KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Komitmen dalam sebuah hubungan kerap diidentikkan dengan pernyataan cinta, perayaan hari jadi, hingga unggahan romantis di media sosial. Namun, keseriusan seseorang sebenarnya lebih tecermin dari pola perilaku konsisten yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
Merujuk riset Daniel J. Weigel dan Deborah S. Ballard-Reisch (2002) dalam jurnal Relationships yang dilansir Psychology Today, komitmen sejati paling terlihat dari cara seseorang memperlakukan pasangannya, terutama saat menghadapi situasi sulit.
Penelitian tersebut memetakan 7 indikator utama untuk mengukur komitmen pasangan:
-
Kasih Sayang dan Dukungan: Ditunjukkan lewat ucapan hangat, sentuhan fisik sederhana, serta dukungan emosional maupun praktis di masa sulit.
-
Integritas: Memegang teguh kejujuran, kesetiaan, dan komitmen menepati janji sehingga tindakan selalu sejalan dengan perkataan.
-
Mengutamakan Kebersamaan: Memperkuat ikatan emosional melalui pengalaman dan rutinitas harian bersama, tanpa harus selalu berbiaya mahal.
-
Komunikasi dan Solusi Bersama: Mau tetap terbuka saat konflik dan memandang masalah sebagai hal yang harus diselesaikan bersama, bukan ajang saling menjatuhkan.
-
Rasa Hormat dan Kehangatan: Saling menghargai meski sedang berbeda pendapat, serta menyelipkan humor untuk mencairkan suasana berat.
-
Rencana Masa Depan: Memasukkan pasangan ke dalam proyeksi jangka panjang, seperti rencana karier, keuangan, hingga tempat tinggal.
-
Penegasan Verbal: Menjelaskan kepastian dan rasa menghargai pasangan secara langsung untuk membangun rasa aman secara emosional.
Psikolog Mark Travers menekankan bahwa indikator ini bukan menuntut kesempurnaan tanpa cela dari pasangan. Menurutnya, dinamika hubungan pasti memiliki pasang surut.
"Konsistensi dan kemauan untuk terus membuat hubungan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu justru menjadi tanda penting dari komitmen seseorang," jelas Travers.(*)
Editor : Thomas Priyandoko