Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jangan Asal Ngopi! Ini 5 Tips Menikmati Kopi Tanpa Risiko Jantung Berdebar

Hernawati • Rabu, 29 April 2026 | 14:37 WIB
Nikmati kopi tanpa efek yang mengganggu. (shutterstock)
Nikmati kopi tanpa efek yang mengganggu. (shutterstock)

 

KALTIMPOST.ID, Bagi banyak orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan teman setia untuk memulai hari, menemani pekerjaan, atau sekadar menikmati waktu santai.

Aromanya yang khas, rasanya yang kuat, dan efek segarnya membuat siapa pun merasa lebih fokus dan berenergi. 

Namun di balik aromanya yang khas dan menggoda, kopi kerap dianggap sebagai penyebab jantung berdebar, gelisah, bahkan sulit tidur.

Kondisi yang terjadi sebenarnya bukan sepenuhnya salah kopi, melainkan cara dalam mengonsumsinya yang kurang tepat.

Untuk menghindarinya, terapkan 5 tips ini agar kamu masih bisa menikmati kopi tanpa efek samping yang mengganggu.

1.  Jangan Minum Kopi saat Perut Kosong

Ini salah satu kebiasaan yang sering diabaikan. Meminum kopi setelah bangun tidur saat perut masih kosong.

Kopi yang masuk ke perut kosong merangsang produksi asam lambung secara massif. Dan efek stimulant kafein akan diserap jauh lebih cepat ke dalam aliran darah, yang secara otomatis meningkatkan intensitas dari efek sampingnya.

Jadi, pastikan sebelum minum secangkir kopi, kamu sudah mengonsumsi makanan kecil, minimal sepotong roti atau pisang.

Makanan yang dikonsumsi ini akan memperlambat penyerapan kafein, sehingga energi yang dihasilkan terasa lebih stabil dan tidak mengejutkan sistem saraf tubuh.

2.  Batasi Jumlah Konsumsi Harian

Rasa berdebar sehabis minum kopi sering kali bukan disebabkan oleh satu cangkir kopi, melainkan akumulasi kafein dari beberapa cangkir dalam satu hari.

Tanpa disadari, kopi pagi, kopi siang, dan kopi sore bisa membuat asupan kafein melampaui batas toleransi tubuh.

Ahli gizi menyarankan maksimal konsumsi kopi sekitar1–2 cangkir per hari. Bila terbiasa minum lebih dari itu, pengurangan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh tidak mengalami efek samping seperti sakit kepala atau lemas akibat penurunan kafein secara drastis.

3.  Perhatikan Waktu Meminum Kopi

Hindari minum kopi tepat saat kadar kortisol atau hormon stres alami sedang tinggi-tingginya, yaitu sekitar jam 8 hingga 9 pagi.

Memaksa tubuh menerima kafein saat kortisol sedang tinggi justru meningkatkan level kecemasan dan bisa membuat jantung menjadi berdebar.

Waktu terbaik untuk minum kopi adalah saat kadar kortisol mulai menurun, yaitu antara pukul 10 pagi sampai menjelang siang.

Selain itu, pastikan berhenti mengonsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum tidur agar tidak mengganggu pola dan waktu istirahat.

4.  Jangan Lupa Minum Air Putih

Kafein bersifat diuretik ringan yang dapat membuat tubuh kehilangan cairan dengan lebih cepat. Dehidrasi bisa memperparah rasa tidak nyaman dan deg-degan.

Sebaiknya, selalu minum 1-2 gelas air putih setelah minum kopi untuk membuat tubuh selalu terhidrasi.

Dengan minum air putih yang cukup, kamu membantu tubuh mempercepat proses pembuangan kafein melalui ginjal, sehingga efek yang membuat tubuh menjadi cemas dan jantung berdebar berkurang lebih cepat.

5.  Pilih Jenis Kopi dan Teknik Seduh yang Ringan

Tidak semua kopi diciptakan sama. Jika kamu sering merasa deg-degan, hindari biji kopi jenis robusta yang memiliki kadar kafein hampir dua kali lipat dibandingkan arabika.

Pilih biji kopi arabika yang cenderung lebih lembut dan memiliki profil rasa lebih asam namun rendah kafein.

Selain jenis biji kopi, teknik menyeduh kopi seperti cold brew juga bisa menjadi alternatif yang menarik.

Proses perendaman kopi dengan air dingin dalam waktu yang lama ini akan membuat kandungan kafein dalam kopi menjadi turun.

Teknik ini akan membuat tingkat keasaman dari kopi menjadi lebih rendah dan sering kali terasa lebih "ramah" bagi mereka yang sensitif terhadap efek kafein dari kopi.

 

 

Editor : Hernawati
#tips minum kopi #tips menikmati kopi #ngopi #kopi