Antigagal! Step by Step Membentuk Snake Plant Spiral Sempurna Hanya dengan Botol Bekas

Almasrifah • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:01 WIB
LEBIH UNIK: Tahapan membentuk tanaman hias snake plant spiral menggunakan botol. (howtogrowandtips.com)
LEBIH UNIK: Tahapan membentuk tanaman hias snake plant spiral menggunakan botol. (howtogrowandtips.com)

KALTIMPOST.ID, Tanaman lidah mertua atau Snake Plant selama ini identik dengan daun yang tumbuh tegak dan kaku.

Namun, dengan teknik pembentukan yang dilakukan secara perlahan, tanaman hias ini bisa diarahkan mengelilingi botol hingga menghasilkan bentuk spiral yang unik dan menarik.

Metode ini dapat menjadi pilihan bagi penghobi tanaman yang ingin menghadirkan dekorasi hidup berbeda di dalam rumah.

Selain memberikan kesan lebih tinggi, bentuk spiral juga menciptakan tekstur dan tampilan seperti sebuah karya seni alami.

Agar tidak merusak tanaman, prosesnya harus dilakukan bertahap dengan memperhatikan kondisi daun, media tanam, pencahayaan, hingga waktu pelepasan penyangga.

Baca Juga: Ini 7 Pohon Peneduh Rumah Tahan Kemarau, Estetik, dan Akar Tidak Merusak Bangunan

1. Pilih Snake Plant yang Tepat

Tidak semua lidah mertua cocok untuk metode ini. Pilih tanaman muda yang memiliki beberapa daun panjang, sehat, dan cukup lentur.

Beberapa varietas yang dapat dipertimbangkan antara lain Sansevieria trifasciata ‘Laurentii’, Sansevieria zeylanica, ‘Black Coral’, dan ‘Futura Superba’.

Sebaliknya, jenis kerdil seperti ‘Hahnii’ kurang cocok karena ukuran daunnya terlalu pendek untuk dililitkan mengelilingi botol.

2. Tentukan Botol Cetakan

Siapkan botol plastik yang bersih, halus, ringan, dan cukup kokoh. Botol akan menjadi kerangka sementara untuk mengarahkan pertumbuhan daun.

Tinggi botol sebaiknya menyesuaikan tinggi tanaman, sedangkan diameternya menentukan karakter spiral.

Botol berdiameter kecil menghasilkan lilitan lebih rapat, sementara botol yang lebih besar memberikan lengkungan yang lebih lebar.

Botol transparan dapat menjadi pilihan karena relatif tidak mencolok ketika berada di antara daun.

3. Persiapkan Tanaman sebelum Dibentuk

Jangan langsung menekuk daun begitu alat tersedia. Siram tanaman secara ringan sekitar satu atau dua hari sebelum proses pembentukan.

Kondisi daun yang cukup terhidrasi cenderung lebih mudah diarahkan dibandingkan daun yang sangat kering.

Bersihkan debu menggunakan kain lembut dan singkirkan daun yang rusak atau mati. Setelah itu, tempatkan botol secara tegak di tengah pot dan pastikan posisinya tidak mudah bergeser.

Baca Juga: Kemarau Panjang Bikin Tubuh Rentan! Suplemen Bukan Jalan Pintas, Ini 3 Cara Tingkatkan Imunitas

4. Mulai Melilitkan Daun dari Bagian Luar

Foto: howtogrowandtips.com
Foto: howtogrowandtips.com

Pilih daun terpanjang yang paling lentur dan mulai arahkan mengelilingi botol. Lakukan satu per satu dengan gerakan perlahan sehingga terbentuk lengkungan yang halus.

Jangan berusaha langsung menghasilkan spiral yang rapat. Daun lidah mertua yang ditekuk terlalu tajam dapat mengalami retakan dan kerusakan permanen.

5. Gunakan Pengikat yang Aman

Foto: howtogrowandtips.com
Foto: howtogrowandtips.com

Setelah daun berada pada posisi yang diinginkan, gunakan tali tanaman yang lembut, pita kain, atau potongan kain untuk menahannya.

Beberapa ikatan ringan lebih aman dibandingkan satu ikatan yang sangat kuat. Sisakan ruang agar daun tetap dapat tumbuh.

Periksa pengikat secara berkala karena daun akan mengalami perubahan ukuran selama proses pembentukan.

Jika mulai meninggalkan bekas atau menekan permukaan daun, segera longgarkan.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Asap Karhutla! Ini 6 Tanda Tubuh Sudah Kewalahan dan Cara Mengantisipasi

6. Lakukan Pembentukan Bertahap

Foto: howtogrowandtips.com
Foto: howtogrowandtips.com

Setelah daun pertama berhasil diarahkan, lanjutkan ke daun berikutnya. Tidak perlu semua daun dibuat memiliki lengkungan yang sama.

Beberapa daun dapat dibiarkan lebih longgar atau disilangkan untuk menghasilkan tampilan yang menyerupai anyaman.

Proses ini membutuhkan waktu karena tanaman perlu beradaptasi. Hindari mengejar bentuk spiral yang terlalu ekstrem karena lengkungan yang lebih natural justru mengurangi risiko daun patah.

7. Berikan Waktu hingga Bentuk Stabil

Selama masa pembentukan, letakkan Snake Plant di tempat dengan pencahayaan terang yang stabil, tetapi hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu terik.

Periksa tanaman secara berkala dan jangan buru-buru melepas botol.

Setelah beberapa bulan, coba lepaskan atau longgarkan pengikat untuk melihat apakah daun mampu mempertahankan bentuknya.

Jika daun kembali tegak secara signifikan, pasang kembali penyangga dan beri waktu lebih lama.

Baca Juga: Sering BAB Sambil Main HP? Nyaman Bikin Betah, Padahal Ambeien Mengintai

8. Lepaskan Botol dan Lanjutkan Perawatan

Foto: howtogrowandtips.com
Foto: howtogrowandtips.com

Jika daun sudah mampu mempertahankan bentuk spiral, lepaskan pengikat secara perlahan. Botol kemudian dapat ditarik ke atas dengan hati-hati, bukan diputar paksa di antara daun.

Namun, botol juga boleh dibiarkan tersembunyi sebagai penyangga permanen jika diperlukan.

Setelah proses selesai, kembali lakukan perawatan normal dengan media tanam yang memiliki drainase baik dan penyiraman secukupnya. (*)

Editor : Almasrifah
snake plant twisted snake plant tanaman lidah mertua cara bentuk snake plant snake plane spiral