KALTIMPOST.ID, Di 28 April jadi tanggal peringatan Hari Puisi Nasional. Peringatan Hari Puisi Nasional ini sebagai bentuk penghargaan serta apresiasi kepada salah satu penyair kenamaan, sang legendaris Indonesia, yaitu Chairil Anwar yang berperan penting dalam perkembangan sastra Indonesia.
Untuk merayakan peringatan ini, bisa dengan cara sederhana ini yakni membagikan ragam puisi sebagai ide ucapan yang berkesan dan menyentuh hati.
Simak rekomendasi puisi yang bisa dibagikan saat memperingati Hari Puisi Nasional 2026.
Contoh Puisi Hari Puisi Nasional 2026
1. Judul: Gema Sunyi
Ada yang bicara lewat diam yang panjang
Ada yang berteriak lewat sajak yang garang
Puisi adalah gema dari sunyi yang paling dalam
Membawa pesan damai ke dalam dunia yang kelam.
Hari ini kita berdiri di atas pundak para raksasa
Meneruskan tongkat estafet bahasa
Membuktikan bahwa dengan tinta dan secarik kertas
Kita bisa terbang bebas melampaui batas.
2. Judul: Sajak untuk Indonesia
Di tanah ini, puisi tumbuh di sela padi
Mengalir di sungai, berbisik di puncak tinggi
Ia adalah bahasa persatuan yang tak kasat mata
Mengikat ribuan pulau dalam satu untai cinta.
Selamat Hari Puisi untuk negeri yang puitis
Tempat segala duka dan suka beradu manis
Teruslah menulis, wahai anak bangsa
Abadikan Indonesia dalam bait yang takkan fana.
3. Judul: Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi.
4. Judul: Deru Sang Maestro
Di atas kertas kusam yang kini menguning
Kau goreskan kata-kata yang tak pernah henti berdering
Bukan sekadar rima atau sekadar bunyi
Tapi sebuah nyawa yang memilih untuk tak mati.
Kau adalah "Binatang Jalang" yang melaju
Menerobos dinding sunyi, memecah belenggu
Meski jasadmu telah lama menyatu dengan debu
Suaramu tetap menggema di setiap detak waktu.
5. Judul: Perjamuan Malam Hari Puisi
Malam ini kita berpesta di meja perumpamaan
Menyantap majas, meminum kiasan
Tak perlu sendok atau garpu perak
Hanya perlu hati yang berani untuk tergerak.
Kita rayakan hari ini dengan penuh takzim
Mengenang para penyair yang pernah bermukim
Di hati rakyat, di sela-sela perjuangan
Membangun bangsa lewat pena dan kasih sayang.