Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sering Makan Bakso dan Siomay? Ternyata Berisiko Pemicu Hipertensi

Dwi Puspitarini • Senin, 22 Juni 2026 | 09:09 WIB
ilustrasi makanan bakso.
ilustrasi makanan bakso.

KALTIMPOST.ID - Bakso dan siomay memang dapat meningkatkan risiko hipertensi jika dikonsumsi secara berlebihan. Namun, penyebab utamanya bukan berasal dari makanan tersebut, melainkan tingginya kandungan natrium yang terdapat pada kuah, bumbu, maupun penyedap yang digunakan. Karena itu, masyarakat disarankan membatasi asupan natrium agar tekanan darah tetap terjaga.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap hipertensi hanya disebabkan oleh garam dapur. Padahal, natrium terdapat dalam berbagai jenis makanan sehari-hari, termasuk makanan favorit seperti bakso, siomay, dan soto Betawi. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah berlebihan, kandungan natrium tersebut dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

Kandungan Natrium pada Bakso, Siomay, dan Soto Betawi Perlu Dibatasi

Menurut Menkes, beberapa makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat memiliki kadar natrium yang cukup tinggi. Kandungan tersebut umumnya berasal dari kuah, bumbu, saus, hingga penyedap rasa yang digunakan saat proses penyajian.

Sebagai gambaran, satu porsi siomay dapat mengandung sekitar 1.600 miligram natrium. Sementara itu, satu porsi soto Betawi diperkirakan mengandung sekitar 1.000 miligram natrium, sedangkan bakso berkisar antara 700 hingga 1.000 miligram tergantung racikan bumbu dan kuahnya.

Jumlah tersebut tergolong besar jika dibandingkan dengan batas konsumsi natrium harian yang dianjurkan, yakni sekitar 2.000 miligram. Artinya, hanya dengan mengonsumsi satu porsi makanan tinggi natrium, seseorang sudah memperoleh hampir setengah hingga sebagian besar batas konsumsi natrium dalam sehari.

Menkes menegaskan bahwa risiko hipertensi muncul ketika makanan tinggi natrium dikonsumsi terlalu sering atau setiap hari. Karena itu, masyarakat tidak perlu menghindari makanan tersebut sepenuhnya, tetapi cukup mengatur frekuensi dan porsinya agar asupan natrium tidak berlebihan.

Cara Menikmati Bakso dan Siomay agar Risiko Hipertensi Lebih Rendah

Menkes menyarankan masyarakat tetap dapat menikmati bakso maupun siomay dengan cara yang lebih sehat. Salah satunya adalah mengurangi penggunaan kuah, saus, dan bumbu yang mengandung banyak garam atau natrium.

Untuk siomay, misalnya, masyarakat dianjurkan lebih mengutamakan sumber proteinnya seperti ikan atau tahu, sementara penggunaan bumbu kacang sebaiknya tidak berlebihan. Begitu pula saat mengonsumsi bakso, porsi kuah dan tambahan penyedap dapat dikurangi agar kandungan natrium yang masuk ke tubuh lebih rendah.

Selain memperhatikan porsi makanan, masyarakat juga dianjurkan membiasakan diri membaca informasi kandungan gizi atau label nutrisi pada produk pangan. Menurut Menkes, informasi tersebut dapat membantu mengetahui kadar gula, lemak, dan garam sehingga masyarakat lebih mudah mengontrol pola makan sehari-hari.

Dalam penilaian tingkat kandungan gizi yang disampaikan Menkes, bakso dan soto Betawi berada pada kategori C, sedangkan siomay masuk kategori D karena kandungan natriumnya relatif lebih tinggi. Informasi ini dapat menjadi pengingat agar makanan tersebut dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan.

Pada akhirnya, menjaga tekanan darah tidak berarti harus berhenti mengonsumsi makanan favorit. Yang lebih penting adalah mengendalikan asupan natrium, mengurangi penggunaan bumbu yang terlalu asin, serta menerapkan pola makan yang seimbang. Dengan cara tersebut, risiko hipertensi dapat ditekan tanpa harus menghilangkan menu favorit dari pola makan sehari-hari.***

Editor : Dwi Puspitarini
#siomay #tekanan darah tinggi #hipertensi #bakso