KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menjadi pembuka tahun baru Hijriah, Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Di antara hari-hari penting dalam bulan tersebut, tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura menempati posisi yang sangat istimewa. Pada tahun 1448 Hijriah atau 2026 Masehi, Hari Asyura diperkirakan jatuh pada 25 Juni 2026.
Keutamaan hari ini tidak hanya berkaitan dengan anjuran berpuasa, tetapi juga berbagai peristiwa besar yang diyakini terjadi pada tanggal tersebut dalam sejarah para nabi.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun, Mengapa Harga Pertamax Belum Bisa Langsung Ikut Turun?
Muharram, Bulan yang Dimuliakan
Dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT menjelaskan adanya empat bulan yang disucikan, yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Pada bulan-bulan tersebut umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Karena itu, para ulama sejak generasi sahabat hingga tabi'in memanfaatkan Muharram untuk meningkatkan ibadah, termasuk puasa sunnah, zikir, dan sedekah.
Muharram juga memiliki makna historis karena menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah yang ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA dengan menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah sebagai awal penanggalan Islam.
Keutamaan Hari Asyura
Hari Asyura merupakan hari ke-10 di bulan Muharram. Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap amalan puasa pada hari tersebut.
Baca Juga: Ronaldo Angkat Bicara, Sebut Lionel Messi Pemain Terhebat Sepanjang Masa
Pada masa awal Islam, puasa Asyura pernah diwajibkan sebelum kemudian kewajiban puasa dialihkan sepenuhnya ke bulan Ramadan. Setelah itu, puasa Asyura menjadi ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW juga menyebut puasa Asyura memiliki keutamaan besar, yakni menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.
Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momentum tersebut untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Peristiwa-peristiwa Penting yang Dikaitkan dengan Asyura
Dalam berbagai riwayat yang berkembang di kalangan ulama, Hari Asyura sering dikaitkan dengan sejumlah peristiwa penting dalam perjalanan para nabi.
Di antaranya adalah keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun, berlabuhnya bahtera Nabi Nuh AS setelah banjir besar, hingga berbagai peristiwa yang menunjukkan pertolongan Allah kepada para nabi-Nya.
Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam lebih menitikberatkan perhatian pada ibadah dan penghayatan makna spiritual Hari Asyura dibandingkan memperdebatkan detail sejarah yang tidak memiliki dasar riwayat kuat.
Amalan yang Dianjurkan
Selain berpuasa pada 10 Muharram, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa Tasu'a pada 9 Muharram sebagai pembeda dari tradisi puasa kaum Yahudi yang juga mengagungkan hari tersebut.
Rangkaian puasa 9 dan 10 Muharram menjadi salah satu amalan sunnah yang paling dianjurkan pada bulan Muharram.
Baca Juga: Ronaldo Mandul di 10 Laga Turnamen Besar, Rekor Buruk Berlanjut di Piala Dunia 2026
Momentum Hari Asyura juga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, membaca Al-Qur'an, bersedekah, serta melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, Hari Asyura menjadi salah satu momen terbaik bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sekaligus melakukan introspeksi diri dalam mengawali tahun baru Hijriah.
Editor : Uways Alqadrie