In This Economy, Ini 6 Cara Menghemat Uang agar Pengeluaran Tak Membengkak

Dwi Puspitarini • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:57 WIB
Ilustrasi perempuan mengatur keuangan. (ChatGPT)
Ilustrasi perempuan mengatur keuangan. (ChatGPT)

KALTIMPOST.ID - Harga kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat membuat pengeluaran rumah tangga semakin sulit dikendalikan. Mulai dari belanja bulanan, tagihan rumah, hingga kebutuhan harian kini membutuhkan anggaran yang lebih besar. Kondisi tersebut membuat kemampuan mengatur keuangan menjadi semakin penting agar pengeluaran tetap sesuai dengan kemampuan.

Di tengah situasi ini, kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga keuangan tetap stabil. Mulai dari lebih selektif saat berbelanja hingga mengurangi pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak terhadap kondisi finansial.

Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa diterapkan untuk menghemat uang hingga berhasil in this economy? Berikut enam cara sederhana yang dapat membantu membuat pengeluaran lebih terkendali.

Baca Juga: Prabowo Murka soal Korupsi Anggaran MBG: “Orang-Orang Biadab”

1. Pilih Pakaian Secondhand Berkualitas

Membeli pakaian secondhand dapat menjadi pilihan untuk mengurangi pengeluaran fashion. Barang preloved dengan kondisi masih baik sering kali ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan pakaian baru.

Selain menghemat uang, membeli barang bekas yang masih layak digunakan juga dapat membantu mengurangi jumlah limbah tekstil. Kebiasaan ini memungkinkan seseorang tetap memenuhi kebutuhan berpakaian tanpa harus mengeluarkan anggaran terlalu besar.

2. Buat Rencana Makan Sebelum Berbelanja

Belanja bahan makanan tanpa perencanaan dapat membuat pengeluaran membengkak. Banyak orang membeli makanan hanya karena tertarik saat melihatnya di toko, padahal bahan tersebut belum tentu dibutuhkan.

Membuat meal plan atau rencana menu sebelum berbelanja dapat membantu menentukan bahan yang benar-benar diperlukan. Daftar belanja juga membuat seseorang lebih mudah menghindari pembelian impulsif.

Survei LendingTree 2025 yang dikutip dalam sumber menunjukkan bahwa 88 persen responden mengaku inflasi telah mengubah cara mereka berbelanja bahan makanan. Memasak dalam jumlah besar atau batch cooking juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi kebiasaan membeli makanan siap saji ketika sedang sibuk.

3. Hentikan Langganan yang Sudah Tidak Digunakan

Langganan layanan streaming, aplikasi premium, atau membership yang jarang digunakan dapat menjadi pengeluaran rutin yang sering luput dari perhatian. Karena itu, penting untuk memeriksa kembali tagihan dan mutasi rekening secara berkala.

Studi C+R Research 2024 yang disebutkan dalam sumber menemukan adanya perbedaan cukup besar antara perkiraan konsumen dan pengeluaran sebenarnya untuk layanan berlangganan. Konsumen rata-rata memperkirakan pengeluarannya sekitar 86 dolar AS per bulan, sedangkan angka sebenarnya dapat mencapai 219 dolar AS.

Menghentikan layanan yang tidak lagi dibutuhkan dapat membuat uang tersebut dialihkan untuk tabungan, dana darurat, atau kebutuhan lain yang lebih penting.

Baca Juga: Emas Dunia Makin Perkasa, Harga Bisa Melonjak hingga US$6.000

4. Gunakan Cashback dan Kupon Digital dengan Bijak

Promo berupa cashback, potongan harga, dan kupon digital dapat membantu mengurangi biaya belanja. Namun, promo sebaiknya hanya digunakan untuk barang yang memang sudah masuk dalam daftar kebutuhan.

Jangan sampai potongan harga justru membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Berdasarkan laporan Insider Intelligence 2023 yang dicantumkan dalam sumber, 67 persen konsumen di Amerika Serikat memanfaatkan kupon digital dan aplikasi cashback saat berbelanja.

5. Beri Jeda Sebelum Membeli Barang

Belanja online membuat seseorang lebih mudah membeli barang secara spontan. Diskon, promo terbatas, dan tren di media sosial dapat mendorong pembelian yang sebenarnya tidak diperlukan.

Salah satu cara untuk mengendalikan kebiasaan tersebut adalah menerapkan aturan menunggu 48 jam sebelum membeli barang non-esensial. Jeda ini memberikan waktu untuk mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.

6. Kurangi Penggunaan Energi di Rumah

Pengeluaran listrik dan air juga dapat ditekan melalui perubahan kebiasaan sederhana. Mematikan lampu ketika tidak digunakan, mencabut charger, menggunakan peralatan elektronik secara efisien, serta memaksimalkan cahaya alami pada siang hari dapat membantu mengurangi konsumsi energi.

Kebiasaan lain yang dapat diterapkan adalah mencuci pakaian dengan air dingin dan menggunakan peralatan rumah tangga secara lebih bijak. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

Pada akhirnya, menghemat uang tidak selalu berarti mengurangi kebutuhan secara drastis. Perubahan sederhana dalam kebiasaan berbelanja dan penggunaan rumah tangga justru dapat membantu mengendalikan pengeluaran secara konsisten di tengah kenaikan harga kebutuhan.***

Editor : Dwi Puspitarini
tips keuangan cara menghemat uang tips menghemat uang belanja hemat uang