KALTIMPOST.ID, Pilihan jurusan kuliah terbukti memegang peranan krusial terhadap prospek karier dan tingkat keterserapan lulusannya di dunia kerja. Studi terbaru dari Federal Reserve Bank of New York (New York Fed) mengungkapkan bahwa jurusan yang mengandalkan interaksi langsung antarmanusia serta sulit digantikan oleh teknologi cenderung memiliki angka pengangguran paling minim.
Analisis yang mengutip data Biro Sensus AS terhadap 73 jurusan perguruan tinggi tersebut mencatat bahwa tingkat pengangguran rata-rata lulusan baru (usia 22–27 tahun) berada di angka 4,2 persen. Menariknya, empat dari sepuluh jurusan dengan tingkat pengangguran terendah didominasi oleh bidang pendidikan, disusul oleh layanan sosial dan keperawatan.
Daftar Jurusan Minim Pengangguran
Berikut 10 jurusan dengan tingkat pengangguran terendah berdasarkan data New York Fed:
- Pendidikan Khusus: 0,7%
- Pendidikan Lainnya: 1,1%
- Pendidikan Dasar: 1,2%
- Pertanian: 1,4%
- Bahasa Asing: 1,6%
- Geografi: 1,6%
- Teknologi Rekayasa: 1,7%
- Layanan Sosial: 1,9%
- Keperawatan: 2,1%
- Pendidikan Menengah: 2,1%
Aman Kerja vs Besaran Gaji
Meski menawarkan jaminan kerja yang relatif stabil, tingkat pengangguran yang rendah ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan besaran gaji awal. Delapan dari sepuluh jurusan di atas mencatatkan gaji awal di bawah median nasional lulusan baru (USD 58.000 per tahun). Sebagai contoh, lulusan Pendidikan Khusus rata-rata mengantongi USD 46.000, sementara Layanan Sosial sebesar USD 43.000 per tahun.
Keperawatan dan Teknologi Rekayasa menjadi pengecualian manis. Kedua bidang ini sukses memadukan risiko pengangguran rendah dengan gaji awal di atas rata-rata, masing-masing mengantongi USD 70.000 dan USD 65.000 per tahun.
Jurusan Paling Linear dengan Dunia Kerja
Riset ini juga mengukur tingkat pengangguran terselubung (underemployment)—kondisi ketika sarjana bekerja di bidang yang tidak membutuhkan gelar S1. Ketika underemployment rata-rata nasional mencapai 39,4 persen, sejumlah jurusan justru menunjukkan tingkat kesesuaian kerja (linearitas) yang sangat tinggi:
- Keperawatan: 12,8%
- Teknik Dirgantara: 14,7%
- Teknik Sipil: 15,6%
- Teknik Komputer: 15,8%
- Pendidikan Khusus: 16,0%
- Pendidikan Dasar: 16,2%
- Teknik Kimia: 17,9%
- Jasa Konstruksi: 17,9%
- Ilmu Komputer: 19,1%
- Teknik Mesin: 20,1%
Meskipun jurusan berpengaruh besar terhadap kemudahan mendapat kerja, faktor pendukung seperti pengalaman, penguasaan skill, serta lokasi industri tetap menjadi penentu utama keberhasilan karier seorang lulusan.
Editor : Ilmidza