5 Kebiasaan Sepele yang Bisa Membuat Pengemudi Cepat Lelah

Ilmidza • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 20:39 WIB
Kebiasaan memicu pengemudi kelelahan.
Kebiasaan memicu pengemudi kelelahan.

KALTIMPOST.ID, Berkendara dalam durasi panjang tentu membutuhkan energi dan konsentrasi. Namun, kelelahan saat berada di balik kemudi tidak selalu disebabkan oleh jarak perjalanan yang jauh atau kondisi lalu lintas yang padat.

Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sederhana selama berkendara juga dapat membuat tubuh lebih cepat terasa lelah. Jika terus dilakukan, kondisi tersebut bisa mengganggu kenyamanan dan menurunkan kemampuan pengemudi dalam mempertahankan fokus.

Karena itu, penting untuk memperhatikan kebiasaan kecil yang dilakukan selama perjalanan. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar tubuh tetap nyaman dan konsentrasi terjaga.

1. Mempertahankan Posisi Duduk Terlalu Lama

Berada dalam posisi duduk yang sama selama berjam-jam dapat membuat tubuh terasa kaku. Bagian seperti punggung, leher, bahu, dan kaki dapat mengalami ketegangan karena hampir tidak mendapatkan pergerakan.

Kondisi tersebut bisa semakin parah apabila posisi kursi tidak disesuaikan dengan postur pengemudi. Kursi yang terlalu tinggi atau rendah, sandaran yang kurang tepat, maupun posisi setir yang terlalu jauh dapat membuat otot bekerja lebih keras.

Sebelum mulai berkendara, luangkan waktu untuk mengatur posisi kursi dan setir agar terasa nyaman. Ketika berhenti di rest area atau lokasi yang aman, manfaatkan waktu tersebut untuk turun dari kendaraan dan melakukan peregangan ringan.

2. Sering Mengalihkan Pandangan ke Ponsel

Menggunakan ponsel ketika mengemudi merupakan distraksi yang dapat membahayakan keselamatan. Bahkan sekadar melihat notifikasi dalam waktu singkat membuat perhatian harus berpindah dari jalan menuju layar.

Setelah itu, otak kembali harus memproses kondisi lalu lintas. Jika perpindahan perhatian seperti ini terjadi berkali-kali, beban mental selama berkendara dapat bertambah.

Sebaiknya matikan atau kurangi notifikasi yang tidak penting sebelum perjalanan dimulai. Jika membutuhkan smartphone sebagai perangkat navigasi, masukkan tujuan terlebih dahulu dan gunakan panduan suara agar tidak perlu sering melihat layar.

Yang paling penting, hindari memegang atau mengoperasikan ponsel ketika kendaraan sedang bergerak.

3. Mengabaikan Kebutuhan Cairan Tubuh

Rasa haus yang dibiarkan terlalu lama dapat membuat perjalanan terasa semakin tidak nyaman. Tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan fungsi normalnya, sehingga ketika kebutuhan tersebut diabaikan, pengemudi bisa merasa kurang nyaman dan sulit mempertahankan kondisi optimal.

Tidak berarti pengemudi harus terus minum selama perjalanan. Cukup sediakan air minum dan rencanakan waktu berhenti di lokasi yang aman apabila membutuhkan minum atau menggunakan toilet.

Berhenti secara berkala juga memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk mengubah posisi tubuh setelah cukup lama duduk.

4. Membiarkan Suhu Kabin Tidak Nyaman

Kondisi suhu di dalam kendaraan turut memengaruhi kenyamanan selama perjalanan. Kabin yang terlalu panas dapat membuat tubuh terasa gerah dan cepat lelah. Sebaliknya, temperatur yang terlalu rendah juga bisa membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.

Atur suhu AC pada tingkat yang nyaman bagi pengemudi dan sesuaikan dengan kondisi di dalam kendaraan. Sirkulasi udara juga perlu diperhatikan agar kabin tetap terasa nyaman.

Namun, jangan sampai terlalu sering mengubah pengaturan AC ketika kendaraan sedang berjalan. Jika membutuhkan penyesuaian yang cukup banyak, sebaiknya lakukan ketika kendaraan berhenti di tempat yang aman.

5. Terus Berkendara Meski Tubuh Sudah Membutuhkan Istirahat

Merasa perjalanan masih bisa dilanjutkan bukan berarti tubuh benar-benar masih dalam kondisi optimal. Kelelahan dapat muncul secara perlahan dan terkadang baru disadari ketika konsentrasi sudah mulai menurun.

Berhenti sejenak dapat membantu tubuh mendapatkan kesempatan untuk beristirahat. Pengemudi bisa turun dari kendaraan, berjalan sebentar, minum, atau sekadar mengistirahatkan mata sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Jika mulai sering menguap, kelopak mata terasa berat, sulit mempertahankan fokus, atau tidak lagi mengingat sebagian perjalanan yang baru dilewati, jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi.

Dalam kondisi mengantuk berat, pilihan yang lebih aman adalah berhenti di lokasi yang sesuai dan beristirahat terlebih dahulu.

Menjaga Kondisi Tubuh Penting Saat Berkendara

Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan mengendalikan kendaraan. Kondisi fisik dan mental pengemudi juga berperan penting dalam menjaga konsentrasi di jalan.

Hal sederhana seperti menyesuaikan posisi duduk, menghindari penggunaan ponsel, menjaga kebutuhan cairan, mengatur suhu kabin, serta mengambil waktu istirahat dapat membantu perjalanan terasa lebih nyaman.

Jika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau kantuk, jangan memaksakan diri. Berhenti dan beristirahat merupakan bagian dari berkendara yang aman, terutama ketika perjalanan masih panjang.

Editor : Ilmidza
pengemudi cepat lelah