KALTIMPOST.ID, Teh merupakan minuman favorit bagi banyak orang di seluruh dunia. Karena mudahnya penyeduhan dan rasanya yang nikmat, teh dikonsumsi secara harian.
Minum teh setiap hari tidak hanya membantu menyegarkan tubuh, tetapi juga berpotensi menurunkan risiko stroke dan menjaga kesehatan jantung.
Baca Juga: Siapa Benny Jannah? Sosok Aspri Setia Hotman Paris yang Kini Disentil Fritz Hutapea
Bermacam penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi teh setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena stroke dibandingkan mereka yang jarang atau tidak minum teh.
Manfaat tersebut berasal dari kandungan senyawa alami dalam teh, seperti katekin, theaflavin, flavonoid, dan polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Senyawa-senyawa tersebut membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.
Adapun dalam jangka panjang, perlindungan tersebut dapat mengurangi stres oksidatif yang berpotensi mengganggu fungsi endotelium, yakni lapisan bagian dalam pembuluh darah yang berperan menjaga kelancaran aliran darah.
Lantas berapa banyak teh yang harus diminum setiap hari agar memperoleh manfaaf tersebut?
Dari penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 500-1.000 mililiter teh per hari atau setara dua hingga empat cangkir dapat membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular sekaligus menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung.
Minum sekitar tiga cangkir teh per hari dikaitkan dengan penurunan risiko stroke hingga 13 persen, terutama stroke iskemik yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.
Sebagian besar penelitian juga menunjukkan bahwa manfaat kesehatan terbesar diperoleh dari konsumsi dua hingga empat cangkir teh tanpa pemanis setiap hari.
Selain itu, kelompok peminum teh secara rutin juga diketahui mengalami penyakit kardiovaskular sekitar 1,4 tahun lebih lambat dibandingkan kelompok yang jarang minum teh.
Walaupun hasilnya menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa berbagai studi tersebut hanya menunjukkan hubungan antara konsumsi teh dan kesehatan jantung, bukan membuktikan bahwa teh secara langsung mencegah penyakit kardiovaskular.
Minum Teh Tanpa Tambahan Gula
Terdapat sejumlah macam teh, di antaranya teh hitam, teh hijau, dan teh oolong. Ketiganya berasal dari tanaman yang sama yaitu Camellia sinensis.
Selama ini teh hijau memang menjadi jenis teh yang paling banyak diteliti terkait manfaat kesehatannya.
Para ahli menyarankan untuk mengonsumsinya tanpa tambahan gula dan dalam jumlah yang wajar.
Konsumsi teh secara berlebihan, terutama karena kandungan kafeinnya, justru dapat menimbulkan efek yang kurang baik bagi kesehatan.
Dengan kata lain, secangkir teh dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tetapi manfaatnya akan lebih optimal jika dibarengi dengan pola makan bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan tidak merokok.
Editor : Hernawati