Jangan Buru-buru Bantu Anak, Ini 4 Kebiasaan Orang Tua Baik untuk Perkembangan Anak

Ari Arief • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:08 WIB
Ilustrasi cara pengasuhan positif untuk membangun kemandirian anak.(generate ai)
Ilustrasi cara pengasuhan positif untuk membangun kemandirian anak.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Niat orang tua membantu anak saat menghadapi kesulitan sering kali bermaksud baik. Namun, terlalu cepat turun tangan menyelesaikan masalah justru berisiko merampas kesempatan anak untuk belajar mandiri dan membangun ketangguhan diri.

Pakar psikologi anak menilai ada beberapa kebiasaan yang kerap dianggap kelemahan atau dihindari orang tua, padahal berdampak sangat positif bagi tumbuh kembang buah hati.

1. Jujur Mengakui Kesalahan di Depan Anak

Psikolog klinis Rachel Rengifo menjelaskan bahwa ketika orang tua berani meminta maaf secara tulus dan membenahi kekeliruan, anak belajar tentang tanggung jawab serta kerendahan hati. Orang tua juga tak perlu ragu mengakui bila tidak tahu jawaban atas pertanyaan anak.

"Cara seperti mengajak anak mencari tahu jawaban bersama menunjukkan pentingnya rasa ingin tahu dan kemampuan mencari solusi," terang Rengifo. Psikolog anak Sarah Suria menambahkan, kebiasaan ini mengajarkan anak bahwa kesalahan adalah bagian alami dari proses belajar, bukan hal yang harus ditakuti.

2. Membiarkan Anak Merasakan Bosan

Saat anak bosan, orang tua cenderung buru-buru mencarikan kegiatan. Padahal, menurut Dr. Suria, waktu kosong tanpa struktur memberikan ruang bagi anak untuk melatih kreativitas dan inisiatif. Lewat rasa bosan, anak belajar menciptakan hiburan serta menentukan kegiatannya sendiri tanpa bergantung pada orang dewasa.

3. Tetap Tenang di Bawah Tekanan

Sikap tenang orang tua saat menghadapi kondisi stres menjadi regulasi emosi bagi anak. Psikolog klinis Becky Fenton menyebutkan, respons tenang membantu menstabilkan sistem saraf dan meredakan situasi, sekaligus memberi teladan nyata bagi anak dalam mengelola emosi ketika diterpa masalah.

4. Mengizinkan Anak Menghadapi Kesulitan

Membiarkan anak menyelesaikan tantangan kecil—seperti mengambil mainan yang sulit dijangkau atau berbicara sendiri kepada pelatihnya—menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri.

"Pengalaman mengatasi kesulitan kecil mengajarkan anak bahwa mereka mampu melakukan hal-hal yang sulit," pungkas Dr. Rengifo. Dengan tidak selalu pasang badan, orang tua justru sedang membentuk ketangguhan dan mental mandiri pada anak untuk masa depannya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
positif anak orang tua