Teks Khutbah Jumat, 31 Juli 2026: Kemuliaan Menjaga Kerukunan Bermasyarakat

Almasrifah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 18:52 WIB
Teks khutbah Jumat 31 Juli 2026. (ai/chatgpt)
Teks khutbah Jumat 31 Juli 2026. (ai/chatgpt)

KALTIMPOST.ID, Di tengah perbedaan yang mudah memicu konflik, khutbah Jumat ini mengangkat pentingnya menjaga persaudaraan agar tidak rusak oleh ego dan ucapan yang menyakiti.

Melalui teks Khutbah Jumat ini, jamaah diajak memahami bahwa ukhuwah bukan hanya menghindari permusuhan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan rasa aman bagi sesama.

Dalam khutbah Jumat terbaru ini, dibahas teladan Rasulullah saw dalam menjaga lisan, memperkuat kasih sayang, dan membangun kehidupan yang rukun.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Terbaru, 17 Juli 2026, dan Link Download Materi PDF: Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab

Bagi yang mencari teks khutbah Jumat terbaru, materi ini relevan dengan tantangan saat ini, terutama di tengah maraknya perpecahan di ruang sosial dan digital.

Sebagai khutbah Jumat singkat, pembahasan ini mengingatkan bahwa kekuatan umat lahir dari persatuan, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama.

Khutbah I

 اَلْحَمْدُ لله الذي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَاْلغَايَاتُ أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبَنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ الله وَخَيْرِ خَلْقِهِ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِهِ، أَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم اتَّقِ اللهَ حيثُما كنتَ وأتبِعِ السَّيِّئةَ الحسَنةَ تَمْحُهَا وخالِقِ النَّاسَ بخُلُقٍ حَسنٍ  

Hadirin, Jamaah Shalat Jumat yang dirahmati Allah

Untaian rasa syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala, Dzat yang menciptakan alam semesta. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad saw, utusan yang menjadi rahmat bagi semua makhluk di muka bumi ini.   

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat Terbaru, 24 Juli 2026, Disertai Link Download Materi PDF: Makna di Balik Bulan Safar

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya diwujudkan dalam ibadah ritual semata, tetapi juga tercermin dalam akhlak sosial, yakni bagaimana seorang Muslim hidup berdampingan dengan sesama secara damai, saling menghormati, saling menolong, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat. Islam adalah agama rahmat.

Allah SWT berfirman:    

 اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ  

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat." (QS Al-Hujurat: 10)  

Ayat ini menjadi landasan bahwa persaudaraan adalah fondasi kehidupan umat Islam. Persaudaraan bukan sekadar hubungan emosional, melainkan amanah yang harus dijaga dengan sikap saling menghormati, menghindari permusuhan, dan mengedepankan perdamaian.

Rasulullah saw bersabda:  

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ  

Artinya: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)  

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna persaudaraan dalam hadits ini adalah kewajiban untuk menjaga hak-hak sesama Muslim, memberikan pertolongan, menutup aib, serta menghindarkan mereka dari segala bentuk kezaliman. Persaudaraan bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.  

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaru, 24 Juli 2026: Jaga Kesucian Batin, Jangan Biarkan Mata Terlalu Sibuk Melihat Nikmat Orang Lain

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah Kerukunan masyarakat tidak mungkin terwujud tanpa akhlak yang baik. Diantaranya adalah dengan berinteraksi dengan baik. Menjaga persaudaraan. Tidak mudah mendiamkan orang lain.

Nabi saw bersabda:  

 عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ  

Artinya: "Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari." (HR Al-Bukhari dan Muslim)  

Imam Ibnu Hajar Al-'Asqalani dalam Fathul Bari menerangkan bahwa larangan ini menunjukkan betapa Islam sangat membenci permusuhan yang berkepanjangan. Apabila terjadi perselisihan, maka hendaknya segera diselesaikan melalui musyawarah, saling memaafkan, dan mengutamakan ukhuwah daripada ego pribadi. Permusuhan yang dibiarkan akan melahirkan fitnah, memecah persatuan, bahkan menghilangkan keberkahan dalam kehidupan bermasyarakat.  

