Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Teks Khutbah Jumat Terbaru! Introspeksi Diri dan Menjauhi Maksiat Menjelang Tahun Baru 2026

Almasrifah • Jumat, 26 Desember 2025 | 03:50 WIB

Teks khutbah Jumat terbaru! 26 Desember 2025.
Teks khutbah Jumat terbaru! 26 Desember 2025.
KALTIMPOST.ID, Dalam khutbah Jumat pekan ini, jamaah diingatkan untuk menumbuhkan kesadaran dalam memperbaiki diri dan memperkuat ketaatan kepada Allah SWT.

Teks khutbah Jumat berikut menekankan pentingnya evaluasi amal, agar kebaikan terus terjaga dan kesalahan tidak terulang.

Momentum khutbah Jumat 26 Desember 2025 dimanfaatkan sebagai ajakan bermuhasabah di penghujung tahun sebelum menyongsong hari esok.

Sebagai khutbah Jumat terbaru, materi ini mengingatkan bahwa waktu adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan.

Dalam teks khutbah Jumat 26 Desember 2025, khatib menegaskan bahwa istiqamah dalam kebaikan adalah bentuk takwa yang nyata.

Semoga teks khutbah Juma’at terbaru ini menjadi wasilah kebaikan dan penguat iman bagi seluruh jamaah.

Khutbah I

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيْدً .اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَرَسُوْلَ ولاَنَبِيَ بَعْدَهُ َاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ وَجَمَاعَتَهُ مِنْ يَوْمِ السَّبِيْقِيْنَ الْاَوَّلِيْنَ اِلَى يَوْمِ النَّهْضَةِ وَالدَّيْنِ اَمَّابَعْدَهُ فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحَثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ فَقَالَ اللهُ تَعَالَى. قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ ۞ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT, yakni dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.  Karena sebaik-baik hamba di sisi Tuhannya adalah karena takwanya.   

Bertakwa juga harus dilakukan setiap saat, baik dalam keadaan sepi maupun ramai. Baik ketika sedang duduk, berdiri, maupun terlentang. Karena sesungguhnya bertakwa kepada Allah merupakan benteng yang kokoh dari segala kemaksiatan.   

Hadirin Rahimakumullah,

Tidak terasa kita sekarang berada di penghujung tahun 2025 dan sebentar lagi akan memasuki tahun baru 2026.  Detik demi detik, menit, jam, hari, dan bulan demi bulan telah kita lewati bersama. Semua kita lewati dengan segala cerita yang tidak akan bisa diubah kembali, akan tetapi akan kita pertanggungjawabkan nanti.  

Lalu, apakah di tahun 2025 perbuatan kita baik semua? Apakah ibadah kita sudah kita jalankan dengan sempurna? Shalat 5 waktu ditegakkan, puasa Ramadhan dengan penuh serta membayar zakat? Apakah kita siap menghadapi peradilan akhirat kelak? 

Oleh karena itu, jika amal kita di masa lalu merupakan amal yang baik, maka pertahankan dan istikamahkan di tahun yang baru berikutnya. Jangan sampai kebaikan yang telah kita lakukan justru hilang, diganti dengan keburukan dan kemaksiatan. Karena ini merupakan sejelek-jeleknya perkara.  

Dalam kitab Qatrul Ghaits disebutkan bahwa: 

 ومن أعظم الرزق التوفيق للطاعات.  

Wamin a’dzamir rizqi at-taufiiqu lith-thaa’aati  

Artinya: Termasuk rezeki yang paling besar adalah diberi pertolongan untuk melakukan ketaatan.  

Dari ungkapan di atas sangat jelas, bahwa rezeki yang paling agung, paling mulia, yang ada di muka bumi ini, adalah diberikan rasa ketaatan kepada Allah swt, diberikan kenikmatan untuk beribadah, diberikan rasa takut jika tidak mengerjakan perintah-Nya.  

Manusia yang gemar berbuat buruk, dosa dan maksiat, jika tidak segera bertaubat maka akan menyesal di kemudian hari. Jika ada manusia yang masih hoby mencuri, mabuk, berjudi, memalak, menganiaya, melawan orang tua, membuat onar, buruk dengan tetangganya dan sebagainya, maka wajib diingatkan oleh kita, wajib dinasehati oleh keluarganya. Jika tidak mau dan mempan, kita sudah terlepas dari tanggung jawab dan dosa tersebut. Toh ketika sudah meninggal, maka telah selesai perannya di dunia ini. Tinggal dikalkulasi, apakah banyak kebaikannya atau keburukannya.  

Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda:  

  خير الناس من طال عمره وحسن عمله (رواه الترمذي).     

Khairunnas man thaala 'umruhu wa hasuna 'amaluhu   

Artinya: Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan bagus amalnya (HR Tirmidzi).   

Rasulullah saw juga bersabda yang diriwayatkan oleh Anas ra: 

 اثنانِ لا يَنْظُرُ اللهُ إليهما يومَ القيامةِ، قاطعُ الرَّحِمِ، وجارُ السُّوءِ.  

Itsnaani laa yandzurullahu ilaihimaa yaumal qiyaamati qaathi’urrahimi wa jaarus suui  

Artinya: Dua golongan manusia yang Allah SWT tidak akan melihat ke arah mereka berdua pada hari kiamat: Orang yang memutuskan silaturahim dan tetangga (jiran) yang jahat (HR Riwayat ad-Dailami).  

Hadits di atas menegaskan bahwa kita merupakan makhluk sosial yang hidup bertetangga di masyarakat. Jangan sampai perbuatan kita merugikan tetangga dan menyakiti mereka, baik karena ucapan maupun perbuatan.  

Hadirin Rahimakumullah, 

Akhir tahun dan tahun baru merupakan momentum yang paling baik untuk introspeksi diri, mengingat segala hal yang telah lalu dan merencanakan yang akan datang. Dan sebaik-baik perencanaan adalah yang disandarkan kepada Allah, karena Allah dan dikembalikan kepada Allah SWT.   

Akan tetapi banyak manusia ketika memasuki tahun baru justru semakin lalai kepada Allah swt, semakin memperbanyak maksiat, karena sesungguhnya sesuatu yang awal diawali dengan keburukan akan berdampak buruk kepadanya. Dan sesuatu yang diawali dengan kebaikan maka akan berdampak kepada kebaikan setelahnya.    

Dalam kitab fihqun Nafs disebutkan: "Siapa saja yang mampu mengendalikan syahwatnya ketika muda, maka Allah akan memuliakannya ketika tua."  

Hadirin Rahimakumullah,

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan maksiat yang diremehkan dan tidak lekas bertaubat hanya akan menjadikan hati keras dan semakin keras, sehingga segala nasehat tidak berdampak apa-apa, tindak menyentuh hatinya, dan bahkan akan meremehkan nasehat tersebut. Mereka lupa bahwa telah diberi umur yang panjang oleh Allah swt sehingga masih bisa menyaksikan tahun baru. Dan semestinya yang diperbanyak merupakan rasa syukur bukan kufur.   

Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-An'am ayat 120: 

 وَذَرُوْا ظَاهِرَ الْاِثْمِ وَبَاطِنَهٗۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْسِبُوْنَ الْاِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوْا يَقْتَرِفُوْنَ ۝١٢٠  

wa dzarû dhâhiral-itsmi wa bâthinah, innalladzîna yaksibûnal-itsma sayujzauna bimâ kânû yaqtarifûn  

Artinya: Tinggalkanlah dosa yang terlihat dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan dibalas (dengan siksaan) karena apa yang mereka kerjakan (QS Al An'am: 120).  

Selain dari mengancam kepada orang-orang yang berbuat dosa, Allah swt juga mengancam kepada orang-orang yang tidak mau mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepada hamba-hamba-Nya.

Sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7: 

 وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧  

wa idz ta'adzdzana rabbukum la'in syakartum la'azîdannakum wa la'ing kafartum inna ‘adzâbî lasyadîd  

Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras (QS Ibrahim: 7).   

Hadirin Rahimakumullah, 

Demikianlah khutbah yang singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga amal perbuatan yang kita kerjakan di masa lampau hingga sekarang diterima oleh Allah, dan perbuatan yang buruk diampuni dan dimaafkan oleh Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin.  

 بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم  

Khutbah II  

 الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ   عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ    

*) Yudi Prayoga, M Ag, Wakil Ketua LTNNU Lampung.

Editor : Almasrifah
#teks khutbah jumat #teks khutbah Jumat 26 Desember 2025 #khutbah Jumat terbaru #khutbah jumat #teks Khutbah Jumat terbaru #Khutbah Jumat 26 Desember 2025