Dokter Tirta Imbau Cara Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ikuti 4 Langkah Ini

Hernawati • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:44 WIB
Ilustrasi abu vulkanik.
Ilustrasi abu vulkanik.

KALTIMPOST.ID, Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026, membawa dampak yang mulai dirasakan warga di luar kawasan Selat Sunda.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebaran abu vulkanik dari erupsi tersebut sudah mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat per Minggu (6/9) pagi, dengan sebaran teramati pada ketinggian 20.000-50.000 kaki. 

Masyarakat yang terdampak abu vulkanik Krakatau perlu mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan, terutama saluran pernapasan.

Dokter Tirta membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

1.  Pakai Masker saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Dokter Tirta menyarankan masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, meskipun abu yang terlihat tipis.

"Kebetulan dulu saya pernah terdampak dari abu Gunung Kelud ya, abu Gunung Merapi. Nah, yang pertama adalah kalian kalau ke mana-mana aktivitas outdoor, walaupun abunya tipis, itu harus memakai masker," kata Tirta dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dr.tirta.

Menurut Tirta, abu vulkanik yang terlalu sering terhirup dapat menyebabkan reaksi alergi dan gangguan pada saluran pernapasan bagian atas.

Pada kondisi parah, paparan tersebut bahkan dapat menyebabkan bronkitis.

"Kenapa? Karena abunya itu kalau terhirup terlalu sering ke dalam saluran pernapasan, itu bisa menyebabkan reaksi alergi dan bisa menyebabkan gangguan saluran pernapasan bagian atas. Bahkan, pada kondisi parah bisa menyebabkan bronkitis," ujarnya.

2.  Jangan Menyapu Abu Vulkanik

Cara membersihkan abu vulkanik di rumah dan halaman juga perlu diperhatikan.

Dr. Tirta mengingatkan masyarakat agar tidak menyapu abu secara langsung karena dapat membuatnya kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.

"Yang kedua adalah kalau kalian mau bersihin abu yang ada di rumah, di halaman, jangan disapu beneran, itu tambah terbang, tambah sesak napas dan batuk-batuk," ujar Tirta.

Dia menyarankan abu yang menempel di permukaan rumah dan halaman dibersihkan menggunakan air.

3.  Bersihkan Wajah bila Terkena Abu

Bila abu vulkanik Krakatau mengenai wajah, Tirta menyarankan segera membersihkannya menggunakan pembersih wajah.

"Terus yang ketiga, kalau kena muka, itu segera gunakan facial wash yang proper. Jangan langsung kegesek, karena bisa baret-baret, serius, coy," tambahnya.

4.  Pilih Olahraga Indoor

Masyarakat yang terbiasa berolahraga di luar ruangan juga disarankan beralih ke aktivitas indoor. Hal ini dilakukan untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang dapat terhirup saat berolahraga.

"Terus buat teman-teman yang hobi berolahraga outdoor, diganti dulu di indoor ya. Daripada Anda berisiko terhirup abu vulkanik semakin banyak," ujar Tirta.

Namun, bagi mereka yang tetap ingin berolahraga di luar ruangan, penggunaan masker dapat menjadi pilihan.

"Kecuali Anda olahraga outdoor yang mau pakai masker. Itu aja kalau dari saya, salam sehat dan tetap stay safe," pungkasnya.

Editor : Hernawati
vulkanik dokter tirta anak krakatau