KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Bagi banyak orang, khususnya generasi milenial dan Gen Z, kopi atau matcha sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan "bahan bakar" saat bekerja. Namun, agar tubuh tetap bugar selama berpuasa, kebiasaan mengonsumsi kafein ini perlu mendapatkan perhatian khusus.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Yislam Aljaidi, SpJP, FIHA, mengungkapkan bahwa kopi sebenarnya menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan jantung.
"Mungkin belum banyak yang menyadari bahwa kopi hitam murni tanpa pemanis tambahan, jika diminum 1 hingga 2 cangkir per hari, justru sangat baik untuk menunjang kesehatan jantung," kata dr. Yislam dalam sebuah pertemuan di Cibubur, baru-baru ini.
Mengapa Kafein Saat Sahur Harus Dihindari?
Baca Juga: Sinergi di Bulan Suci: Kapolres PPU Hadiri Safari Ramadan Perdana, Pastikan Benua Taka Aman Kondusif
Walaupun menyehatkan, dr. Yislam memberikan peringatan keras untuk tidak meminum kopi atau matcha di waktu sahur. Hal ini berkaitan dengan sifat diuretik pada kafein.
Zat diuretik memaksa ginjal bekerja lebih cepat sehingga tubuh akan memproduksi lebih banyak urine. Akibatnya, Anda akan lebih sering ke toilet. "Jika diminum saat sahur, cairan tubuh akan terbuang lebih banyak di pagi hari. Dampaknya, Anda akan merasa sangat kehausan atau mengalami dehidrasi berat saat siang hari," jelasnya.
Lantas, kapan waktu terbaik untuk ngopi? dr. Yislam menyarankan agar konsumsi kafein dilakukan pada jendela waktu antara berbuka puasa hingga sebelum waktu tidur malam. Namun, pastikan lambung tidak dalam kondisi kosong untuk mencegah iritasi.
"Waktu yang disarankan adalah setelah makan besar, bisa sebelum atau sesudah salat tarawih. Yang penting adalah pengaturan waktunya dan pastikan kadar gulanya tidak berlebihan," tambahnya.
Waspadai Gangguan Tidur
Selain dilarang saat sahur, kafein juga tidak dianjurkan dikonsumsi terlalu larut malam. Kafein memicu peningkatan denyut jantung yang membuat saraf tetap terjaga dan waspada.
Jika diminum menjelang tidur, kualitas istirahat Anda akan terganggu. Padahal, tidur yang cukup sangat krusial agar tubuh tetap prima saat harus bangun lebih awal untuk makan sahur. Oleh karena itu, setelah waktu Isya, sebaiknya hindari minuman berkafein agar istirahat malam Anda tetap maksimal.(*)
Editor : Thomas Priyandoko