KALTIMPOST.ID, Memasuki tahun ajaran baru, khutbah Jumat ini mengajak umat Islam merenungkan pentingnya pendidikan sebagai pondasi membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Dalam khutbah Jumat terbaru, dijelaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan peran aktif orang tua, guru, dan lingkungan dalam memberikan teladan yang baik.
Bagi para khatib, naskah khutbah Jumat ini dapat menjadi referensi untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya mendidik anak dengan ilmu, akhlak, serta pendampingan di era digital yang penuh tantangan.
Disusun secara sistematis, teks khutbah Jumat ini mengulas ajaran Islam mengenai tanggung jawab bersama dalam pendidikan, mulai dari keluarga hingga masyarakat.
Sebagai materi Khutbah Jumat terbaru, pembahasan ini relevan disampaikan di awal tahun pelajaran agar menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencetak generasi yang saleh, cerdas, dan bertanggung jawab.
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ، عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Saat ini, anak-anak kita sedang memasuki tahun pelajaran baru. Mereka kembali ke sekolah, bertemu guru, menerima pelajaran, dan memulai perjalanan baru dalam menuntut ilmu. Momentum ini hendaknya menyadarkan kita bahwa pendidikan merupakan perkara yang sangat penting dalam Islam. Pendidikan juga menjadi sarana untuk menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Dengan ilmu, seseorang dapat memperoleh derajat yang mulia di sisi Allah swt., sebagaimana firman-Nya:
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ
Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Pendidikan bukan hanya kegiatan mengisi pikiran dengan pengetahuan. Pendidikan adalah usaha membentuk manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, mandiri, dan bertanggung jawab. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari nilai rapor, peringkat kelas, atau banyaknya gelar. Pendidikan juga harus terlihat dalam kejujuran, kedisiplinan, kesopanan, kepedulian, serta ketaatan kepada Allah swt.
Pendidikan juga bukan hanya tugas sekolah dan para guru. Sekolah memang menjadi tempat anak mempelajari berbagai ilmu, tetapi waktu anak di sekolah sangat terbatas. Sebagian besar kehidupan mereka berlangsung di rumah dan di tengah masyarakat.
Sering kali kita lupa bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya dibebankan kepada para guru. Orang tua juga memiliki kewajiban besar dalam mendidik anak-anaknya. Sebab, orang tua merupakan pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Dari orang tualah seorang anak pertama kali belajar berbicara, bersikap, beribadah, serta memperlakukan orang lain dengan baik.
Oleh karena itu, Allah swt. berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Dalam Tafsir al-Munir, Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa menjaga keluarga dari api neraka dilakukan dengan mendidik mereka, mengajarkan ketaatan kepada Allah, menasihati, membiasakan akhlak yang baik, serta mencegah mereka dari perbuatan maksiat.
Ayat ini mengingatkan bahwa orang tua tidak hanya berkewajiban menyediakan makanan, pakaian, biaya sekolah, dan fasilitas belajar. Lebih dari itu, orang tua juga bertanggung jawab menanamkan keimanan, akhlak mulia, kedisiplinan, dan kebiasaan baik kepada anak-anaknya.
Anak-anak tidak cukup hanya diperintah untuk rajin membaca, sementara orang tuanya tidak pernah terlihat membaca. Anak-anak tidak cukup hanya disuruh salat, sementara orang dewasa di rumah mengabaikan salat. Anak-anak tidak cukup dinasihati agar berbicara sopan, jika di rumah mereka sering mendengar kata-kata kasar. Pendidikan yang paling kuat adalah keteladanan.
Sebagaimana firman Allah swt:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا
Artinya: “Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat serta banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Ayat ini menegaskan bahwa pendidikan yang paling efektif adalah keteladanan. Orang tua dan guru tidak cukup hanya memberikan nasihat, tetapi juga harus menunjukkan contoh yang baik dalam ibadah, akhlak, kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam pendidikan. Lingkungan yang aman, bersih, ramah, dan menjunjung tinggi akhlak akan membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebaliknya, lingkungan yang dipenuhi kekerasan, perundungan, perjudian, narkoba, pornografi, serta perkataan buruk dapat merusak pendidikan yang telah diberikan di rumah dan di sekolah.
Pada zaman teknologi seperti sekarang, pendidikan anak juga menghadapi tantangan besar. Telepon genggam dan internet dapat menjadi sarana belajar, tetapi juga dapat membawa pengaruh buruk. Karena itu, orang tua tidak boleh hanya memberikan perangkat kepada anak tanpa pendampingan. Kita perlu mengetahui apa yang mereka tonton, permainan apa yang mereka mainkan, siapa yang mereka ikuti, dan dengan siapa mereka berkomunikasi.
Memasuki tahun pelajaran baru ini, marilah kita memperbarui komitmen bersama. Guru mendidik dengan ilmu dan ketulusan, keteladanan. orang tua mendampingi dengan perhatian, dukungan dan keteladanan. dengan demikian maka akan tercipta masyarakat dengan lingkungan yang sehat.
Anak-anak bisa belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, serta menjaga adab dalam menuntut ilmu. sehingga bisa mendapatkan ilmu yang berguna dan bermanfaat untuk dirinya, keluarga dan masyarakat.
Semoga melalui pendidikan yang dilakukan secara bersama-sama, lahir generasi yang cerdas pikirannya, kuat imannya, mulia akhlaknya, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
.أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. وَالْعَصْرِۙاِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إنَّهُ تَعاَلٰى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَّؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إلَى يَوْمِ لِقَائِهِ يَوْمِ وَعدِهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ الْكِرَامُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى. اِعْلَمُوْا عِبَادَ اللهِ: إِنَّ اللهَ لَطَفَ بِكُمْ مِنْ حَيْثُ لَا تَحْتَسِبُوْنَ. وَرَزَقَكُمْ وَأَنْتُمْ مُذْنِبُوْنَ. فَتَحَ لِلتَّائِبِيْنَ أَبْوَابَ التَّوْبَةِ وَأَزَالَ بِنَدَمِ النَّادِمِيْنَ كَبِيْرَ الْحَوْبَةِ، فَبَادِرُوْا بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَابْتَغُوْا عِنْدَ اللهِ الرِّزْقَ وَاشْكُرُوْا لَهُ. فَقَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَائِلٍ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَعَلَى مَلَائِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَأَنْبِيَائِكَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ أَجْمَعِْنَ. وَاجْعَلْنَا منْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللَّهُمَّ نَجِّنَا مِنْ تَوَارُدِ الْهَلَكَاتِ، وَسَلِّمْنَا مِنْ اِقْتِحَامِ الشُّبُهَاتِ، وَعُمَّنَا بِسَحَائِبِ الْبَرَكَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِذْنَا مِنْ مُقَارَنَةِ الْهَمِّ وَالْحَزْنِ، وَيَسِّرْ لَنَا عَلَى طَاعَاتِكَ فِيْ كُلِّ حِيْنٍ وَزَمَانٍ. رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبٰى ويَنْهٰى عَنِ الفَحْشٰاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرِ
Sumber : jateng.nu.or.id