Benarkah Punya Banyak Kucing Bikin Hidup Lebih Bahagia?

Ilmidza • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Peliharan kucing bikin hidup bahagia.
Peliharan kucing bikin hidup bahagia.

KALTIMPOST.ID, Memiliki hewan peliharaan, khususnya kucing, ternyata memiliki kaitan yang erat dengan tingkat kesejahteraan psikologis dan kebahagiaan masyarakat. Berdasarkan laporan ScienceAlert yang merujuk pada sebuah studi lintas negara, wilayah dengan populasi kucing peliharaan yang lebih tinggi cenderung dihuni oleh masyarakat yang merasa lebih bahagia.

​Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS One ini mulanya menganalisis korelasi antara kepadatan kucing, tingkat kebahagiaan nasional, serta tingkat penyebaran parasit Toxoplasma gondii. Parasit tersebut diketahui dibawa oleh kucing dan dapat menular ke manusia—dengan estimasi menginfeksi sepertiga populasi dunia—serta kerap dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, hingga gangguan saraf. Secara teoretis, tingginya populasi kucing seharusnya berbanding lurus dengan penurunan tingkat kebahagiaan akibat risiko infeksi tersebut.

​Namun, temuan di lapangan justru menunjukkan hasil yang berkebalikan.

​Negara-negara dengan jumlah populasi kucing yang lebih besar terbukti mencatatkan indeks kebahagiaan warga yang lebih tinggi. Menariknya lagi, wilayah-wilayah yang padat kucing ini justru menunjukkan tingkat paparan parasit Toxoplasma gondii yang lebih rendah pada manusia.

​Tim peneliti menjelaskan dalam pernyataan resminya bahwa negara dengan populasi kucing tinggi cenderung melaporkan tingkat kebahagiaan lebih tinggi. Sebaliknya, wilayah dengan paparan parasit yang tinggi memang menunjukkan tingkat kebahagiaan yang rendah.

​Jawaban dari paradoks ini terletak pada standar pemeliharaan hewan. Di negara-negara yang lebih sejahtera, kucing umumnya dipelihara di dalam ruangan (indoor), mendapatkan perawatan medis secara rutin ke dokter hewan, serta diberi asupan makanan yang higienis. Perawatan yang baik ini membuat hewan tetap sehat sekaligus menekan risiko penularan parasit ke lingkungan sekitar.

​Dengan demikian, manfaat positif kehadiran kucing sebagai teman yang menenangkan, penangkal stres, serta sumber kenyamanan dapat dirasakan secara optimal tanpa harus mengkhawatirkan risiko penularan penyakit.

​Peneliti utama dari Institut Psikiatri Nasional Meksiko, Javier I. Borráz-León, menegaskan bahwa temuan ini mematahkan asumsi keliru yang menyamakan banyaknya jumlah kucing dengan tingginya risiko penyebaran penyakit. Menurutnya, faktor penentu seperti kualitas perawatan hewan, kebersihan lingkungan, serta status sosial-ekonomi memegang peranan yang sangat penting.

​Kendati demikian, para peneliti mencatat bahwa hubungan ini belum dapat disimpulkan sebagai hubungan sebab-akibat langsung. Bisa jadi, masyarakat yang pada dasarnya sudah hidup lebih bahagia memiliki kapasitas finansial dan waktu yang lebih memadai untuk merawat hewan peliharaan dengan baik. Meski begitu, pola keterkaitan yang ditemukan tergolong sangat kuat dan menarik untuk dikaji lebih dalam.

​Secara garis besar, studi ini menyimpulkan bahwa kucing terbukti dapat mendatangkan kebahagiaan asalkan dipelihara secara bertanggung jawab. Perawatan yang tepat dan penjagaan kesehatan yang baik menjadikan kehadiran hewan berbulu ini sebagai sumber kehangatan serta ketenangan di dalam rumah.

Editor : Ilmidza
pelihara kucing kucing