KALTIMPOST.ID - Memberi makan kucing bukan sekadar memastikan mangkuk selalu terisi. Kesalahan memberi makan kucing yang terlihat sepele justru bisa berdampak pada berat badan, pencernaan, hingga kondisi saluran kemih.
Kesalahan memberi makan kucing juga sering terjadi tanpa disadari. Mulai dari menambah porsi karena kucing terus mengeong, memberikan makanan dari meja makan, hingga membiarkan air minum tidak diganti setiap hari.
Jika dilakukan terus-menerus, kesalahan memberi makan kucing dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, pemilik perlu memperhatikan bukan hanya jenis makanan, tetapi juga porsi, kebersihan, dan waktu pemberiannya.
Baca Juga: Resensi Toko Perlengkapan Mayat: Saat Rahasia Keluarga Menjadi Teror Mengerikan
1. Mengandalkan perkiraan saat memberi makan
Kesalahan memberi makan kucing yang cukup umum adalah menentukan porsi berdasarkan perkiraan. Kucing yang terus mengeong atau meminta makanan belum tentu benar-benar membutuhkan tambahan.
Memberikan makanan berlebihan secara terus-menerus dapat membuat berat badan kucing meningkat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko diabetes, gangguan persendian, dan penyakit jantung.
Porsi sebaiknya disesuaikan dengan petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter hewan. Kebutuhan makanan juga dapat berbeda berdasarkan usia, berat badan, dan aktivitas kucing.
2. Sering memberikan makanan dari meja makan
Kesalahan memberi makan kucing berikutnya adalah membiasakan memberikan makanan manusia. Potongan ayam, ikan, atau makanan lain mungkin terlihat aman, tetapi tidak semuanya cocok untuk kucing.
Beberapa makanan bahkan dapat membahayakan. Tulang yang tajam, misalnya, berisiko menyebabkan kucing tersedak atau melukai saluran pencernaan. Susu sapi juga dapat menyebabkan diare pada sebagian kucing dewasa.
Karena itu, makanan kucing tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Baru Akhir Pekan Ini, Ceritanya Bikin Penasaran dari Drama hingga Horor
3. Terlalu sering mengganti makanan
Mengganti merek atau jenis makanan secara mendadak juga termasuk kesalahan memberi makan kucing yang perlu diperhatikan. Sistem pencernaan kucing dapat sensitif terhadap perubahan makanan.
Akibatnya, perubahan mendadak dapat membuat kucing mengalami diare, muntah, atau kehilangan nafsu makan.
Jika makanan perlu diganti, lakukan secara bertahap. Makanan lama dapat dicampur dengan makanan baru selama sekitar tujuh hari sambil perlahan mengubah perbandingannya.
4. Meletakkan mangkuk dekat kotak pasir
Lokasi tempat makan juga tidak boleh diabaikan. Kesalahan memberi makan kucing dapat terjadi ketika mangkuk makanan dan air diletakkan terlalu dekat dengan litter box.
Kucing dikenal menjaga kebersihan. Area makan yang berdekatan dengan kotak pasir dapat membuat kucing merasa tidak nyaman dan bahkan enggan makan.
Sebaiknya area makan, minum, dan litter box dibuat terpisah agar kucing lebih nyaman.
Baca Juga: Stress Mulai Melanda? Lakukan 5 Aktivitas Self Care Ini Bisa Bantu Segarakan Pikiran
5. Membiarkan air minum terlalu lama
Kesalahan memberi makan kucing bukan hanya soal makanan. Air minum yang jarang diganti juga perlu menjadi perhatian pemilik.
Air yang sudah terlalu lama berada di dalam mangkuk dapat berubah rasa atau aroma sehingga kucing enggan minum. Padahal, asupan cairan tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan saluran kemih.
Pastikan mangkuk air selalu bersih dan air diganti setiap hari agar tetap segar.
6. Tidak memperhatikan usia dan kondisi kucing
Kebutuhan makanan kucing juga berubah sesuai tahap kehidupannya. Kesalahan memberi makan kucing dapat terjadi ketika anak kucing, kucing dewasa, dan kucing senior diberikan makanan tanpa mempertimbangkan kebutuhan masing-masing.
Kucing yang sedang hamil, menyusui, sakit, atau dalam masa pemulihan juga dapat membutuhkan jenis makanan yang berbeda.
Jika kucing memiliki kondisi kesehatan tertentu, pemilik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan untuk menentukan makanan yang sesuai.
Jangan Berikan Makanan Ini
Selain menghindari kesalahan memberi makan kucing, pemilik juga perlu mengenali makanan yang dapat membahayakan.
Bawang merah dan bawang putih dapat merusak sel darah merah. Cokelat juga berbahaya bagi kucing karena mengandung zat yang bersifat racun.
Susu sapi dapat memicu diare pada kucing yang tidak mampu mencerna laktosa. Sementara itu, tulang ikan dan tulang ayam yang tajam dapat menyebabkan tersedak atau melukai saluran pencernaan.
Minuman berkafein dan alkohol juga tidak boleh diberikan kepada kucing. Ikan mentah pun perlu dihindari karena berpotensi mengganggu penyerapan vitamin B1 yang dibutuhkan tubuh.
Pada akhirnya, kesalahan memberi makan kucing sering kali berasal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Dengan memperhatikan porsi, jenis makanan, kebersihan mangkuk, air minum, serta kebutuhan sesuai usia, pemilik dapat membantu menjaga kucing tetap sehat.***
Editor : Dwi Puspitarini