KALTIMPOST.ID - Abu vulkanik yang berjatuhan setelah erupsi gunung api tak hanya mengganggu aktivitas warga. Material tersebut juga bisa berdampak pada tanaman di sekitar wilayah terdampak.
Tanaman terkena abu vulkanik dapat mengalami gangguan karena permukaan daun tertutup partikel abu. Kondisi ini membuat tanaman lebih sulit menerima cahaya matahari yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi.
Namun, bukan berarti setiap tanaman yang terkena abu vulkanik akan langsung mati. Tingkat kerusakan sangat bergantung pada banyaknya abu yang menempel, jenis tanaman, serta berapa lama tanaman terpapar.
Baca Juga: Tips Memilih Susu Formula Anak: Perhatikan Komposisi Utama hingga Proses Pengolahan
Daun Bisa Mengering hingga Rontok
Salah satu dampak abu vulkanik yang paling mudah terlihat terdapat pada bagian daun. Lapisan abu dapat menghalangi cahaya matahari dan mengganggu pertukaran udara pada daun.
Jika paparan cukup berat, daun tanaman dapat mengalami perubahan warna, mengering, layu, hingga akhirnya rontok.
Partikel abu juga dapat memiliki permukaan kasar. Karena itu, gesekan pada daun yang tertutup abu berpotensi menyebabkan kerusakan pada permukaannya.
Dampak abu vulkanik tidak berhenti pada bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah. Abu yang menumpuk cukup tebal dapat mengubah kondisi tanah di sekitar akar.
Perubahan tersebut dapat memengaruhi pergerakan air dan udara di dalam tanah. Tanaman muda dengan sistem akar yang belum kuat dapat lebih rentan mengalami gangguan.
Meski begitu, material vulkanik juga membawa sejumlah mineral yang dalam kondisi tertentu dapat memberikan tambahan unsur pada tanah dalam jangka panjang.
Artinya, tanaman terkena abu vulkanik tidak otomatis menjadi lebih subur setelah erupsi. Kondisi tanah, karakter abu, dan ketebalan endapan tetap menjadi faktor penting.
Baca Juga: Honda CT125 Ganti 'Baju' dengan Warna Baru, Motor Bebek Termahal di Indonesia Dibanderol Rp83,5 Juta
Persoalan lain dapat muncul ketika abu vulkanik yang menempel pada tanaman terkena air hujan.
Endapan abu yang basah menjadi lebih berat sehingga dapat memberikan beban tambahan pada daun, ranting, dan batang. Tanaman yang berukuran kecil atau memiliki struktur lemah bisa lebih mudah mengalami kerusakan.
Karena itu, kondisi tanaman perlu diperhatikan terutama setelah hujan turun di wilayah yang sebelumnya terkena abu erupsi.
Tanaman yang Terkena Abu Belum Tentu Mati
Kabar baiknya, tanaman terkena abu vulkanik dalam jumlah ringan masih memiliki peluang untuk kembali tumbuh ketika kondisi lingkungan membaik.
Untuk tanaman di halaman atau pekarangan rumah, abu yang menempel pada daun dapat dibersihkan secara perlahan menggunakan air bersih. Pembersihan dilakukan setelah kondisi di sekitar rumah dinyatakan aman.
Hindari menggosok daun terlalu keras karena abu dapat bersifat kasar dan justru merusak permukaan daun.
Jika lapisan abu sangat tebal, kondisi tanaman sebaiknya dipantau secara berkala. Bagian yang mengalami kerusakan berat dapat ditangani setelah lingkungan benar-benar aman untuk beraktivitas.
Baca Juga: Bukan Cuma untuk Militer, Mobil Nasional Buatan Pindad Bakal Bisa Dibeli Publik pada Akhir 2028
Ini yang Menentukan Tingkat Kerusakan Tanaman
Beberapa faktor yang menentukan dampak abu vulkanik terhadap tanaman antara lain:
1. Ketebalan endapan abu
Semakin tebal abu yang menutupi tanaman, semakin besar potensi gangguan pada daun dan bagian tanaman lainnya.
2. Jenis tanaman
Setiap tanaman memiliki tingkat ketahanan yang berbeda terhadap paparan abu.
3. Lama paparan
Tanaman yang terus terpapar abu dapat mengalami tekanan lebih besar dibandingkan tanaman yang hanya terkena paparan ringan.
4. Kondisi tanah
Abu yang menumpuk di sekitar akar dapat mengubah kondisi tanah dan memengaruhi ketersediaan air serta udara.
5. Kondisi setelah erupsi
Hujan, angin, dan penumpukan abu lanjutan dapat memengaruhi kondisi tanaman setelah erupsi.
Dengan demikian, dampak abu vulkanik terhadap tanaman tidak bisa disamaratakan. Ada tanaman yang mengalami kerusakan berat, tetapi ada pula yang masih dapat bertahan dan pulih.
Yang terpenting, penanganan tanaman dilakukan setelah kondisi sekitar aman dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa tanaman telah mati hanya karena daunnya tertutup abu.***
Editor : Dwi Puspitarini