KALTIMPOST.ID, Banyak pemilik kendaraan roda empat yang tanpa sadar masih memelihara kebiasaan lama saat hendak parkir.
Padahal, cara kita matikan mesin mobil sangat berpengaruh pada kesehatan komponen internal, terutama untuk mobil keluaran terbaru yang sudah menggunakan teknologi injeksi dan VVT-i.
Kesalahan dalam urutan mematikan kendaraan tidak hanya berisiko merusak mesin, tetapi juga berdampak langsung pada sistem kelistrikan.
Pengguna mobil modern perlu memahami bahwa sistem elektronik atau ECU (Electronic Control Unit) membutuhkan perlakuan khusus agar tetap prima dalam jangka panjang.
Bagi Anda yang ingin matikan mesin mobil dengan aman, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan sistem pendingin udara atau AC dalam posisi mati.
Jika mesin dimatikan saat AC masih menyala, hal ini akan memberikan beban kejut yang berat pada aki dan mesin saat mobil dinyalakan kembali nantinya.
Pentingnya Mematikan Fitur Kelistrikan
Menonaktifkan seluruh instrumen kelistrikan adalah langkah krusial yang sering kali terlupakan oleh pengemudi. Selain AC, pastikan sistem hiburan seperti head unit, lampu utama, hingga lampu kabin sudah benar-benar padam sebelum Anda memutar kunci kontak ke posisi off.
Kebiasaan sepele mengabaikan lampu yang masih menyala sering menjadi biang kerok aki mobil cepat tekor dan meningkatkan risiko korsleting listrik.
Dengan mematikan semua beban listrik, baterai kendaraan Anda akan berada pada kondisi paling rileks saat mesin berhenti beroperasi.
Baca Juga: Prediksi Harga Emas Sabtu 18 April 2026: Emas Batangan Diperkirakan Turun, Perhiasan Berpotensi Naik
Bahaya Menggeber Gas Sebelum Berhenti
Salah satu kebiasaan lama yang paling berbahaya bagi mobil modern adalah menggeber pedal gas tepat sebelum mesin dimatikan.
Dulu, pengguna mobil karburator melakukan ini untuk mempermudah mesin menyala di kemudian hari, namun pada mobil berbasis ECU, tindakan ini justru merusak.
Saat gas ditekan dalam, putaran mesin atau RPM akan naik tinggi dan membutuhkan sirkulasi oli yang cepat untuk melumasi komponen yang bergesekan.
Jika mesin langsung dimatikan saat RPM masih tinggi, pompa oli otomatis berhenti bekerja sementara komponen di dalam mesin masih berputar kencang tanpa pelumasan, yang memicu keausan dini pada piston.
Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Cair Mulai Juni, Bakal Dibayar Full atau Dipotong? Ini Kata Menkeu
Biarkan Mesin Idle Sejenak
Sebelum benar-benar mengakhiri perjalanan, sangat disarankan untuk membiarkan mesin berada pada posisi stasioner atau diam selama beberapa detik.
Waktu singkat ini berfungsi untuk menstabilkan suhu mesin dan memastikan sirkulasi oli kembali merata ke seluruh celah komponen internal.
Setelah suara mesin terdengar tenang dan stabil, barulah Anda diperbolehkan memutar kunci kontak.
Pola sederhana ini tidak hanya menjaga mesin tetap awet, tetapi juga melindungi nilai investasi kendaraan Anda agar tetap memiliki performa seperti baru dalam waktu yang lama.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda masih sering menggeber gas sebelum mematikan mobil? Yuk, mulai ubah kebiasaan demi mesin yang lebih sehat.***
Editor : Dwi Puspitarini