KALTIMPOST.ID - Kamitetep sering terlihat menempel di dinding, langit-langit, hingga sudut lemari. Bentuknya yang menyerupai serpihan debu membuat banyak orang mengabaikannya. Padahal, kamitetep dapat memicu kulit gatal ketika bersentuhan dengan manusia, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif.
Meski kerap disebut ulat atau kepompong, kamitetep sebenarnya merupakan larva ngengat kantung (bagworm). Selama fase hidupnya, larva membawa kantung kecil yang dibuat dari debu, rambut, serat kain, hingga serpihan daun sebagai tempat berlindung sekaligus kamuflase.
Keberadaan kamitetep di rumah umumnya berkaitan dengan kondisi yang lembap dan kurang bersih. Karena itu, memahami penyebab kamitetep dan cara mencegahnya menjadi langkah penting agar serangga ini tidak terus bermunculan.
Baca Juga: Ingin Bangun Lebih Segar? Coba 5 Cara Ini untuk Melepas Penat Sebelum Tidur Tanpa Gadget
Kamitetep merupakan fase larva dari ngengat kantung. Setelah menetas dari telur, larva akan membuat kantung pelindung yang selalu dibawa saat berpindah tempat mencari makan.
Makanan utamanya berasal dari bahan organik yang banyak ditemukan di dalam rumah, seperti rambut rontok, serpihan kulit mati, debu, serat kain, hingga sisa tanaman. Setelah tumbuh dewasa, larva akan berubah menjadi ngengat.
Benarkah Kamitetep Bisa Bikin Kulit Gatal?
Dosen Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia, Ratna Yuniati, menjelaskan bahwa kontak dengan kamitetep memang dapat menimbulkan reaksi pada kulit.
Gejala yang paling sering muncul meliputi:
· Ruam kemerahan.
· Rasa gatal pada kulit.
· Iritasi ringan.
· Pembengkakan pada kulit sensitif.
· Reaksi alergi pada sebagian orang.
Keluhan tersebut umumnya membaik dalam waktu tiga hingga tujuh hari. Namun, bila gatal semakin berat, muncul lepuhan, nanah, atau disertai demam, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Baca Juga: Apakah Alergi Bisa Sembuh Total? Simak Fakta yang Perlu Diketahui
Mengapa Kamitetep Banyak Muncul Saat Musim Hujan?
Musim hujan menjadi waktu yang ideal bagi kamitetep untuk berkembang biak. Kelembapan udara yang tinggi membuat larva lebih mudah bertahan hidup.
Selain itu, rumah yang lembap biasanya memiliki lebih banyak debu, rambut, dan serpihan organik yang menjadi sumber makanan larva. Sirkulasi udara yang kurang baik juga ikut mendukung perkembangan serangga ini.
Sebaliknya, saat musim kemarau, populasi kamitetep cenderung berkurang karena udara yang lebih kering kurang mendukung pertumbuhan larva.
Cara Mengusir Kamitetep dari Rumah
Cara paling efektif untuk mengusir kamitetep adalah menjaga kebersihan rumah sekaligus mengurangi kelembapan ruangan.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
· Menyapu dan mengepel rumah secara rutin, terutama di sudut ruangan.
· Membersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner.
· Membuka jendela setiap hari agar sirkulasi udara lebih baik.
· Menggunakan dehumidifier atau kipas angin jika ruangan terlalu lembap.
· Membersihkan dapur dan kamar mandi secara rutin.
· Tidak membiarkan pakaian kotor menumpuk terlalu lama.
· Meletakkan kapur barus atau kamper di dalam lemari untuk membantu mengusir ngengat dewasa.
Selain mengangkat kantung kamitetep yang terlihat, bersihkan pula area di sekitarnya agar telur dan larva yang tidak tampak ikut terbuang.
Jika kamitetep di rumah terus muncul meski sudah rutin dibersihkan, ada kemungkinan masih terdapat area lembap atau sudut tersembunyi yang menjadi tempat berkembang biaknya.
Menjaga kebersihan rumah, mengurangi kelembapan, serta rutin membersihkan area yang jarang dijangkau menjadi cara sederhana namun efektif untuk mencegah kamitetep kembali muncul dan mengurangi risiko kulit gatal akibat kontak dengan serangga tersebut.
Editor : Dwi Puspitarini