Kimpul Naik Daun! Umbi Lokal dengan Segudang Manfaat yang Sering Dijumpai di Pasar, Ini 6 Ide Olahan Lezatnya

Almasrifah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:05 WIB
Umbi Kimpul. (commons.wikimedia.org/Andrea Jenkins)
Umbi Kimpul. (commons.wikimedia.org/Andrea Jenkins)

KALTIMPOST.ID, Umbi kimpul tengah menjadi sorotan masyarakat setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

Tak hanya karena bentuknya yang menyerupai talas, kimpul juga menarik perhatian lantaran dinilai memiliki potensi sebagai salah satu sumber pangan lokal alternatif pengganti beras.

Di balik popularitasnya yang kembali meningkat, umbi kimpul ternyata bukan sekadar makanan tradisional.

Umbi ini dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, mulai dari camilan sederhana hingga bahan baku industri makanan.

Baca Juga: Menempelkan Jahe di Telapak Kaki Bayi: Benarkah Bisa Atasi Napas Grok-Grok atau Malah Bikin Iritasi?

Kimpul merupakan tanaman dari keluarga talas-talasan atau Araceae dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium.

Tanaman ini telah lama dikenal dan dibudidayakan masyarakat Indonesia, terutama di wilayah pedesaan.

Berbeda dengan talas yang lebih dulu populer, kimpul selama ini cenderung kurang dikenal masyarakat perkotaan.

Padahal, kandungan pati dalam umbi kimpul membuatnya cukup fleksibel untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Beragam Olahan dari Umbi Kimpul

Salah satu cara paling sederhana menikmati kimpul adalah dengan merebus atau mengukusnya.

Teksturnya yang lembut setelah dimasak membuat kimpul sering dijadikan makanan pengganti nasi atau camilan tradisional.

Namun, seiring berkembangnya inovasi pangan lokal, kimpul kini mulai diolah menjadi berbagai produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Berikut sejumlah olahan yang dapat dibuat dari umbi kimpul:

1. Keripik Kimpul

Keripik menjadi salah satu olahan kimpul yang cukup populer. Umbi kimpul dipotong tipis, kemudian digoreng hingga renyah dan diberi berbagai varian rasa, seperti balado, keju, pedas, hingga gurih asin.

Baca Juga: 5 Makanan Paling Disukai Kista: Sering Jadi Menu Harian, Ternyata Diam-Diam Memperburuk PCOS

Produk ini banyak dikembangkan sebagai camilan khas daerah karena memiliki daya simpan lebih lama dibanding kimpul segar.

2. Kolak Kimpul

Kimpul juga dapat diolah menjadi kolak, salah satu hidangan tradisional Indonesia.

Potongan kimpul dimasak bersama santan, gula merah, dan daun pandan hingga menghasilkan rasa manis serta tekstur lembut.

Olahan ini sering menjadi menu rumahan, terutama saat bulan Ramadan sebagai hidangan berbuka puasa.

3. Getuk Kimpul

Seperti singkong, kimpul dapat diolah menjadi getuk. Umbi yang telah dikukus kemudian dihaluskan dan dicampur gula sebelum disajikan dengan taburan kelapa parut.

Inovasi ini membuat kimpul memiliki cita rasa yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter makanan tradisional.

4. Perkedel Kimpul

Kimpul juga dapat dijadikan bahan dasar perkedel sebagai alternatif pengganti kentang.

Umbi yang sudah dikukus dihaluskan, kemudian dicampur bumbu, telur, dan bahan tambahan sebelum digoreng.

Baca Juga: Sering BAB Sambil Main HP? Nyaman Bikin Betah, Padahal Ambeien Mengintai

5. Tepung Kimpul

Selain dikonsumsi langsung, kimpul memiliki potensi besar untuk diolah menjadi tepung.

Tepung kimpul dapat digunakan sebagai campuran bahan pembuatan kue, biskuit, roti, mi, hingga makanan ringan.

Menurut Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, aneka umbi lokal memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku pangan alternatif karena mengandung karbohidrat dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

6. Kue, Bolu, dan Produk Modern

Perkembangan industri kuliner juga membuat kimpul mulai dimanfaatkan sebagai bahan inovasi makanan modern.

Tepung kimpul dapat digunakan untuk membuat bolu, donat, cookies, puding, hingga produk makanan ringan lainnya.

Penggunaan tepung kimpul sebagai campuran bahan pangan juga menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu.

Kimpul dan Potensi Pangan Masa Depan

Viralnya kimpul di media sosial tidak hanya membuat masyarakat kembali mengenal makanan tradisional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Baca Juga: Haid 2 Kali Sebulan, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Medis dan Kapan Harus ke Dokter

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indonesia memiliki beragam sumber karbohidrat lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung diversifikasi pangan.

Pemanfaatan pangan lokal seperti umbi-umbian menjadi bagian dari upaya menciptakan pola konsumsi pangan yang lebih beragam.

Bapanas menilai pengembangan pangan berbasis potensi lokal dapat membuka peluang bagi pelaku usaha, khususnya sektor UMKM, untuk menghasilkan produk pangan inovatif.

Dengan berbagai pilihan olahan, mulai dari makanan tradisional hingga produk industri, umbi kimpul kini tidak lagi hanya dipandang sebagai pangan sederhana dari desa.

Popularitasnya yang kembali muncul menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. (*) 

Editor : Almasrifah
kimpul Umbi talas Xanthosoma sagittifolium karbohidrat