Khutbah Jumat Terbaru, 11 September 2026: Di Tengah Kekeringan, Mari Mengukur Kembali Syukur Kita

Almasrifah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:26 WIB
Teks khutbah Jumat, 11 September 2026. (ai/chatgpt)
Teks khutbah Jumat, 11 September 2026. (ai/chatgpt)

KALTIMPOST.ID, Musim kemarau menjadi momentum untuk kembali menyadari pentingnya menjaga nikmat air. Khutbah Jumat kali ini mengajak umat memperkuat ketakwaan sekaligus tidak berlebihan dalam menggunakan air.

Melalui naskah Khutbah Jumat ini, jamaah diajak memahami bahwa air merupakan nikmat Allah SWT yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan, sehingga harus dijaga dan digunakan secara bijak.

Pembahasan khutbah Jumat terbaru ini juga menyoroti kepedulian kepada sesama, terutama membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Baca Juga: Khutbah Jumat Sound Horeg, 11 September 2026: Di Balik Suara Menggelegar, Ada Ketenangan Terusik

Dengan gaya penyampaian yang padat dan mudah dipahami, khutbah Jumat singkat ini mengingatkan pentingnya memperbanyak istighfar, menjaga lingkungan, serta memohon turunnya hujan yang membawa keberkahan.

Simak naskah khutbah Jumat terbaru berikut yang mengangkat tema menjaga nikmat air, menghindari pemborosan, dan memperkuat doa di tengah kondisi kekeringan.

Khutbah I

 الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَجَعَلَ الْمَاءَ أَصْلَ الْحَيَاةِ وَسَبَبًا لِبَقَاءِ الْمَخْلُوقَاتِ .أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ . أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيرِ، الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَمِنْ اٰيٰتِهٖ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَّطَمَعًا وَّيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَيُحْيٖ بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ  

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat rahimakumullah,

Pada momentum khutbah Jumat kali ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya diwujudkan melalui ibadah ritual, tetapi juga melalui bagaimana kita memperlakukan berbagai nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada kita. Di antara nikmat Allah yang sangat besar, tetapi sering kita lupakan adalah nikmat air.  

Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat, 11 September 2026: Di Hadapan Gunung yang Bergejolak, Siapakah Kita?

Saat ini kita sedang menghadapi musim kemarau. Di sejumlah tempat, hujan semakin jarang turun. Sumber-sumber air mulai berkurang, sumur mulai mengering, tanah menjadi tandus dan sebagian masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi ini hendaknya menjadi peringatan sekaligus bahan muhasabah bagi kita semua. Allah SWT berfirman:  

 وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ  

Artinya: “Dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al-Anbiya: 30)  

Air adalah benda yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia membutuhkannya untuk minum, memasak, mandi, bersuci dan memenuhi berbagai kebutuhan lainnya. Tumbuhan membutuhkan air untuk tumbuh. Hewan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Karena itu, air bukan sekadar benda yang keluar dari keran. Air adalah nikmat Allah dan amanah yang harus dijaga.  

Sebagai makhluk yang memiliki kemampuan paling besar untuk mengeksploitasi alam, kita menjadi makhluk yang paling bertanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan air bagi seluruh makhluk hidup. Jangan sampai kita menjadi generasi yang menikmati air, tetapi justru merusak sumber-sumber air. Jangan sampai kita meminta hujan kepada Allah, tetapi pada saat yang sama kita membuang-buang air dan merusak lingkungan.  

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat rahimakumullah,

Dalam Islam, kita diajarkan untuk memperhatikan soal penggunaan air. Allah SWT berfirman:  

 وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ  

Artinya: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A'raf: 31).  

Dari ayat ini kita diajarkan untuk tidak boros dan berlebih-lebihan dalam menggunakan air, termasuk saat menggunakannya untuk kepentingan ibadah seperti wudhu dan mandi.  

Imam An-Nawawi dalam kitab Khulashatul Ahkam fi Muhimmatis Sunan wa Qawa'idil Islam menyebutkan sebuah hadits peringatan Rasulullah kepada orang yang sedang berwudhu:  

 قال لمتوضِّئٍ: لَا تُسْرِفْ  

Artinya: “Rasulullah SAW berkata kepada seorang yang sedang berwudhu: ‘Jangan berlebihan.’”  

Rasulullah juga telah memberikan teladan bagaimana menggunakan air sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Anas RA:  

 كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ، وَيَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ  

Artinya: “Rasulullah SAW mandi menggunakan air sebanyak satu sha‘ hingga lima mud, sedangkan untuk berwudhu beliau menggunakan satu mud.” (Muttafaq 'alaih).  

