Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Seminggu Sekali tapi Komplit: Filosofi Latihan Evan Christian di Xboot Samarinda

Nasya Rahaya • Selasa, 31 Maret 2026 | 09:30 WIB

FOKUS: Suasana latihan X Bootcamp di 77Sport Hub Samarinda. Komunitas yang digagas Evan Christian itu menjadi wadah olahraga gratis bagi masyarakat. (NASYA/KP)
FOKUS: Suasana latihan X Bootcamp di 77Sport Hub Samarinda. Komunitas yang digagas Evan Christian itu menjadi wadah olahraga gratis bagi masyarakat. (NASYA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Sore itu, jarum jam belum genap menunjuk angka enam. Namun, lapangan di kawasan 77Sport Hub, Samarinda, sudah riuh. Puluhan orang melingkar berkeringat, mengikuti instruksi seorang pria yang merupakan mantan atlet sepatu roda Kaltim.

Evan Christian. Pendiri sekaligus pelatih di Xboot Workout Club, komunitas olahraga yang telah dirintis sejak 2014, berawal dari kepedulian sederhana terhadap anak-anak muda di sekitar Kompleks Gelora Kadrie Oening Sempaja, atau yang akrab disebut GOR Sempaja. 

“Waktu itu saya lihat orang ke sana kebanyakan cuma jalan santai atau jajan. Saya pikir kenapa tidak dibuat wadah untuk olahraga bareng,” ujarnya.

Niat awalnya sempat mengarah pada pembentukan komunitas lari. Namun, dia mengurungkan rencana tersebut karena dinilai sulit mengontrol peserta yang berpencar. Dia kemudian memilih konsep workout yang terpusat, sehingga seluruh peserta bisa dipantau dalam satu area.

Komunitas yang dulu dikenal dengan nama Free Letic Samarinda itu kini bertransformasi menjadi Xboot, dan berpindah lokasi ke 77Sport Hub.

Meski hanya digelar sekali dalam sepekan, setiap sesi latihan diberi intensitas penuh. Evan menggabungkan berbagai elemen kebugaran dalam satu waktu, mulai latihan kekuatan otot, kardio, hingga koordinasi dan keseimbangan.

“Karena cuma seminggu sekali, latihannya harus komplit. Semua aspek ada, dari core sampai agility,” jelasnya.

Sesi latihan biasanya berlangsung sekitar 50 hingga 60 menit, dimulai pukul 17.00 Wita, menyesuaikan waktu peserta yang mayoritas datang setelah jam kerja.

Evan menekankan pentingnya penguasaan gerakan di Xboot akan menjadi dasar menggunakan berat badan sendiri sebelum beralih ke alat gym. “Kalau gerakan dasar saja belum benar, akan sulit berkembang kalau langsung pakai alat,” tegasnya.

Salah satu hal yang membuat Xboot berbeda adalah konsepnya yang terbuka dan tak menetapkan tarif tertentu, bisa dibilang Evan tidak memungut biaya, melainkan hanya menyediakan kotak donasi sukarela untuk kebutuhan operasional.

Dana tersebut digunakan untuk menambah peralatan latihan maupun kebutuhan komunitas lainnya.

Minat masyarakat justru terus meningkat. Evan bilang, sejak medio 2025, jumlah peserta terus bertambah hingga kini rata-rata mencapai 60 orang dalam satu sesi. “Setiap minggu pasti ada orang baru. Itu tandanya kesadaran masyarakat untuk olahraga sudah mulai meningkat,” ungkapnya.

Di luar kesibukannya sebagai pegawai kantoran dan instruktur strength class di HSC, Evan kini juga mulai mendapat pengakuan di level yang lebih luas. “Tujuannya sederhana, supaya ada wadah untuk olahraga,” pungkasnya, sebut pria yang resmi jadi pacer Pocari Sweat Run 2026 tersebut. (*)

Editor : Dwi Restu A
#filosofi #komunitas #samarinda #latihan