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Islam juga mengajarkan bahwa kualitas keimanan seseorang diukur dari lisanya. Ucapan dan perkataannya. 

Rasulullah saw bersabda:  

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ  

Artinya: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR Al-Bukhari dan Muslim)  

Imam Al-Baghawi menjelaskan dalam Syarhus Sunnah bahwa menjaga lisan merupakan pintu terbesar untuk menjaga kerukunan. Banyak pertikaian bermula dari ucapan yang kasar, fitnah, ghibah, dan adu domba. Karena itu, seorang mukmin hendaknya menimbang setiap perkataannya agar menjadi sebab lahirnya kedamaian, bukan permusuhan.  

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Terbaru, 24 Juli 2026: Safar Adalah Bulan Berkah bagi yang Taat, namun Sial bagi yang Maksiat

Di era media sosial saat ini, pesan hadits tersebut semakin relevan. Jangan sampai jari-jari kita menjadi penyebab rusaknya hubungan antarsaudara karena menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya atau komentar yang melukai kehormatan orang lain.  

Kaum muslimin rahimakumullah Rasulullah saw juga mengajarkan pentingnya kasih sayang dalam kehidupan sosial. Beliau bersabda:  

 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ  

Artinya: "Tidak beriman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR Al-Bukhari dan Muslim)  

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kesempurnaan iman. Seorang mukmin hendaknya merasa bahagia ketika saudaranya memperoleh kebaikan dan tidak senang melihat orang lain tertimpa musibah. Sikap inilah yang akan menghilangkan iri hati, dengki, dan permusuhan dalam masyarakat.  

Kasih sayang melahirkan solidaritas. Solidaritas melahirkan persatuan. Dan persatuan merupakan kekuatan terbesar umat.  

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Selain itu, seorang Muslim yang baik adalah sumber keamanan bagi orang lain. Rasulullah saw bersabda:  

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ قَالَ: الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ  

Artinya: "Seorang Muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)  

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal Hikam menerangkan bahwa kesempurnaan Islam seseorang tampak ketika orang lain merasa aman dari ucapan maupun perbuatannya. Oleh sebab itu, menjaga kerukunan bukan hanya tidak berbuat jahat, tetapi juga aktif menghadirkan rasa aman, ketenangan, dan kedamaian di lingkungan sekitar.  

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Terbaru, 24 Juli 2026: Jaga Kesucian Batin, Jangan Biarkan Mata Terlalu Sibuk Melihat Nikmat Orang Lain

Ma'asyiral muslimin Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin menjelaskan bahwa masyarakat yang dipenuhi kasih sayang, saling menghormati, dan saling menolong merupakan salah satu sebab turunnya keberkahan Allah. Sebaliknya, masyarakat yang dipenuhi kebencian akan mudah kehilangan persatuan sehingga melemahkan kekuatan umat.  

Karena itu, marilah kita menjaga kerukunan mulai dari keluarga, tetangga, tempat kerja, majelis ilmu, hingga kehidupan berbangsa. Jangan mudah terprovokasi oleh berita bohong, jangan menyebarkan kebencian, dan jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk memutus persaudaraan.  Semoga Allah swt menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang membawa kedamaian di mana pun berada.  

 باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِن الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَقُلْ رَبِّي اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خُيْرُ الرَّاحِمِيْنَ  

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ لله وَحْدَه لاَشَرِيْكَ لَهُ، اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، اَمَّا بعْدُ فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ وقَالَ الله تعالى إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ أيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللَّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللَّهُمَّ أصلح أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللَّهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللَّهُمَّ اجْبُر أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمِّدٍ اَللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَالْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُررْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ    

*) Muhammad Hanifuddin, Pengurus LBM PWNU Banten, Wakil Ketua PCNU Tangsel, dan Dosen Ma'had Darus-Sunnah Jakarta
*) Artikel ini telah terbit di laman NU Online Banten

Editor : Almasrifah
Sumber : banten.nu.or.id
teks khutbah jumat khutbah Jumat terbaru khutbah Jumat singkat khutbah jumat teks Khutbah Jumat terbaru