KALTIMPOST.ID, Tahun ini perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada Selasa 25 Agustus.
Saat peringatan Maulid Nabi biasanya diadakan berbagai kegiatan, salah satunya lomba pidato tentang Maulid Nabi.
Bagi kamu yang ingin mencari referensi teks pidato mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW tersedia di artikel ini.
Teks pidato ini bisa kamu bawakan saat penyelenggaraan Maulid Nabi untuk memeriahkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Teks Pidato Maulid Nabi SAW 2026 Terbaru
Berikut contoh teks pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang bisa jadi referensi.
1. Pidato Maulid Nabi: Menumbuhkan Cinta Rasulullah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang terhormat para hadirin, mari kita buka dengan puji syukur kepada Allah SWT dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang berbahagia, cinta kepada Rasulullah bukan sekadar kata-kata. Bukti cinta sejati adalah mengikuti ajarannya. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga.”
Bagaimana cara mencintai Rasulullah? Pertama, dengan memperbanyak selawat. Kedua, dengan mempelajari sirah beliau sejak kecil hingga wafat. Ketiga, dengan meneladani akhlak beliau dalam keseharian.
Rasulullah adalah sosok penuh kasih, bahkan kepada musuh yang menyakitinya. Jika kita benar-benar mencintai beliau, maka kita harus berusaha menebar kasih sayang kepada sesama.
Semoga Maulid Nabi 2025 ini menumbuhkan cinta sejati kepada Rasulullah hingga kita meraih syafaat beliau.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Pidato Maulid Nabi: Mengenang Kelahiran Rasulullah
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Hadirin yang terhormat,
Mari kita bersyukur kepada Allah SWT atas anugerah terbesar-Nya, yaitu kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan pidato tentang momen bersejarah ini.
Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah (570 M). Beliau diutus Allah untuk membimbing umat manusia dengan ajaran Islam, penuh kasih sayang, dan perdamaian. Nabi Muhammad SAW bukan hanya seorang rasul, tetapi juga teladan sempurna bagi kita semua.
Beliau membawa cahaya petunjuk ke tengah masyarakat yang penuh kegelapan dan ketidakadilan, dan mengajarkan kita tentang keimanan, kasih sayang, kejujuran, dan nilai-nilai mulia lainnya.
Sebagai umat Islam, kita wajib mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan cara yang sesuai, yaitu dengan mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Marilah kita tingkatkan ibadah dan akhlak kita, serta berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Semoga kita dapat menyambut momen ini dengan penuh syukur dan keikhlasan, serta mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam setiap langkah kehidupan kita.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Pidato Maulid Nabi: Rasulullah sebagai Rahmat
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah SWT, shalawat dan salam untuk Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 107: “Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”
Rasulullah adalah rahmat bagi seluruh alam. Beliau mengajarkan kasih sayang, bahkan kepada orang yang memusuhinya. Ketika dilempari batu di Thaif, beliau tidak membalas dengan keburukan, melainkan mendoakan agar keturunan mereka beriman. Itulah teladan kasih sayang yang sejati.
Rahmat beliau tidak terbatas pada manusia, tapi juga kepada hewan dan alam. Rasulullah mengajarkan umat Islam agar tidak menyiksa hewan, tidak merusak lingkungan, dan menjaga keseimbangan hidup.
Semoga kita semua bisa meneladani kasih sayang Rasulullah.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Pidato Maulid Nabi: Meningkatkan Takwa
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, dan kesehatan sehingga kita bisa berkumpul dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, dan umat beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang berbahagia,
Peringatan Maulid Nabi sejatinya bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Beliau hidup sederhana, jujur, amanah, dan senantiasa beribadah dengan penuh keikhlasan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18: “Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wal tanzhur nafsum mā qaddamat lighadin…”
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
Melalui ayat ini, kita diajak untuk meningkatkan ketakwaan dengan memperbanyak amal kebaikan. Semoga dengan peringatan Maulid Nabi, hati kita semakin terpanggil untuk memperbaiki ibadah, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Pidato Maulid Nabi: Amalan Berjabat Tangan
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan serta pada hadirin yang telah hadir pada kesempatan ini.
Mari bersama-sama kita ucapkan syukur dan puji kepada Allah SWT atas nikmat sehat, iman yang sampai saat ini kita rasakan.
Tak lupa ucapan syukur dan terima kasih juga kita panjatkan pada junjungan kita semua, Nabi Muhammad SAW yang telah menyelamatkan umat Islam sejak zaman jahiliyah.
Selanjutnya yang hendak saya sampaikan sebagai pembicara dalam pidato Maulid Nabi pada kesempatan ini adalah mengenai amalan yang tidak akan pernah ditinggalkan oleh Nabi.
Amalan apakah itu? Amalan tersebut adalah Nabi Muhammad SAW tidak pernah melepaskan jabat tangan sebelum sahabat beliau yang melepaskan terlebih dahulu.
Mengapa begitu? Sebab, menurut para ulama, berjabat tangan adalah salah satu cara untuk merontokkan dosa atau amalan buruk yang telah kita perbuat kepada seseorang.
Oleh sebab itu, marilah bapak dan ibu semuanya, jangan sampai kita memutus tali silaturahmi atau berjabat tangan dalam perayaan Maulid Nabi pada tahun ini. Mungkin cukup dahulu dari saya.
Terima kasih atas perhatian dan kehadiran Anda semua.
Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
6. Pidato Maulid Nabi: Ajaran Nabi Menjaga Silaturahmi
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan sehingga kita bisa hadir bersama di majelis Maulid Nabi yang penuh berkah ini. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Teman-teman dan hadirin yang bahagia, Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat menyayangi sesama dan selalu menjaga tali silaturahmi. Beliau mengajarkan bahwa menjaga hubungan baik dan persaudaraan sesama manusia adalah perintah agama yang sangat mulia.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 1:
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasimu."
Di era modern ini, mari kita teladani Rasulullah SAW dengan menyapa tetangga, menjenguk kerabat yang sakit, saling memaafkan, serta menjauhi sifat saling bermusuhan.
Semoga melalui peringatan Maulid Nabi ini, tali silaturahmi di antara kita semakin erat dan membawa keberkahan bagi kehidupan kita bersama. Sekian dari saya, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. Terima kasih atas perhatian seluruh hadirin.
7. Pidato Maulid Nabi: Kedermawanan dan Kegemaran Bersedekah
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT, dan shalawat serta salam semoga selalu terlimpah kepada Rasulullah SAW, keluarga, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin wal hadirat, Rasulullah SAW adalah manusia paling dermawan. Sahabat menggambarkan bahwa kedermawanan beliau melebihi angin yang bertiup kencang, terutama saat berbagi makanan dan membantu orang-orang yang sedang membutuhkan.
Allah SWT memuji orang-orang yang gemar berbagi dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji....”
Mari jadikan peringatan Maulid ini sebagai dorongan untuk melatih kepedulian sosial kita dengan rutin bersedekah kepada anak yatim, fakir miskin, dan sesama yang membutuhkan.
Demikian pesan singkat mengenai kedermawanan Rasulullah SAW yang dapat saya sampaikan. Semoga kita semua tergerak untuk menjadi pribadi yang lebih dermawan dan peduli terhadap sesama.
Terima kasih atas perhatiannya, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyampaian.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.