Teks Khutbah Jumat Pembakar Semangat Para Bapak: Bagaimanapun Kerasnya Kehidupan, Mencari Rezeki Halal Tetap Utama

Almasrifah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 09:37 WIB
Teks Khutbah Jumat pemberi semangat untuk mencari rezeki halal di kehidupan yang serbakeras. (ai/chatgpt)
Teks Khutbah Jumat pemberi semangat untuk mencari rezeki halal di kehidupan yang serbakeras. (ai/chatgpt)

KALTIMPOST.ID, Bekerja mencari rezeki yang halal merupakan bagian dari perintah Allah SWT sekaligus bentuk tanggung jawab seorang muslim.

Khutbah Jumat ini mengajak jamaah memahami bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan jujur akan bernilai ibadah di sisi Allah.

Melalui khutbah Jumat terbaru, jamaah diingatkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan semangat bekerja, tetapi juga mewajibkan keadilan dalam hubungan antara pekerja dan pemberi kerja.

Naskah khutbah Jumat ini menyajikan dalil Al-Qur'an dan hadits yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Terbaru: "Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama", Relevan di Awal Tahun Pembelajaran

Disusun dalam teks khutbah Jumat yang ringkas dan mudah dipahami, pembahasan ini mengulas etika mencari nafkah, keutamaan menafkahi keluarga, hingga kewajiban menghormati hak para pekerja.

Seluruhnya dirangkum sebagai materi Khutbah Jumat terbaru yang relevan dengan tantangan dunia kerja saat ini.

KHUTBAH I

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah.

Mengawali khutbah Jumat ini, marilah kita senantiasa mengingat akan segala anugerah yang telah dikaruniakan Allah swt kepada kita. Untuk kemudian kita syukuri dan gunakan di jalan kebaikan serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. Pada kesempatan ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sebagaimana firmannya dalam Al-Qur’an:

 وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Artinya: "Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu." (QS An-Nisa : 1)

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah. 

Manusia terlahir di dunia ini dengan rezeki dan nasib yang berbeda-beda. Ada yang terlahir dari keluarga yang kaya raya serba berkecukupan. Adapula dari keluarga kurang beruntung, yang untuk sekadar kebutuhan makan sehari-hari saja sudah merasa kesulitan.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Hari Ini, 24 Juli 2026: Palestina Memanggil Nurani, Masihkah Hati Kita Tergerak?

Namun, akhirnya ketika manusia telah dewasa, pada umumnya semua akan dituntut untuk menjadi individu yang mandiri. Tak lagi menggantungkan hidupnya kepada orang tua. Mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Terlebih bagi mereka yang telah berkeluarga. Seorang kepala keluarga, berkewajiban untuk memberi nafkah kepada keluarganya. Bahkan, adapula seseorang yang mesti menanggung kebutuhan beberapa generasi sekaligus. Kebutuhan dirinya, istri anaknya, dan juga orang tua yang mungkin sudah tak lagi bisa bekerja.

Istilah zaman sekarang generasi sandwich. Namun, bagaimanapun kerasnya hidup harus dijalani. Kita harus berjuang dan bekerja untuk mencari sesuatu yang halal dan agar terhindar dari perbuatan meminta-minta.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya." (QS Al-Baqarah ayat 172)

Untuk mengupayakan makanan ataupun sesuatu lainnya yang menjadi kebutuhan kita sehari-hari, yang halal dan baik, maka perlu kita usahakan dengan cara yang halal dan baik pula. Maka carilah rezeki atau bekerjalah dengan cara yang baik sesuai dengan tuntunan agama.

Sebagaimana firman Allah SWT:

 وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ 

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.” (QS At-Taubah ayat 105)

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat Terbaru, 24 Juli 2026, Disertai Link Download Materi PDF: Makna di Balik Bulan Safar

Begitulah, Allah senantiasa akan memperhatikan apa saja yang kita lakukan. Termasuk dalam kita bekerja. Maka, tidak ada pekerjaan yang hina di mata Allah, selama itu dilakukan dengan cara yang baik dan halal.

Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad saw, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA:

  لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ

Artinya: "Sungguh seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya atau menolaknya” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Allah juga akan memberikan balasan yang istimewa bagi para pekerja atau pencari nafkah untuk keluarganya.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:

 إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللهِ إِلاَّ أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ

Artinya: “Sungguh, tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan semata-mata karena Allah, kecuali kamu akan mendapatkan pahala karenanya, bahkan makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR Al-Bukhari).

Sidang Jumat rahimakumullah. 

Keterangan-keterangan yang telah disebutkan di atas merupakan landasan penting, bagi orang-orang yang bekerja ataupun para pencari nafkah. Namun, bagaimana bila posisi kita adalah, seorang pencari nafkah, yang sekaligus juga menjadi pemimpin/majikan dari sebuah usaha yang mempekerjakan banyak orang? Tentu, ada beberapa hal lain yang perlu untuk diperhatikan.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaru, 24 Juli 2026: Jaga Kesucian Batin, Jangan Biarkan Mata Terlalu Sibuk Melihat Nikmat Orang Lain

Pertama, perlakukanlah para pekerja tersebut dengan baik. Bayarkanlah upah mereka dengan tepat waktu. Jangan sampai terlalu lama menunda pembayaran upah, hingga digambarkan sampai mengering keringat para pekerja tersebut.

Seorang majikan yang melalaikan upah buruh yang telah menyelesaikan pekerjaannya, mendapat ancaman dari Allah swt, yakni akan menjadi musuh-Nya di Hari Kiamat kelak. Na'udzubillah min dzalik.

 ثَلاثَةٌ أَنَا خَصْمُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَعْطَى بِي ثُمَّ غَدَرَ وَرَجُلٌ بَاعَ حُرًّا فَأَكَلَ ثَمَنَهُ وَرَجُلٌ اسْتَأْجَرَ أَجِيرًا فَاسْتَوْفَى مِنْهُ وَلَمْ يُعْطِهِ أَجْرَهُ

Artinya: “Ada tiga golongan orang yang kelak pada hari kiamat akan menjadi musuh-Ku. Barang siapa menjadi musuh-Ku maka Aku memusuhinya. Pertama, seorang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku, lalu dia ingkar (berkhianat). Kedua, seorang yang menjual orang merdeka (bukan budak) lalu memakan uang hasil penjualannya. Ketiga, seorang yang mempekerjakan seorang buruh tapi setelah menyelesaikan pekerjaannya orang tersebut tidak memberinya upah.” (HR. Ibnu Majah)

Kemudian, yang kedua perlakukanlah mereka dengan baik. Para karyawan atau buruh, mereka adalah orang-orang yang berjasa dalam usaha kita. Maka perhatikan kesejahteraan dan perlindungan mereka saat bekerja.

Selain dari ajaran agama, hal ini juga telah diamanatkan dalam UU Nomor 6 Tahun 2023. Selain kedua hal tersebut, tentu masih banyak lagi hal yang perlu diperhatikan dalam kaitan seorang pemimpin usaha/majikan kepada karyawan/buruh.

Sidang Jum’ah rahimakumullah. 

Marilah kita senantiasa berdoa agar Allah memberikan kita semua rahmat, keberkahan, dan keselamatan. Serta menjauhkan kita dari segala penyakit dan musibah. Amin ya Rabbal Alamin.

 بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ  اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ  عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ    

*Khutbah Jumat ini ditulis oleh Ustadz Ajie Najmuddin dan telah dimuat NU Online dengan judul Kemuliaan bagi Para Pekerja dan Pencari Nafkah. NU Online Jombang kembali memuatnya tanpa mengubah isi khutbah.

Editor : Almasrifah
Sumber : jombang.nu.or.id
materi Khutbah Jumat terbaru teks khutbah jumat Naskah Khutbah Jumat khutbah Jumat terbaru khutbah jumat