KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Membekali anak dengan keberanian menolak ajakan negatif dari teman menjadi kunci penting dalam pola pengasuhan sejak dini. Seiring bertambahnya usia dan meluasnya lingkungan interaksi sosial, anak kian rentan terpapar pengaruh sebaya (peer pressure) yang bertentangan dengan nilai keluarga, seperti membolos sekolah hingga tindakan berisiko lainnya.
Banyak anak kerap merasa dilematis untuk menolak karena khawatir dijauhi, dianggap tidak solid, atau kehilangan lingkaran pertemanan. Padahal, ketegasan untuk berkata "tidak" sangat menentukan ketahanan diri, kemandirian mengambil keputusan, serta rasa percaya diri mereka di masa depan.
Berdasarkan panduan dari Cook Center, terdapat lima langkah strategis yang dapat diterapkan orang tua di rumah untuk melatih keberanian anak:
-
Menetapkan Batasan yang Jelas: Orang tua perlu melibatkan anak dalam merumuskan aturan rumah tangga. Dengan memahami batasan serta alasan di baliknya secara konsisten, anak memiliki pedoman baku saat menghadapi situasi ambigu di luar rumah.
-
Memberikan Teladan Nyata: Anak menyerap pembelajaran dari perilaku orang tua. Menguasai cara menghadapi tekanan publik dan membagikan pengalaman pribadi—termasuk pembelajaran dari kesalahan masa lalu—akan membentuk karakter anak yang tangguh.
-
Mengenali Nilai Diri: Mengajak anak berdiskusi mengenai prinsip hidup yang mereka pegang membantu memupuk keyakinan diri. Anak yang paham akan nilai pribadinya tidak akan mudah goyah oleh bujukan luar.
-
Melatih Berpikir Kritis: Dorong anak untuk menganalisis konsekuensi sebelum mengambil keputusan. Pertanyaan pemantik seperti dampak dari suatu tindakan akan membiasakan anak menilai situasi secara bijaksana.
-
Membangun Komunikasi Terbuka: Menciptakan ruang aman di rumah tanpa sikap menghakimi membuat anak tidak ragu untuk bercerita atau meminta bantuan saat menghadapi kendala pertemanan.
Pendampingan yang konsisten dari orang tua diyakini mampu membentuk generasi muda yang mandiri, berprinsip teguh, dan berani mengambil keputusan tepat di tengah arus pergaulan.(*)
Editor : Thomas Priyandoko