Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Panduan Nutrisi Sahur, Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Tips bagi Anak yang Sedang Tumbuh

Ari Arief • Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:05 WIB

 

Seorang ibu sedang mempersiapkan menu sahur.
Seorang ibu sedang mempersiapkan menu sahur.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Menjaga ketersediaan energi selama berpuasa sangat bergantung pada apa yang kita konsumsi saat sahur.

Meski waktu terbatas, pemilihan menu yang tepat menjadi kunci agar tubuh tidak cepat lemas.

Dokter spesialis gizi klinik, Gaga Irawan Nugraha, menekankan pentingnya mendahulukan menu "4 Sehat" saat waktu mepet.

Komposisi ini mencakup karbohidrat (nasi), protein hewani (ikan, ayam, daging, atau telur), protein nabati (tempe dan tahu), serta sayuran.

Menurut dr. Gaga, komposisi nutrisi yang seimbang ini memberikan cadangan energi yang cukup besar.

Jadi, meskipun Anda terbangun hampir mendekati waktu imsak, prioritas utama adalah mengonsumsi paket lengkap tersebut untuk menunjang aktivitas hingga waktu berbuka tiba.

Baca Juga: Optimalkan Tumbuh Kembang Anak, Tips Ahli Gizi dalam Meningkatkan Penyerapan Zat Besi

Hidrasi dan Nutrisi Tambahan

Setelah makanan utama, langkah selanjutnya adalah cukupi air putih. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. 

Buah berair, jika masih ada waktu, konsumsilah buah-buahan seperti semangka, pepaya, melon, atau jeruk.

Kandungan fruktosa dalam buah berfungsi mengisi ulang cadangan glikogen di hati dan otot, yang krusial untuk daya tahan tubuh.

Lalu, susu, bagi yang terbiasa, susu sangat baik untuk tambahan kalsium, Vitamin D, dan protein ekstra.

Perhatian Khusus untuk Anak dalam Masa Pertumbuhan

Bagi anak-anak atau individu dengan status gizi kurang, dr. Gaga menyarankan strategi makan yang lebih intensif. 

Baca Juga: Tips Pencernaan Lancar Selama Ramadan, Pakar Sarankan Pepaya dan Sayuran Hijau

Tambahan camilan setelah minum susu, anak disarankan mengonsumsi kue atau camilan sehat lainnya untuk menambah asupan kalori.

Hidrasi maksimal sangat dianjurkan untuk minum air sebanyak 3 hingga 4 gelas saat sahur. 

Bangun lebih awal agar anak tidak terburu-buru dan bisa makan lebih banyak, sebaiknya mereka dibangunkan lebih pagi. 

Makan pasca-tarawih untuk meminimalisir defisit nutrisi, anak-anak juga diperbolehkan mengonsumsi makanan tambahan setelah selesai melaksanakan salat tarawih.

Fenomena Berat Badan Selama Ramadan

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan biasanya hanya terjadi pada bulan puasa.

Ini menandakan adanya defisit energi karena tubuh belum terbiasa. Namun, memasuki minggu ketiga hingga Lebaran, berat badan cenderung stabil karena tubuh telah beradaptasi.

Baca Juga: Menu Sahur Sehat Anti Ngantuk, Ini Kunci agar Tetap Segar saat Puasa

"Sistem metabolisme tubuh mulai beradaptasi dan lebih efisien dalam menggunakan energi," jelas dr. Gaga.

Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga kualitas asupan agar meskipun ada defisit, tubuh tidak mengalami kekurangan gizi yang signifikan.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#nutrisi #air putih #buah-buahan #sahur #karbohidrat #menu