KALTIMPOST.ID, Di momentum perayaan Idul Adha, biasanya banyak keluarga memperoleh daging kurban yang kemudian diolah menjadi berbagai hidangan.
Di antara banyaknya hidangan favorit, salah satu menu yang kerap hadir kala Idul Adha adalah sate kambing. Ya, rasa sate kambing memang lezat dan memiliki keistimewaan tersendiri dari segi penyajiannya.
Namun, aroma prengus yang khas sering membuat sebagian orang kurang nyaman ketika mengonsumsinya.
Meski begitu, Anda jangan khawatir. Ada sejumlah trik yang bisa dilakukan agar sate kambing minim aroma prengus, tetap empuk, dan juicy.
Simak rahasia untuk mengolah sate kambing saat Idul Adha.
1. Pilih Jenis Kambing yang Tepat
Pemilihan kambing jadi faktor penting. Untuk itu, perhatikan kambing betina yang sudah cukup umur.
Aroma prengus pada kambing umumnya lebih kuat pada kambing jantan karena dipengaruhi senyawa kimia tertentu yang diproduksi secara alami. Oleh sebab itu, penggunaan kambing betina dinilai dapat membantu mengurangi aroma khas tersebut.
Tak hanya jenis kambing, proses pemotongan daging juga perlu diperhatikan. Bagian serat dan lemak tertentu sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum daging diolah menjadi sate.
2. Pakai Nanas jika Daging Terlalu Keras
Nanas bisa digunakan sebagai bahan alami untuk mengempukkan daging. Namun, cara ini hanya digunakan jika daging benar-benar keras.
Perendaman menggunakan air nanas juga tidak boleh terlalu lama karena dapat membuat tekstur daging menjadi lembek dan mudah hancur.
Waktu marinasi umumnya cukup sekitar 15 hingga 20 menit saja ya!
3. Manfaatkan Bumbu Celup Kental
Yang menjadi salah satu ciri khas sate adalah penggunaan bumbu celup berbahan dasar gula jawa yang dicampur berbagai rempah.
Bumbu dimasak selama berjam-jam hingga mengental sehingga cita rasa rempah lebih menyatu. Selain menambah rasa manis gurih, bumbu ini juga membantu menghasilkan warna sate yang lebih menarik saat dibakar.
4. Celupkan Sate Dua Kali
Teknik lain yang digunakan adalah mencelupkan sate ke dalam bumbu sebanyak dua kali. Prosesnya dimulai dengan membakar sate di atas arang tanpa bumbu hingga setengah matang.
Setelah itu sate dicelupkan ke bumbu, dibakar kembali, lalu dicelupkan sekali lagi sebelum dimatangkan hingga permukaannya mengering.
Langkah ini membantu bumbu menempel lebih sempurna pada daging dan menghasilkan lapisan karamel yang khas.
5. Gunakan Api Arang yang Besar
Kunci terakhir ada pada proses pembakaran. Sate kambing sebaiknya dibakar menggunakan arang dengan api yang panas dan stabil.
Api besar memungkinkan permukaan daging cepat mengalami karamelisasi, sehingga sari daging tetap terjaga di dalam.
Hasilnya, sate matang lebih cepat dengan tekstur yang tetap empuk dan juicy. Proses pembakaran umumnya hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit.
Biar makin lengkap, sate kambing biasanya disajikan bersama kecap manis, irisan bawang merah, tomat, cabai rawit, dan sedikit merica.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sate kambing tetap menjadi menu favorit masyarakat Indonesia setiap musim Idul Adha.
Editor : Hernawati