KALTIMPOST.ID, Mencintai Rasulullah SAW adalah perkara yang mudah diucapkan, tetapi tidak selalu mudah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah kesibukan dan berbagai perubahan zaman, hubungan seorang Muslim dengan teladan terbaik umat ini perlu terus dirawat.
Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW semestinya tidak berhenti pada perasaan, tetapi tumbuh menjadi sikap dan perilaku yang nyata.
Karena itu, penting bagi kita untuk kembali memahami bagaimana seharusnya seorang Muslim menempatkan Rasulullah SAW dalam kehidupannya.
Naskah khutbah Jumat berikut mengajak kita merenungkan kembali makna cinta kepada Rasulullah SAW dan bagaimana membuktikannya melalui kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat Terbaru, 28 Agustus 2026: Tiga Keutamaan Menunaikan Salat Jumat
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Dari mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad saw, sosok penyempurna akhlak dan rahmat bagi semesta alam.
Jamaah Shalat Jumat yang Dimuliakan Allah,
Mencintai Nabi Muhammad saw bukan sekadar klaim di bibir atau ungkapan emosional sesaat, melainkan sebuah kewajiban agama yang menjadi indikator kesempurnaan iman seseorang.
Rasulullah saw bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Artinya: “Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari & Muslim)
Para ulama klasik dari mazhab Imamuna Syafi’I telah memetakan secara terperinci bagaimana manifestasi nyata dari rasa cinta (mahabbah) kepada Rasulullah saw.
Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat, 28 Agustus 2026: Mengambil Teladan dari Kepemimpian Rasulullah yang Amanah
Mengikuti Sunnah dan Menjaga Syariat Beliau (Al-Ittiba’) Kunci utama bukti cinta adalah ketundukan untuk mengikuti ajaran beliau.
Imam An-Nawawi dalam kitab monumental beliau, Syarh Shahih Muslim, menjelaskan hakikat mencintai Nabi saw:
حُبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَجَسَّدُ بِمَنْ يَنْصُرُ دِينَهُ، وَيُدَافِعُ عَنْ سُنَّتِهِ، وَيُحَافِظُ عَلَى شَرِيعَتِهِ وَيَحْرِصُ عَلَى الِاقْتِدَاءِ بِأَخْلَاقِهِ وَسُلُوكِهِ
Artinya: “Cinta kepada Rasulullah saw diwujudkan dengan menolong agama-Nya, membela sunnah-sunnah-Nya, melestarikan syariat-Nya, serta berkeinginan kuat untuk senantiasa meneladani akhlak dan perilaku beliau.”
Seseorang yang mengaku mencintai Nabi tentu tidak akan sengaja meremehkan syariat yang dibawa oleh beliau, baik dalam aspek ibadah, muamalah, maupun akhlak harian.
Memperbanyak Membaca Salawat dan Menyebut Nama Beliau Indikator sederhana dari rasa cinta adalah seringnya bibir menyebut nama yang dicintai. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menegaskan bahwa memperbanyak membaca shalawat merupakan tanda kuatnya hubungan batin seorang hamba dengan Rasulullah saw.
Membaca shalawat baik melalui pujian-pujian madah, pembacaan kitab Mawlid, maupun zikir harian menjadi sarana efektif untuk menghidupkan rasa rindu kepada beliau di dalam dada.
Mencintai Ahlul Bait, Para Sahabat, dan Ulama Penerus Beliau Mencintai Nabi SAW juga mencakup mencintai orang-orang yang dicintai oleh beliau. Imam Al-‘Izz bin ‘Abdissalam dalam kitab Bidayatus Sul fi Tafdhil ar-Rasul menerangkan bahwa penghormatan kepada Rasulullah SAW menjadi sempurna ketika seorang mukmin menyambung rasa cinta kepada: Ahlul Bait (keluarga suci Nabi), Para Sahabat yang memperjuangkan dakwah Islam. Para Ulama dan Kiai yang menjadi pewaris para nabi (warasatul anbiya’)
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat, 28 Agustus 2026: Peringatan Allah bagi Mereka yang Merusak Alam
Mengagungkan ilmu dan menaruh rasa hormat kepada ulama yang menjaga sanad keilmuan hingga Rasulullah SAW adalah bagian tidak terpisahkan dari mahabbatur rasul.
Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullaah,
Marilah kita jadikan momentum peringatan maulid Nabi Muhammad saw sebagai momentum untuk memperbarui rasa cinta kita kepada Rasulullah saw, tidak hanya melalui puji-pujian, tetapi juga dengan meneladani keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِࣖ بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِندُونِيسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Sumber : jateng.nu.or.id