KALTIMPOST.ID,SEOUL–Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan mengalami obesitas ekstrem dengan berat badan diperkirakan melebihi 140 kilogram. Temuan tersebut diungkapkan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) dalam laporan terbarunya yang disampaikan kepada parlemen setempat.
Kondisi kesehatan Kim Jong-un terus menjadi sorotan internasional secara ketat. Pasalnya, isu kesehatan hingga potensi kematian pemimpin negara bersenjata nuklir tersebut dinilai dapat memengaruhi stabilitas politik dan keamanan di kawasan Semenanjung Korea.
Baca Juga: Bukan Sekadar Aksesori Interior, Ini 4 Alasan Penting Mengapa Cermin Selalu Dipasang di Dalam Lift
"Kondisi kesehatan Kim [Jong-un] diklasifikasikan sebagai obesitas ekstrem, dengan berat lebih dari 140 kilogram," ungkap anggota parlemen Korea Selatan, Youn Kun-young, mengutip laporan NIS, sebagaimana dilansir dari AFP.
Selain masalah berat badan, Kim Jong-un juga dikenal sebagai perokok berat serta memiliki preferensi kuliner mewah berkalori tinggi, seperti kaviar dan lobster. Meski obesitas erat kaitannya dengan risiko penyakit kardiovaskular, tim intelijen mencatat belum ada indikasi gangguan kesehatan serius yang mengganggu aktivitas fisiknya.
Baca Juga: Roda Motor Terkunci dalam 0,2 Detik saat Panik, ITB Rekomendasikan Rem ABS Jadi Standar Keselamatan
"Diperkirakan tidak ada tanda-tanda masalah kesehatan [kronis], mengingat pemantauan ketat oleh tim medis yang secara khusus mendampinginya," tambah Youn Kun-young.
Secara medis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengategorikan obesitas sebagai penyakit kronis kompleks. Penumpukan lemak berlebih pada tubuh berpotensi memicu peradangan serta meningkatkan risiko berbagai penyakit berbahaya, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, hingga gangguan pernapasan dan kematian dini.(*)
Editor : Thomas Priyandoko