Dalam riwayat lain dari Ummu ‘Imarah Al-Anshariyah RA disebutkan:  

 أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَوَضَّأَ بِإِنَاءٍ فِيهِ قَدْرُ ثُلُثَيْ مُدٍّ  

Artinya: “Bahwa Nabi Muhammad SAW berwudhu dengan sebuah wadah yang berisi air sekira dua pertiga mud.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i dengan sanad hasan).  

Syekh Muhammad Nawawi Banten dalam kitab Qûtul Habîbil Gharîb, Tausyîh ‘alâ Fathil Qarîbil Mujîb juga menjelaskan:  

 وَأَمَّا مَكْرُوهَاتُ الْوُضُوءِ فَالْإِسْرَافُ فِي الْمَاءِ  

Artinya: “Adapun perkara yang dimakruhkan dalam wudhu adalah berlebihan dalam menggunakan air...”  

Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa Allah, Rasulullah, dan ulama memberikan perhatian serius terhadap penggunaan air. Perhatian ini harus kita aplikasikan dalam suasana musim kemarau seperti sekarang ini.  

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jumat rahimakumullah,

Selain masalah air, musim kemarau juga mengajarkan kepada kita tentang kepedulian kepada sesama. Ketika kita masih memiliki air, sementara saudara kita kesulitan mendapatkannya, maka bantulah mereka. Allah SWT berfirman:  

 وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ  

Artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan.” (QS. Al-Ma'idah: 2)  

Menyediakan air bersih bagi orang lain yang mengalami kekeringan adalah sedekah. Membantu mengirimkan air kepada warga yang membutuhkan adalah amal kebajikan. Jangan sampai ada saudara kita yang kesulitan mendapatkan air, sementara kita masih membiarkan air terbuang sia-sia.  

Selain ikhtiar lahir, pada kondisi kemarau seperti ini juga mari kita kuatkan ikhtiar batin dengan memperbanyak istighfar kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman tentang Nabi Nuh AS:  

 فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا  

Artinya: “Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’” (QS. Nuh: 10–11).  

Mari kita juga berdoa kepada Allah agar segera menurunkan hujan rahmat.  

 اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ غَيْثًا مُغِيثًا، هَنِيئًا مَرِيئًا، مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ  

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membawa kemudaratan.  

 اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ  

Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang berputus asa dari rahmat-Mu.  

 اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا غَيْثًا نَافِعًا مُبَارَكًا، وَاسْقِ بِهِ الْعِبَادَ وَالْبِلَادَ، وَأَحْيِ بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا  

Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan. Siramilah dengan hujan itu para hamba-Mu dan negeri-Mu, serta hidupkanlah bumi setelah kematiannya.  

 اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ، وَاسْقِنَا مِنْ فَضْلِكَ، وَلَا تُؤَاخِذْنَا بِذُنُوبِنَا  

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, rahmatilah kami dengan rahmat-Mu, dan berilah kami air dari karunia-Mu. Jangan Engkau siksa kami karena dosa-dosa kami.  

 اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مِيَاهِنَا، وَاحْفَظْ مَصَادِرَ مِيَاهِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ لِنِعَمِكَ، غَيْرَ الْمُسْرِفِينَ فِيهَا.  

Ya Allah, berkahilah air yang kami miliki, jagalah sumber-sumber air kami, dan jadikanlah kami hamba-hamba yang mensyukuri nikmat-Mu dan tidak berlebihan dalam menggunakannya.  

 اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ بِلَادَنَا، وَارْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْجَفَافَ

Ya Allah, perbaikilah keadaan kami, perbaikilah negeri kami, dan angkatlah dari kami segala musibah, kekeringan dan kesulitan.  

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ  

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى، وَنَسْأَلُكَ التَّوْفِيقَ وَالسَّدَادَ فِي جَمِيعِ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَسْتَخِيْرُونَكَ فِي أُمُوْرِهِمْ، وَيَرْضَوْنَ بِقَضَائِكَ وَقَدَرِكَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ  

*) H Muhammad Faizin, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung.

*) Khutbah Jumat ini sebelumnya telah terbit di laman NU Online dengan judul: Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam.

Editor : Almasrifah
Sumber : NU Online
Naskah Khutbah Jumat khutbah Jumat terbaru khutbah Jumat singkat khutbah jumat naskah khutbah jumat terbaru