KALTIMPOST.ID - Banyak perempuan langsung mengaitkan telat haid dengan kehamilan. Padahal, penyebab telat haid tidak selalu berkaitan dengan kehamilan. Berbagai faktor mulai dari gaya hidup, kondisi fisik, hingga masalah kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi siklus menstruasi.
Dokter kandungan menilai penting bagi perempuan untuk memahami pola menstruasinya sendiri. Dengan mengenali perubahan pada siklus menstruasi, seseorang dapat lebih cepat menyadari jika terjadi gangguan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Selain itu, keteraturan haid sering kali menjadi salah satu indikator kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, perubahan yang terjadi sebaiknya tidak diabaikan begitu saja.
Dokter Anjurkan Perempuan Rutin Mencatat Siklus Menstruasi
Dokter Kandungan di Women's College Hospital dan St Joseph's Health Centre Toronto, Yolanda Kirkham, menyarankan perempuan untuk memantau jadwal menstruasi secara rutin.
Menurutnya, siklus menstruasi normal umumnya berlangsung antara 25 hingga 40 hari.
"Saya selalu menyarankan wanita untuk melacak siklus menstruasi mereka, baik melalui aplikasi di hp maupun kalender," ujar Yolanda Kirkham, dilansir dari CNN, Minggu (5/7).
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan perubahan pola menstruasi, termasuk jika volume darah yang keluar menjadi lebih banyak dari biasanya.
Stres dan Aktivitas Fisik Berlebihan Bisa Mengganggu Siklus Menstruasi
Salah satu penyebab telat haid yang cukup sering terjadi adalah stres. Tekanan emosional yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh sehingga menyebabkan menstruasi datang lebih lambat atau tidak teratur.
Selain stres, olahraga dengan intensitas sangat tinggi juga dapat memengaruhi produksi hormon yang mengatur menstruasi. Ketika tubuh mengalami tekanan fisik berlebihan, otak dapat mengurangi produksi hormon yang berperan dalam mengatur siklus haid.
Akibatnya, menstruasi bisa terlambat bahkan berhenti untuk sementara waktu.
Perubahan Berat Badan Juga Berpengaruh
Perubahan berat badan secara drastis, baik naik maupun turun, dapat memengaruhi siklus menstruasi.
Peningkatan kadar lemak tubuh dapat memicu kenaikan hormon estrogen yang berpengaruh pada keteraturan haid. Sebaliknya, diet ketat dan penurunan berat badan yang terlalu cepat juga bisa mengganggu keseimbangan hormon yang dibutuhkan tubuh untuk proses menstruasi.
Karena itu, menjaga berat badan ideal menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Kurang Tidur dan Gangguan Hormon Tak Boleh Diabaikan
Kualitas tidur yang buruk juga masuk dalam daftar penyebab telat haid. Beberapa penelitian menunjukkan perempuan yang sering kurang tidur cenderung mengalami gangguan menstruasi lebih sering dibandingkan mereka yang memiliki pola tidur teratur.
Selain itu, gangguan pada hormon tiroid juga dapat memengaruhi siklus haid. Hormon ini berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem reproduksi.
Ketika kadar hormon tiroid terlalu tinggi atau terlalu rendah, menstruasi dapat menjadi lebih jarang, lebih sering, atau tidak teratur.
Paparan Pestisida hingga Penyakit Tertentu Bisa Menjadi Pemicu
Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan. Beberapa penelitian menemukan bahwa paparan pestisida dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi.
Di samping itu, sejumlah kondisi kesehatan juga diketahui dapat menyebabkan telat haid.
Beberapa di antaranya meliputi:
· Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
· Penyakit radang panggul.
· Insufisiensi ovarium primer.
· Diabetes yang tidak terkontrol.
· Gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi keseimbangan hormon sehingga menstruasi menjadi tidak teratur.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri ke Dokter?
Meski telat haid tidak selalu menandakan masalah serius, kondisi ini tetap perlu diperhatikan apabila terjadi berulang kali atau disertai gejala lain.
Segera konsultasikan dengan dokter jika menstruasi tidak kunjung datang dalam waktu lama, sering tidak teratur, atau muncul keluhan lain seperti nyeri berlebihan, perubahan berat badan drastis, hingga gangguan hormonal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan memahami berbagai penyebab telat haid, perempuan dapat lebih waspada terhadap perubahan tubuh sekaligus menjaga kesehatan reproduksi secara lebih baik.***
Editor : Dwi Puspitarini