Anak Tidur Ngorok Setiap Malam? Jangan Diabaikan, Kenali Penyebab dan Tanda Bahayanya

Hernawati • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:49 WIB
Tidur ngorok pada anak.
Tidur ngorok pada anak.

KALTIMPOST.ID, Suara ngorok pada anak mungkin masih dianggap sepele bagi orang tua. Namun, Anda perlu memperhatikan bila kebiasaan mengorok hampir setiap kali tidur karena dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan.

Kebiasaan mengorok bisa jadi tanda adanya gangguan pernapasan saat tidur, salah satunya obstructive sleep apnea (OSA).

Kondisi ini terjadi saat saluran napas menyempit atau tersumbat, sehingga aliran udara terganggu dan napas dapat berhenti beberapa kali selama tidur.

Walaupun begitu, anak yang mengorok belum tentu mengalami sleep apnea. Ada sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan anak mengorok saat tidur.

Sebab Anak Mengorok

1.  Amandel dan adenoid membesar

Pembesaran amandel dan adenoid, yakni jaringan yang berada di belakang hidung, merupakan salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan gangguan pernapasan saat tidur pada anak.

Ketika kedua jaringan tersebut membesar, saluran napas menjadi lebih sempit, terutama saat anak tidur.

Kondisi ini menyebabkan suara ngorok dan pada sebagian anak memicu gangguan pernapasan saat tidur.

2.  Berat badan berlebih atau obesitas

Berat badan berlebih juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan saat tidur. Jaringan di sekitar saluran napas dapat membuat saluran tersebut lebih mudah menyempit ketika anak tidur.

Karena itu, kondisi berat badan juga perlu menjadi perhatian apabila anak memiliki kebiasaan mengorok.

3.  Kelainan bentuk wajah atau saluran napas

Beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan saat tidur, termasuk kelainan bentuk wajah atau tengkorak.

Selain itu, gangguan pada otot dan saraf yang berperan dalam proses pernapasan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan napas saat tidur.

4.  Hidung tersumbat atau infeksi saluran pernapasan

Pilek dan infeksi saluran pernapasan dapat menyebabkan hidung tersumbat. Akibatnya, anak lebih sulit bernapas melalui hidung dan cenderung bernapas melalui mulut saat tidur.

Kondisi tersebut dapat membuat anak lebih mudah mengorok. Biasanya, suara ngorok akibat hidung tersumbat akan berkurang setelah pilek atau infeksi mereda.

Tanda Anak Perlu Diperiksa

Orang tua sebaiknya tidak hanya menilai keras atau tidaknya suara ngorok.

Pola napas dan perilaku anak saat tidur dapat memberikan petunjuk yang lebih penting tentang kemungkinan gangguan pernapasan.

Sejumlah tanda yang perlu diamati saat anak tidur meliputi:

1.   Mengorok hampir setiap tidur, bukan hanya ketika pilek.

2.   Ada jeda ketika anak bernapas.

3.   Anak tiba-tiba tersentak atau terlihat terengah-engah.

4.   Tidur gelisah.

5.   Anak sering bernapas melalui mulut.

6.   Anak sulit berkonsentrasi atau mengalami perubahan perilaku.

7.   Pertumbuhan anak tidak optimal.

Jeda napas, tersentak, atau terengah-engah saat tidur dapat menunjukkan adanya gangguan aliran udara.

Sementara itu, sulit berkonsentrasi dan perubahan perilaku dapat menjadi tanda bahwa kualitas tidur anak terganggu.

Jika beberapa tanda tersebut muncul, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah ngorok hanya bersifat sementara atau berhubungan dengan gangguan pernapasan kala tidur.

 

Editor : Hernawati
penyebab ngorok ngorok tidur ngorok anak tidur ngorok