KALTIMPOST.ID, Memilih pohon peneduh untuk halaman rumah tidak boleh hanya mengandalkan tampilan yang rimbun.
Kemampuan bertahan pada musim kemarau, kecepatan tumbuh, bentuk tajuk hingga karakter akar perlu diperhatikan agar tidak berisiko mengganggu bangunan.
Di Indonesia, ada sejumlah tanaman yang relatif mudah ditemukan dan cocok dengan kondisi tropis.
Beberapa di antaranya juga memiliki bunga atau bentuk tajuk yang membuat halaman rumah semakin estetik. Berikut tujuh tanaman yang bisa dipertimbangkan.
1. Ketapang Kencana
Ketapang kencana (Terminalia mantaly) menjadi salah satu pilihan populer untuk halaman rumah.
Bentuk tajuknya bertingkat dan melebar sehingga memberikan kesan teduh sekaligus rapi.
Karakter tersebut membuat ketapang kencana banyak digunakan dalam lanskap perkotaan dan pekarangan.
Menurut Rumah123, ketapang kencana dikenal sebagai salah satu pohon peneduh rumah minimalis karena pertumbuhannya relatif cepat dan bentuk tajuknya cocok untuk lanskap modern.
Tanaman ini juga menyukai paparan matahari dan relatif mudah ditemukan di penjual bibit tanaman.
2. Tabebuya
Tabebuya (Tabebuia rosea) menjadi pilihan menarik bagi pemilik rumah yang ingin mendapatkan keteduhan sekaligus tampilan halaman yang lebih berwarna.
Ketika berbunga, tabebuya dapat menghasilkan bunga dalam jumlah banyak sehingga tampilannya menyerupai pohon hias.
Tabebuya termasuk rekomendasi pohon peneduh rumah yang dinilai cocok untuk ditanam di sekitar hunian karena memiliki tampilan menarik dan karakter akar yang relatif tidak agresif.
Meski demikian, tabebuya tetap membutuhkan ruang tumbuh. Jangan menanamnya terlalu dekat dengan tembok hanya karena disebut memiliki akar yang relatif aman.
3. Kersen
Kersen (Muntingia calabura) termasuk tanaman yang sangat mudah ditemukan di Indonesia.
Pohon ini dikenal cepat tumbuh dan mampu membentuk tajuk yang cukup rimbun. Buahnya juga bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Menurut detikJatim, kersen termasuk pilihan pohon peneduh yang dapat ditanam di sekitar rumah karena pertumbuhannya relatif cepat dan mudah dijumpai.
Kersen juga dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang tidak ingin terlalu sering melakukan perawatan rumit.
Namun, pertumbuhannya tetap perlu dikontrol dengan pemangkasan agar tajuk tidak mengganggu bangunan.
4. Kiara Payung
Kiara payung (Filicium decipiens) cocok bagi pemilik rumah yang menginginkan pohon dengan bentuk tajuk rapi.
Daunnya yang menyerupai pakis membuat tanaman ini mempunyai nilai estetika tersendiri.
Kiara payung memiliki ketahanan terhadap kondisi asin dan tanaman yang perakarannya sudah berkembang dengan baik dapat menghadapi periode kekeringan singkat.
Karena itu, kiara payung dapat dipertimbangkan untuk wilayah yang mengalami musim kemarau, selama tanaman memperoleh perawatan yang cukup pada fase awal pertumbuhan.
5. Tanjung
Pohon tanjung (Mimusops elengi) merupakan tanaman yang sudah lama dikenal di Indonesia.
Tajuknya cukup rapat sehingga mampu memberikan keteduhan. Bunganya juga memiliki aroma khas yang menjadi nilai tambah untuk halaman rumah.
Tanjung memiliki fungsi peneduh yang baik dalam penilaian vegetasi lanskap. Namun, tanjung dapat tumbuh menjadi pohon berukuran cukup besar.
Karena itu, tanaman ini lebih cocok untuk halaman yang mempunyai ruang memadai.
6. Sawo
Sawo (Manilkara zapota) bisa menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang menginginkan tanaman peneduh sekaligus pohon buah.
Sawo relatif mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh di berbagai kondisi lahan. Tanaman ini juga dapat beradaptasi dengan kondisi kekeringan.
Keberadaan pohon sawo di halaman memberikan dua manfaat sekaligus, yakni keteduhan dan potensi buah yang bisa dipanen.
Namun, karena sawo dapat berkembang menjadi pohon berukuran besar, penempatannya perlu diperhitungkan sejak awal.
7. Jambu Mete
Jambu mete (Anacardium occidentale) patut dipertimbangkan untuk wilayah yang memiliki musim kemarau cukup panjang. Jambu mete cocok dikembangkan di daerah dengan musim kering panjang.
Tanaman ini dapat tumbuh di lahan kering dengan curah hujan rendah dan mempunyai sistem perakaran yang kuat serta dalam.
Karakter tersebut membuat jambu mete memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi kering.
Menariknya, jambu mete juga menghasilkan buah dan biji mete yang memiliki nilai ekonomi.
Namun, tanaman ini sebaiknya tidak ditanam terlalu dekat dengan tembok rumah. Berikan ruang yang cukup agar tajuk dan akarnya berkembang secara alami.
Yang perlu diperhatikan, memilih tanaman dengan akar yang relatif tidak agresif bukan berarti pohon boleh ditanam persis di samping tembok.
Menurut University of Minnesota Extension, akar pohon membutuhkan ruang yang cukup untuk berkembang. Jarak tanam dan ukuran pohon ketika dewasa tetap menjadi faktor penting. (*)
Editor : Almasrifah