KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pengungkapan kasus perselingkuhan dalam sebuah hubungan romantis kerap kali tidak diawali dari pengakuan jujur, melainkan dari perubahan kecil pada perilaku pasangan. Para pakar psikologi mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap perubahan kebiasaan pasangan, meski tidak serta-merta menjadikannya sebagai tuduhan mutlak.
Mengutip laporan dari Verywell Mind, terdapat sejumlah sinyal utama yang patut diwaspadai. Di antaranya adalah perubahan pola komunikasi yang mendadak tertutup, sikap protektif berlebih terhadap ponsel, sering menghabiskan waktu di luar rumah tanpa alasan jelas, hingga timbulnya masalah keuangan yang tidak transparan. Selain itu, sikap defensif dan mudah marah saat ditanya mengenai aktivitas harian juga menjadi indikator umum.
Baca Juga: Kemenimipas Klarifikasi Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong, Mobil Mewah Diklaim Milik Pengunjung
Kendati demikian, para ahli menegaskan bahwa munculnya satu atau beberapa indikator tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai bukti perselingkuhan. Perubahan sikap bisa saja dipicu oleh beban kerja, stres pribadi, atau masalah internal hubungan yang belum terselesaikan.
Di sisi lain, laporan dari Beyond Affairs menyoroti dampak yang jauh lebih berat apabila perselingkuhan melibatkan sahabat dekat. Kondisi ini dikategorikan sebagai pengkhianatan ganda (double betrayal), yang memicu dampak psikologis kompleks karena korban kehilangan dua pilar kepercayaan sekaligus.
Baca Juga: Mulai 2027, Cetak SKCK Tak Perlu Lagi ke Kantor Polisi
Dalam menghadapi kondisi tersebut, korban disarankan untuk tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Mengambil jarak serta memproses emosi secara tenang jauh lebih dianjurkan daripada langsung meluapkan kemarahan tanpa tujuan yang jelas.(*)
Editor : Thomas Priyandoko