KALTIMPOST.ID, JAKARTA - Tanggal 9 Mei ternyata bukan cuma dipenuhi catatan sejarah dunia, tetapi juga sederet peringatan unik yang ramai dibicarakan warganet. Mulai dari momentum perdamaian di Eropa hingga fenomena “kaos kaki hilang” yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu yang paling viral adalah Lost Sock Memorial Day atau Hari Kaos Kaki Hilang. Peringatan ini lahir dari pengalaman sederhana yang hampir pernah dialami semua orang: sepasang kaos kaki masuk mesin cuci, tapi yang keluar hanya sebelah.
Baca Juga: 321 WNA Diamankan dari Gedung Hayam Wuruk, 275 Resmi Jadi Tersangka Judi Online
Awalnya, tradisi jenaka itu muncul di internet pada awal 2000-an sebagai humor digital. Dari sana muncul berbagai candaan liar soal ke mana perginya kaos kaki yang hilang, mulai dari “ditelan mesin cuci”, “masuk portal dimensi lain”, hingga “kabur karena lelah dipakai terus”.
Meski terdengar receh, tema tersebut justru cepat menyebar di media sosial karena dianggap sangat relate dengan kehidupan rumah tangga. Banyak netizen ikut membagikan pengalaman serupa dengan gaya humor yang mengundang tawa.
Di balik peringatan unik itu, 9 Mei juga punya makna penting dalam sejarah dunia. Di kawasan Eropa, tanggal ini diperingati sebagai Europe Day yang melambangkan persatuan dan perdamaian antarnegara.
Sementara di Rusia dan beberapa negara lain, 9 Mei dikenal sebagai Victory Day untuk mengenang kemenangan Sekutu di Perang Dunia II.
Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Prancis 2026 Live Trans7 dan VISION+, Sprint Race Digelar Malam Ini
Tak hanya itu, ada pula peringatan ringan lain seperti National Sleepover Day yang identik dengan nostalgia menginap bersama teman, hingga Butterscotch Brownie Day yang merayakan kudapan manis berbahan butterscotch.
Beberapa komunitas juga memperingati National Train Day sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah transportasi kereta api. Sedangkan dalam kalender keagamaan Yahudi, momen Lag BaOmer juga kerap jatuh berdekatan dengan periode ini.
Meski banyak momentum besar dan penting terjadi pada 9 Mei, “Hari Kaos Kaki Hilang” justru menjadi yang paling ramai diperbincangkan. Alasannya sederhana: lucu, ringan, dan sangat dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat.
Fenomena ini membuktikan bahwa hal kecil sekalipun bisa berubah menjadi budaya populer global ketika dianggap relate oleh banyak orang.
Editor : Uways Alqadrie