Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Benarkah Catur dan Video Game Bikin Jenius? Simak Penjelasan Para Ahli

Ari Arief • Kamis, 5 Maret 2026 | 08:57 WIB

Ilustrasi permainan catur.
Ilustrasi permainan catur.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Banyak orang percaya bahwa rutin bermain catur atau video game tertentu adalah tiket instan menuju kecerdasan tinggi. Namun, para ilmuwan kognitif mengungkapkan fakta yang sedikit berbeda. permainan tersebut sebenarnya tidak mengubah tingkat IQ seseorang secara fundamental, melainkan mengasah keterampilan spesifik.

Dr. Fernand Gobet, seorang ilmuwan kognitif sekaligus penulis buku psikologi permainan, menyatakan bahwa tidak ada satu pun gim yang secara ajaib bisa meningkatkan kecerdasan umum.

Menurutnya, korelasi yang selama ini terlihat, di mana pemain catur biasanya cerdas, terjadi karena orang-orang ber-IQ tinggi memang lebih tertarik pada permainan strategi, bukan karena catur yang membuat mereka jadi cerdas.

Baca Juga: Dengan 10 Pemain, Newcastle Beri Kekalahan Perdana Man United di Bawah Carrick dengan SKor 2-1

Meski begitu, Gobet menekankan bahwa permainan tetap memiliki manfaat besar dalam membangun fungsi eksekutif. Misalnya, permainan papan (Catur, Go, Monopoli) melatih kemampuan berpikir sebelum bertindak, pemecahan masalah kompleks, hingga keterampilan dasar matematika dan bisnis. Bermain secara tatap muka mengajarkan etika menghargai lawan dan sportivitas saat menerima kekalahan.

Video Game: Tantangan Mental yang Dinamis

Di sisi lain, video game modern menawarkan stimulasi yang lebih intens bagi otak dibandingkan permainan papan tradisional. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Kurt Dean Squire dari University of California. Dalam video game, pemain dipaksa memproses informasi dalam jumlah besar dan menentukan strategi secara instan.

"Menghadapi sistem baru dan tantangan yang terus berubah secara konsisten sangat baik untuk menjaga fleksibilitas otak," jelas Squire.

Baca Juga: Man City Tergelincir, Arsenal Makin Kokoh di Klasemen Liga Inggris dengan Keunggulan 7 Poin

Senada dengan hal tersebut, psikiater Dr. Nathan Carroll menyebutkan bahwa jenis permainan yang berbeda akan membentuk aspek kecerdasan yang berbeda pula. Gim kolaboratif seperti Minecraft, Animal Crossing, atau MMORPG melatih kerja sama tim. Gim bertema pembangunan wilayah atau strategi 4X (seperti Valheim) mengasah kemampuan memetakan ruang dan pengelolaan sumber daya. Teknologi Augmented Reality (AR) dan VR pada gim seperti Beat Saber sangat efektif melatih kecepatan gerak tubuh dan refleks.

Investasi Otak untuk Segala Usia

Manfaat bermain ini rupanya tidak mengenal batas usia. Bagi anak-anak, permainan papan terbukti membantu mereka lebih cepat menyerap informasi baru. Sementara bagi orang dewasa, stimulasi mental dari permainan berfungsi sebagai "benteng" untuk mencegah penurunan fungsi kognitif atau kepikunan.

Kesimpulannya, meski gim mungkin tidak secara langsung menaikkan skor IQ, aktivitas ini adalah sarana latihan otak yang luar biasa. Setiap jenis permainan menawarkan "nutrisi" mental yang berbeda, mulai dari ketajaman logika hingga kematangan emosional.(*)

Editor : Hernawati
#otak #anak-anak #video game #catur #IQ