KALTIMPOST.ID, Bagi masyarakat yang mencari informasi 25 Agustus memperingati apa dan apakah besok libur, simak ulasannya dalam artikel ini.
Besok adalah hari Selasa, 25 Agustus 2026. Dalam Kalender Hijriah, tanggal ini bertepatan dengan 12 Rabiul Awal.
Yakni, waktu datangnya hari kelahiran Rasulullah SAW, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Penetapan tanggal tersebut merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag).
Lantas, apakah besok tanggal merah?
Bagi masyarakat yang bertanya besok tanggal merah apa dan apakah libur, jawabannya merujuk pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang merupakan hari libur nasional.
Status libur nasional tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW
Selain mengenai hari libur nasional, momentum kelahiran manusia paling mulia ini menyimpan sejumlah hikmah penting.
Melansir NU Online, berikut 5 hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menurut Sayyid Muhammad al-Maliki.
1. Mengungkapkan kebahagiaan atas kelahiran Nabi sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah.
Rasa bahagia tersebut diharapkan mendorong umat untuk semakin mengenal dan mengikuti ajaran beliau.
2. Kedua, meneladani rasa syukur Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW biasa berpuasa pada hari Senin dan ketika ditanya mengenai hal tersebut, beliau menjelaskan bahwa Senin merupakan hari kelahirannya.
Hal ini menunjukkan bahwa kelahiran beliau merupakan nikmat yang patut disyukuri.
3. Ketiga, bersyukur atas rahmat Allah SWT. Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam sehingga Maulid dapat menjadi momentum untuk mengingat besarnya rahmat Allah kepada umat manusia.
4. Keempat, menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW. Melalui kisah kehidupan, akhlak, dan perjuangan Nabi, umat diharapkan semakin mengenal sosok beliau sehingga tumbuh keinginan untuk meneladaninya.
5. Kelima, menghadirkan ilmu dan kebaikan. Peringatan Maulid dapat diisi dengan pengajian, shalawat, dan kajian kehidupan Nabi.
Pada akhirnya, Maulid bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menambah ilmu, mempererat persaudaraan, dan mendorong umat memperbaiki diri. (*)
Editor : Almasrifah