Suami Lebih Terbuka pada Teman ketimbang Istri, Biasanya Menyimpan Alasan Psikologis Ini

Almasrifah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 08:13 WIB
Ilustrasi, laki-laki lebih terbuka menceritakan masalahnya kepada teman. (generated ai)
Ilustrasi, laki-laki lebih terbuka menceritakan masalahnya kepada teman. (generated ai)

KALTIMPOST.ID, Suami yang lebih terbuka kepada teman daripada istri tidak selalu berarti ia tidak mempercayai pasangannya.

Dalam psikologi, pilihan tempat untuk bercerita dapat dipengaruhi rasa aman, pola komunikasi, pengalaman sebelumnya, hingga kebiasaan yang terbentuk sejak lama.

Karena itu, perilaku tersebut perlu dilihat dari konteks hubungan, bukan langsung dianggap sebagai tanda keretakan rumah tangga.

Lebih Nyaman Bicara dengan Teman

Salah satu faktornya adalah pola kedekatan laki-laki dalam pertemanan.

Sebagian pria terbiasa membangun hubungan dengan teman melalui aktivitas bersama, humor, pekerjaan, olahraga, atau saling memberi saran.

Pola tersebut dapat membuat mereka merasa nyaman membicarakan persoalan tertentu tanpa harus mengungkap seluruh sisi emosionalnya.

American Psychological Association (APA) juga mencatat bahwa norma tentang maskulinitas dapat memengaruhi cara laki-laki mengekspresikan kerentanan dan membangun hubungan.

Takut Dianggap Lemah atau Diadili

Rasa takut terhadap penilaian juga bisa membuat seseorang memilih dengan siapa ia akan terbuka.

Ketika seseorang memperkirakan ceritanya akan mendapat kritik, dianggap berlebihan, atau justru memicu konflik, ia bisa memilih orang lain yang dinilai lebih aman untuk diajak berbicara.

Dalam kondisi tertentu, teman yang memiliki pengalaman serupa dapat dianggap lebih mudah memahami persoalan tanpa banyak penjelasan.

Teman dan Istri Punya Peran Berbeda

Keterbukaan kepada teman juga tidak otomatis menunjukkan bahwa posisi teman lebih penting daripada istri.

Teman bisa menjadi tempat bertukar pengalaman, mencari sudut pandang praktis, atau sekadar melepaskan beban pikiran.

Sementara itu, pasangan memiliki fungsi yang lebih luas dalam kehidupan rumah tangga.

Karena itu, seorang suami dapat memiliki ruang cerita dengan teman tanpa berarti mengurangi rasa percaya kepada istrinya.

Ketika Komunikasi dengan Istri Mulai Tertutup

Yang perlu diperhatikan justru ketika pola tersebut berlangsung terus-menerus.

Penelitian mengenai pasangan menunjukkan bahwa keterbukaan dan komunikasi mengenai persoalan pribadi berkaitan dengan kualitas hubungan.

Studi terhadap pasangan menikah menemukan hubungan antara keterbukaan mengenai persoalan yang dihadapi dan kepuasan dalam perkawinan.

Jika seluruh persoalan penting selalu dibicarakan dengan teman sementara pasangan justru tidak pernah dilibatkan, kondisi tersebut layak menjadi bahan evaluasi komunikasi dalam rumah tangga.

Bukan Selalu Tanda Tak Percaya Istri

Dengan demikian, suami yang lebih terbuka kepada teman daripada istri tidak bisa langsung disimpulkan sedang menyembunyikan sesuatu.

Faktor yang perlu dilihat adalah alasan di balik pilihan tersebut, jenis persoalan yang dibicarakan, serta bagaimana komunikasi pasangan secara keseluruhan.

Kehadiran teman dekat sebenarnya dapat berjalan berdampingan dengan hubungan pernikahan yang sehat.

Persoalan muncul ketika keterbukaan kepada teman berubah menjadi penutupan komunikasi dengan pasangan dalam hal-hal yang seharusnya dibicarakan bersama. (*)

Editor : Almasrifah
istri komunikasi suami terbuka psikologi