian wawancara (kadang 3-5 tahap), hanya untuk tidak pernah mendengar kabar lagi dari perusahaan.

Tidak ada email penolakan, tidak ada kabar terbaru. Ini merugikan waktu dan kesehatan mental pencari kerja yang dibiarkan menggantung.

Ghosting dalam Persahabatan: Mungkin ini yang paling menyakitkan. Seorang teman dekat tiba-tiba berhenti membalas pesan, mengabaikan panggilan, dan memblokir kamu di media sosial tanpa argumen atau penjelasan sebelumnya.

Ini menciptakan “kehilangan yang ambigu”, di mana duka tidak bisa diproses karena tidak ada penutupan.

Melawan Budaya Ghosting

Ghosting adalah kegagalan komunikasi yang didasari oleh ketakutan terhadap konfrontasi. Namun, memilih jalur “mudah” ini mentransfer 100% beban emosional kepada orang yang ditinggalkan.

Bagi kamu yang ingin melakukan ghosting, pikirkan kembali. Kamu tidak perlu memberikan penjelasan panjang lebar. Satu pesan singkat yang jelas jauh lebih beradab dan penuh empati daripada keheningan.

Untuk Kencan: “Saya senang bertemu kamu, tapi saya rasa kita tidak cocok.”

Untuk Profesional: “Terima kasih atas tawarannya, namun saya memutuskan untuk mengambil arah yang berbeda.”

Untuk Perusahaan: “Terima kasih atas waktunya, namun posisi ini telah terisi.”

Bagi Kamu yang Menjadi Korban Ghosting:

Terima Bahwa Keheningan Adalah Jawaban: Jawaban mereka adalah tidak adanya jawaban. Jangan buang energi kamu mencari penjelasan yang tidak akan pernah datang.

Jangan Salahkan Diri Sendiri: Perilaku ghosting 99% mencerminkan karakter pelaku (ketidakmampuan mereka menghadapi konfrontasi), bukan nilai diri kamu.

Cari Penutupan Internal: Penutupan sejati datang dari diri sendiri, dengan menerima bahwa situasi telah berakhir dan kamu berhak mendapatkan yang lebih baik.

Dalam interaksi manusia, kejelasan adalah bentuk kebaikan. Jangan biarkan kemudahan tombol “blokir” mengorbankan integritas dan empati dasar kita. (*)

Editor : Almasrifah
#aplikasi kencan #ghosting adalah #ghosting