KALTIMPOST.ID, Kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai menjadi perhatian serius. Cuaca panas ekstrem tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berpotensi memicu masalah kesehatan hingga ancaman kekeringan.
Di tengah kondisi kemarau panjang ini, masyarakat diminta lebih siap menghadapi cuaca panas ekstrem. Selain menjaga kesehatan, pemerintah juga memastikan langkah strategis dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional tetap aman.
Cuaca panas ekstrem selama kemarau panjang dapat menyebabkan dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan tidur. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk melakukan penyesuaian dalam aktivitas sehari-hari agar tetap sehat dan produktif.
Baca Juga: Deretan Amalan Haji yang Tak Boleh Terlewatkan Menurut Kemenag, Ada yang Sering Dianggap Sepele
Tips Hadapi Cuaca Panas Ekstrem Saat Kemarau Panjang
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menghadapi kemarau panjang dan cuaca panas ekstrem:
1. Pilih Pakaian yang Tepat
Gunakan pakaian longgar, berwarna cerah, dan berbahan ringan seperti katun atau rayon. Hindari pakaian gelap karena menyerap panas lebih banyak.
2. Lindungi Diri dari Sinar Matahari
Kurangi aktivitas di siang hari. Jika harus keluar, gunakan topi, kacamata hitam, payung, dan tabir surya.
3. Jaga Pola Makan
Perbanyak konsumsi buah dan sayur tinggi air seperti semangka dan mentimun. Hindari makanan berminyak dan minuman berkafein.
4. Perhatikan Kualitas Tidur
Tidur cukup 7–9 jam tetap penting meski cuaca panas. Gunakan seprai tipis dan mandi air hangat sebelum tidur agar lebih nyaman.
5. Cukupi Cairan Tubuh
Minum 2–3 liter air per hari untuk mencegah dehidrasi. Air kelapa dan buah segar juga bisa jadi alternatif.
Baca Juga: Aneh! Musim Kemarau tapi Malam Dingin Menusuk, Ini Biang Keroknya
Strategi Pemerintah Hadapi Kemarau Panjang dan El Nino
Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah menghadapi kemarau panjang akibat El Nino. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan salah satu strategi utama adalah modifikasi cuaca.
"Saya bilang masih ada beberapa cara kita bisa kerjakan. Pertama, operasi modifikasi cuaca agar kemudian di hulu-hulunya bendungan ini dihujani, sehingga kemudian air hujan akan masuk ke hulu secara bertahap dia akan turun ke bendungan," ujar Dody, dikutip dari Antara.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program pompanisasi untuk mengairi sawah yang terdampak kekeringan.
"Kedua, kita bersama-sama dengan Pak Menteri Pertanian nanti akan melakukan program pompanisasi. Pompanisasi sudah pernah dilakukan beberapa tahun lalu dan berhasil menyangga produksi pertanian secara nasional tidak turun," kata Dody.
Baca Juga: 10 Jenis Tanaman yang Cocok untuk Ditanam saat Curah Hujan Tinggi
Stok Pangan Aman Meski El Nino
Di tengah ancaman kemarau panjang, pemerintah memastikan stok pangan tetap aman. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut cadangan beras nasional dalam kondisi sangat baik.
Produksi beras diproyeksikan mencapai dua juta ton per bulan dalam beberapa bulan ke depan. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 2027.
Perum Bulog juga menegaskan hal serupa. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kondisi pangan tetap stabil meski ada tekanan global dan El Nino.
"Ya, betul sekali (stok pangan di tengah gejolak Timur Tengah). Jadi kita, Indonesia bersyukur alhamdulillah dengan swasembada pangan sehingga masalah pangan Indonesia tidak terlalu terdampak dengan masalah Timur Tengah," kata Rizal.
Saat ini, stok beras nasional mencapai 4,23 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Bulog optimistis kebutuhan masyarakat tetap tercukupi. "Jadi cukup aman terkendali. Jadi masyarakat tidak perlu bimbang," ujar Rizal. ***
Editor : Dwi Puspitarini