Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Stop! Jangan Salah Pilih Spatula, Ini Tanda Spatula Berbahaya yang Wajib Diketahui!

Ari Arief • Minggu, 23 November 2025 | 17:00 WIB

Ilustrasi spatula hitam.
Ilustrasi spatula hitam.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Spatula merupakan salah satu perkakas masak esensial yang hampir selalu ada di dapur. Meskipun bahannya beragam mulai dari kayu, plastik, silikon, hingga stainless steel—faktanya, tidak semua jenis spatula aman digunakan untuk kegiatan memasak sehari-hari.

Ahli biomedik dari IPB University, Benedikta Diah Saraswati, memaparkan kriteria penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan spatula yang Anda gunakan tidak membahayakan kesehatan.

Diah menjelaskan bahwa silikon murni pada dasarnya aman untuk memasak. Namun, ia mengingatkan bahwa banyak produk silikon murah di pasaran yang dicampur dengan bahan plastik."Waspadai produk silikon yang sangat murah, mudah berubah warna, atau mengeluarkan aroma kimia yang kuat, karena ini mengindikasikan adanya campuran plastik," ujar Diah, seperti dikutip dari laman resmi IPB University.

Untuk menguji kemurniannya, pengguna bisa mencoba menekuk spatula. Ciri spatula yang mengandung plastik adalah adanya perubahan warna menjadi putih atau munculnya retakan saat ditekuk. Silikon murni tidak akan menunjukkan perubahan ini.Menurut Diah, silikon murni adalah pilihan aman karena memiliki stabilitas kimia yang baik, tahan panas hingga 250 derajat celsius, serta bebas dari zat berbahaya seperti BPA, ftalat (phthalate), maupun PVC.

Baca Juga: Uniba Gandeng IPB Perkuat Riset untuk IKN, Sepakat Dorong Inovasi di Kaltim

Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat memilih produk yang memiliki sertifikat food grade dan berlabel BPA-free, Phthalate-free, serta bertuliskan Platinum-cured silicone.

Pilihan Bahan Spatula Aman Lainnya

Selain silikon, bahan alami seperti kayu dan bambu juga dianggap aman berkat sifat antimikrobanya. Sementara itu, spatula stainless steel sangat baik untuk suhu tinggi, tetapi perlu dihindari penggunaannya pada wajan antilengket agar tidak merusak lapisan wajan.

Diah menyimpulkan, "Kombinasi paling aman untuk memasak sehari-hari adalah menggunakan spatula silikon food grade untuk wajan antilengket, dan spatula kayu untuk masakan bersuhu sedang."

Bahaya Spatula Plastik dan Senyawa Beracun

Masyarakat sangat diimbau untuk menghindari penggunaan spatula plastik, khususnya saat memasak dengan suhu tinggi. Bahan plastik rentan mengalami thermal degradation (kerusakan akibat panas), yang berpotensi melepaskan senyawa berbahaya ke dalam makanan.

Baca Juga: Akademisi Ungkap 182 Hasil Riset Terkait Kesehatan yang Dipresentasikan di MICTOPH 2025, Samarinda

"Saat plastik dipanaskan, senyawa seperti formaldehida, amina aromatik, Bisphenol A (BPA), dan ftalat dapat terlepas," jelas Diah. Zat seperti BPA dan ftalat dikenal sebagai endocrine disruptors yang dapat mengganggu sistem hormon, merusak kesuburan, meningkatkan risiko resistensi insulin, menghambat perkembangan janin, hingga memicu penyakit kanker.

Bahkan, plastik yang mulai meleleh dapat melepaskan monomer berbahaya (seperti stirena, etilena, dan propilena) yang bersifat neurotoksik dan karsinogenik.Selain itu, gesekan dan paparan panas juga dapat memicu pelepasan partikel mikroplastik.

Partikel kecil ini dapat tertelan, menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan menumpuk di jaringan tubuh. "Dampak buruknya bisa berupa peradangan kronis, stres oksidatif, dan masalah metabolik," tutupnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#spatula #waspada #ipb #kesehatan #bahaya