KALTIMPOST.ID, Tidak semua orang yang mudah disukai harus menjadi pribadi paling lucu, banyak bicara, atau selalu menjadi pusat perhatian.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang justru bisa terasa menyenangkan karena kebiasaan sederhana ketika berinteraksi.
Cara menyapa, mendengarkan cerita, mengingat hal kecil, hingga memberikan perhatian saat orang lain berbicara dapat menentukan apakah sebuah hubungan terasa nyaman.
National Institutes of Health (NIH) melalui Social Wellness Toolkit menempatkan membangun koneksi sebagai salah satu strategi penting untuk menjaga kesehatan sosial.
1. Benar-benar mendengarkan
Salah satu hal sederhana yang sering dilupakan adalah mendengarkan. Dalam percakapan, seseorang terkadang sibuk memikirkan jawaban atau membandingkan cerita lawan bicara dengan pengalaman dirinya sendiri.
Greater Good Science Center dari University of California, Berkeley, dalam materi yang diperbarui pada 2026 menjelaskan bahwa mendengarkan dapat dilakukan dengan memperhatikan makna informasi bagi hubungan dan perasaan orang yang sedang berbicara.
Karena itu, berikan perhatian penuh, jangan memotong pembicaraan, dan berikan respons yang menunjukkan bahwa kita mengikuti ceritanya. Mendengarkan dengan baik dapat membuat percakapan terasa lebih hangat.
2. Jangan selalu menjadikan diri sendiri pusat percakapan
Ketika seseorang bercerita, kita sering tergoda menjawab dengan pengalaman pribadi. Sesekali berbagi pengalaman memang dapat membuat hubungan semakin dekat, tetapi jika selalu dilakukan, lawan bicara bisa merasa tidak memiliki ruang.
Cobalah mengajukan pertanyaan lanjutan dan memberi kesempatan orang lain menyelesaikan ceritanya. Sikap ini merupakan bentuk empati, karena kita berusaha memahami pengalaman dari sudut pandang orang tersebut.
3. Ingat hal-hal kecil
Seorang teman mungkin pernah bercerita tentang ujian, pekerjaan, perlombaan, atau rencana perjalanan. Menanyakannya kembali beberapa hari kemudian menunjukkan bahwa kita benar-benar memperhatikan.
Greater Good Science Center menempatkan perhatian terhadap pengalaman orang lain sebagai salah satu bagian penting dalam membangun koneksi sosial.
Baca Juga: Lapar Tengah Malam? 6 Buah Familiar Ini Bikin Kenyang Tahan Lama dan Bantu Tidur Nyenyak
Pertanyaan sederhana seperti “Bagaimana ujianmu kemarin?” dapat membuat seseorang merasa dihargai.
4. Berikan apresiasi dengan tulus
Pujian tidak harus besar. Ucapan seperti “Terima kasih sudah membantu” atau “Presentasimu tadi bagus” sudah cukup menunjukkan penghargaan.
Greater Good Science Center mendorong seseorang memberikan respons positif ketika orang lain membagikan kabar baik atau pengalaman yang menyenangkan.
Kuncinya adalah ketulusan. Apresiasi yang sederhana tetapi jujur sering kali lebih bermakna daripada pujian yang berlebihan.
5. Jangan mudah menghakimi
Setiap orang memiliki cerita yang tidak selalu terlihat dari luar. Karena itu, memberikan penilaian terlalu cepat dapat membuat orang enggan terbuka.
Greater Good Science Center menjelaskan bahwa validasi berarti menunjukkan bahwa kita memperhatikan dan memahami pengalaman seseorang, tanpa harus selalu menyetujui pendapatnya.
Memberikan ruang sebelum menarik kesimpulan merupakan bagian dari komunikasi yang sehat.
6. Tahu kapan harus bercanda dan serius
Humor dapat membuat suasana lebih cair, tetapi tidak semua keadaan membutuhkan candaan. Ketika seseorang sedang membicarakan persoalan serius, menjadi pendengar yang tenang sering kali lebih tepat.
Kemampuan membaca situasi menunjukkan kepekaan sosial. Kita tidak perlu selalu memiliki respons lucu; terkadang perhatian justru lebih dibutuhkan.
7. Tetap menjaga hubungan
Jangan hanya menghubungi teman ketika membutuhkan bantuan. Sesekali tanyakan kabarnya, ajak bertemu, atau sekadar menyapa ketika berpapasan.
NIH melalui Social Wellness Toolkit mendorong orang membangun dan mempertahankan koneksi dengan orang lain sebagai bagian dari kesehatan sosial.
Pada akhirnya, menjadi pribadi yang disukai bukan berarti harus membuat semua orang terkesan. Kebiasaan kecil seperti pertemanan yang dirawat dengan tulus, mendengarkan, menghargai, dan tidak mudah menghakimi justru dapat membuat orang merasa nyaman berada di sekitar kita.
Hal-hal tersebut memang terlihat sederhana. Namun, dari kebiasaan kecil itulah hubungan sosial yang hangat dan bermakna dapat tumbuh. (*)
Editor : Almasrifah