KALTIMPOST.ID - Memelihara burung kicau bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memiliki burung peliharaan dengan suara menarik di rumah. Namun, pemula sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan burung bersuara merdu, tetapi juga karakter dan tingkat perawatannya.
Setiap jenis burung kicau memiliki kebiasaan yang berbeda. Ada yang senang berinteraksi, ada pula yang lebih nyaman dibiarkan menikmati lingkungannya. Karena itu, memahami karakter burung menjadi hal penting sebelum mulai memeliharanya.
Bagi yang baru memulai hobi, pilihan burung kicau pemula cukup beragam. Beberapa di antaranya dikenal relatif mudah dirawat, meski tetap membutuhkan perhatian, pakan yang sesuai, serta lingkungan yang nyaman.
Baca Juga: Rumor Patrick Kluivert Jadi Asisten Xavi di Timnas Belanda Makin Kuat
7 Jenis Burung Kicau yang Bisa Dipertimbangkan Pemula
Berikut sejumlah jenis burung kicau yang dapat dipertimbangkan berdasarkan karakter, suara, dan kebiasaan masing-masing.
1. Lovebird
Lovebird dikenal sebagai burung kecil yang aktif dan memiliki suara cukup nyaring. Burung ini juga populer karena penampilannya yang menarik.
Lovebird cenderung membutuhkan perhatian. Jika terlalu lama dibiarkan sendiri, burung ini dapat mengalami stres dan menunjukkan perilaku kurang bersahabat. Karena itu, pemilik perlu rutin berinteraksi dengannya.
Lovebird juga dikenal lebih nyaman jika memiliki pasangan. Meski begitu, seekor lovebird tetap dapat dipelihara selama mendapatkan perhatian dan interaksi yang cukup.
2. Kenari
Kenari menjadi salah satu pilihan burung kicau pemula karena ukurannya kecil dan relatif mudah dirawat. Kicauannya juga menjadi daya tarik utama bagi penghobi.
Burung ini lebih cocok dinikmati dari suara dan penampilannya daripada sering dipegang. Pemilik perlu menyediakan sangkar yang cukup luas agar kenari dapat bergerak dengan nyaman.
Baca Juga: Dimulai dari Nol Lagi! Manchester City Masuki Era Baru Setelah Pep Pergi
3. Murai Batu
Murai batu dikenal sebagai burung bersuara merdu dengan suara lantang dan variasi kicauan yang menarik. Ciri lainnya adalah ekornya yang panjang sehingga membuat penampilannya mudah dikenali.
Meski sering dikaitkan dengan dunia perlombaan burung, murai batu tetap dapat dipelihara oleh pemula yang bersedia belajar dan merawatnya secara konsisten.
Namun, calon pemilik perlu memperhatikan asal-usul burung dan memastikan mendapatkannya dari sumber yang legal serta bertanggung jawab.
4. Parkit
Parkit termasuk burung peliharaan yang cukup populer untuk pemula. Ukurannya kecil, aktif, dan dapat belajar meniru suara di sekitarnya.
Parkit juga bisa dijinakkan melalui interaksi rutin sejak awal. Meski demikian, burung ini mudah terkejut sehingga sebaiknya ditempatkan di lingkungan yang tenang.
Parkit juga cenderung lebih nyaman berinteraksi dengan burung lain. Pemilik perlu mempertimbangkan kebutuhan sosialnya sebelum memutuskan memeliharanya.
Baca Juga: Timnas Voli Putra Indonesia Bersiap ke Asian Games 2026, Pemanasan di Samdech Thipadei Cup
5. Kacer Poci
Kacer poci memiliki suara yang menarik dan dikenal mampu menirukan suara burung lain. Burung ini juga mempunyai ciri fisik yang mudah dikenali berupa perpaduan warna hitam, putih, dan cokelat pada betina.
Kacer poci jantan umumnya memiliki bulu hitam dan putih, sedangkan betina cenderung berwarna cokelat keabu-abuan dengan bagian putih.
Bagi penghobi yang mencari burung kicau dengan tampilan menarik sekaligus suara bervariasi, kacer poci bisa menjadi salah satu pilihan.
6. Cucak Ijo
Cucak ijo dikenal memiliki kemampuan menirukan berbagai suara. Kemampuan tersebut membuatnya menjadi salah satu jenis burung kicau yang banyak diminati penghobi.
Namun, kemampuan menirunya perlu terus dilatih. Cucak ijo juga dapat mudah panik ketika berada di lingkungan yang tidak nyaman sehingga pemilik perlu memperhatikan kondisi sekitar sangkar.
Pakan juga menjadi bagian penting dalam perawatan. Pisang dapat diberikan sebagai salah satu pilihan pakan untuk membantu memenuhi kebutuhan burung.
7. Anis Merah
Anis merah mempunyai kicauan dengan variasi irama yang menarik. Burung ini juga memiliki perilaku khas ketika berkicau, yakni menggerakkan kepala ke kiri dan kanan.
Meski memiliki suara yang menarik, anis merah dikenal cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan. Pemilik perlu memberikan waktu agar burung dapat beradaptasi dengan tempat barunya.
Karakter tersebut membuat anis merah tetap membutuhkan perhatian meski bisa menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin memiliki burung bersuara merdu.
Pemula Perlu Perhatikan Karakter Burung
Memilih burung kicau pemula sebaiknya tidak hanya berdasarkan suara atau penampilan. Karakter burung, kebutuhan interaksi, kondisi sangkar, pakan, serta kemampuan pemilik dalam merawatnya juga perlu dipertimbangkan.
Ada burung peliharaan yang senang berinteraksi, tetapi ada pula yang lebih nyaman jika tidak terlalu sering disentuh. Memahami kebiasaan tersebut sejak awal dapat membuat proses memelihara burung menjadi lebih mudah.
Pada akhirnya, setiap jenis burung kicau membutuhkan perawatan yang konsisten. Dengan memilih burung sesuai kemampuan dan menyediakan lingkungan yang nyaman, hobi memelihara burung dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi pemula.***
Editor : Dwi Puspitarini