KALTIMPOST.ID, Umat Hindu pada 19 November ini merayakan momen penting dalam Kalender Bali, yaitu Hari Raya Galungan.
Peringatan Hari Raya Galungan ini dirayakan setiap enam bulan sekali berdasarkan penanggalan saka, atau setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Hari Buddha Kliwon Dungulan Rabu Kliwon Wuku Dungulan, sebagai simbol kemenangan Dharma kebenaran atas Adharma kejahatan.
Dalam peringatannya, biasanya umat Hindu melakukan serangkaian ritual dan tradisi pada hari suci tersebut.
Dari laman Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI, berikut enam tradisi yang dilakukan umat Hindu di Bali pada Hari Raya Galungan:
- Ngejot
Tradisi ngejot dalam Hari Raya Galungan, berarti adalah berbagi makanan kepada tetangga, baik sesama umat Hindu maupun non-Hindu.
Biasanya tradisi ini dilakukan sebelum Hari Raya Galungan sebagai bentuk wujud toleransi antar umat beragama.
- Ngelawang Barong
Tradisi ngelawang barong dilakukan dengan mengarak barong dari pintu ke pintu rumah warga desa dengan iringan gamelan.
Umat Hindu menggunakan barong bangkal yang berwujud babi besar dengan muka menyeramkan yang diyakini memiliki kekuatan magis.
Tradisi ngelawang barong ini bertujuan untuk mengusir roh jahat yang mengganggu ketenangan desa, sehingga masyarakat aman terlindungi.
- Mapeed
Umat Hindu biasanya melakukan tradisi ini dengan berjalan beriringan sembari menjunjung keben bambu atau tempat sesajen dalam rangkaian sembahyang di Hari Raya Galungan menuju pura desa setempat.
- Mekotek
Mekotek merupakan tradisi yang dilestarikan umat Hindu di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
Tradisi ini dilakukan oleh berbagai kelompok warga dengan cara menggabungkan kayu hingga membentuk kerucut.
- Sajikan Makanan Khas Galungan
Layaknya hari raya pada umumnya, biasanya ada sejumlah makanan khas yang dimasak untuk menyambut Hari Raya Galungan, salah satunya tape ketan.
Makanan khas Hari Raya Galungan ini biasanya disiapkan saat Hari Penyekeban atau tiga hari sebelum hari raya.
- Pasang Penjor
Jelang Hari Raya Galungan, umat Hindu biasanya memasang penjor di berbagai tempat. Bagi umat Hindu, penjor merupakan simbol kemenangan dan kemakmuran, serta sebagai wujud rasa syukur dan persembahan kepada bhatara, sesuai dengan makna Hari Raya Galungan.
Editor : Hernawati