Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jangan Asal Upload Saat Liburan, Unggahan Ini Ternyata Bisa Mengancam Liburanmu

Dwi Puspitarini • Minggu, 5 Juli 2026 | 06:12 WIB
Ilustrasi penumpang memegang boarding pass di bandara. Ahli mengingatkan pentingnya keamanan perjalanan dengan tidak mengunggah label bagasi maupun dokumen yang memuat data pribadi ke media sosial.
Ilustrasi penumpang memegang boarding pass di bandara. Ahli mengingatkan pentingnya keamanan perjalanan dengan tidak mengunggah label bagasi maupun dokumen yang memuat data pribadi ke media sosial.

 

KALTIMPOST.ID - Kesadaran terhadap keamanan perjalanan semakin penting di era digital. Di tengah kebiasaan membagikan momen liburan di media sosial, banyak orang tanpa sadar mengunggah informasi yang dapat membuka celah penyalahgunaan data pribadi.

Selama ini, publik lebih sering diingatkan untuk tidak mengunggah foto boarding pass atau tiket pesawat. Namun, para ahli menilai ancaman terhadap keamanan perjalanan tidak berhenti di situ. Foto label bagasi juga dinilai berisiko karena mengandung informasi yang dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

Bagi sebagian orang, mengunggah foto sebelum keberangkatan mungkin hanya dianggap sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan. Namun jika tidak berhati-hati, kebiasaan tersebut justru dapat memicu masalah yang merugikan selama liburan.

Label Bagasi Juga Menyimpan Informasi Penting

Selain boarding pass, label bagasi termasuk dokumen yang sebaiknya tidak dipublikasikan di media sosial. Pada label tersebut biasanya terdapat kode, barcode, atau informasi perjalanan yang berkaitan dengan identitas penumpang.

Layanan hukum berbasis Inggris, HD Claims, mengingatkan bahwa pelaku kejahatan siber berpotensi memanfaatkan informasi yang terdapat pada dokumen perjalanan untuk mengakses data tertentu.

Bahkan ketika nama atau informasi utama telah disamarkan, barcode dan kode digital lainnya tetap dapat menjadi sumber data yang berharga bagi pihak yang memiliki kemampuan teknis untuk membacanya.

Risiko Tidak Berhenti Setelah Perjalanan Selesai

Ancaman terhadap keamanan perjalanan tidak hanya muncul saat seseorang sedang bepergian. Dokumen yang dibuang sembarangan setelah perjalanan berakhir juga dapat menjadi sumber kebocoran informasi.

Karena itu, HD Claims menyarankan agar seluruh dokumen perjalanan dihancurkan sebelum dibuang. Langkah sederhana ini dinilai dapat mengurangi risiko penyalahgunaan identitas maupun akun perjalanan.

Pakar hukum HD Claims, Adam Douglas, mengingatkan bahwa dampak dari kebocoran data bisa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

"Jika identitas atau akun perjalanan Anda disalahgunakan sebagai akibatnya, Anda bisa berakhir menanggung biaya atau kehilangan liburan Anda sama sekali," kata Adam Douglas, pakar hukum di HD Claims, dilansir dari CNN, Minggu (5/7).

Kasus Nyata yang Berujung Mimpi Buruk

Peringatan mengenai bahaya mengunggah boarding pass bukan tanpa alasan. Pada Mei 2025, sebuah keluarga asal Hong Kong mengalami masalah serius setelah membagikan foto boarding pass mereka secara online.

Akibat unggahan tersebut, sejumlah detail perjalanan mereka berubah tanpa sepengetahuan keluarga tersebut. Mulai dari pengaturan kursi yang berpindah, pesanan makanan yang berubah, hingga anak yang terpisah dari orang tuanya selama penerbangan.

Kasus tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana informasi yang tampak sederhana dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mengganggu perjalanan seseorang.

Bahkan Tokoh Dunia Pernah Mengalaminya

Masalah serupa juga pernah menimpa mantan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott. Saat itu ia mengunggah foto boarding pass penerbangannya bersama maskapai penerbangan Australia.

Unggahan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh peretas untuk mengakses sejumlah informasi pribadi, termasuk detail paspor.

Meski pelaku mengaku hanya ingin menunjukkan pentingnya keamanan digital, kejadian tersebut memperlihatkan bahwa siapa pun dapat menjadi sasaran apabila kurang berhati-hati dalam membagikan informasi perjalanan.

Dokumen Perjalanan yang Sebaiknya Tidak Diunggah

Untuk menjaga keamanan perjalanan, ada beberapa dokumen yang sebaiknya tidak dipublikasikan di media sosial:

·       Boarding pass atau tiket pesawat.

·       Foto label bagasi.

·       Dokumen perjalanan yang memuat barcode atau QR code.

·       Informasi reservasi penerbangan.

·       Dokumen yang menampilkan data pribadi secara jelas.

Dengan semakin maraknya aktivitas berbagi momen liburan secara online, menjaga data pribadi menjadi langkah penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Sedikit kehati-hatian saat menggunakan media sosial dapat membantu menghindari risiko yang tidak diinginkan.***

Editor : Dwi Puspitarini
#Keamanan Perjalanan #Boarding Pass #Label Bagasi #media sosial #data pribadi