Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sudah Rp 1,6 Triliun ADK Digelontorkan Bupati Mahulu demi Dorong Kampung Mandiri melalui Pemanfaatan Dana Desa

Jody Kristianto • Rabu, 16 Oktober 2024 | 14:41 WIB

Bupati Mahulu Dr Bonifasius Belawan Geh menyapa masyarakat Kecamatan Long Pahangai usai rapat Monev di Lamin Adat Long Pahangai, Selasa (15/10).
Bupati Mahulu Dr Bonifasius Belawan Geh menyapa masyarakat Kecamatan Long Pahangai usai rapat Monev di Lamin Adat Long Pahangai, Selasa (15/10).
KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG-Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Dr Bonifasius Belawan Geh menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan mandiri.

Dalam pernyataannya, pemerintah daerah telah menggelontorkan alokasi dana kampung (ADK) sebesar Rp 1,6 triliun sebagai bentuk keseriusan untuk memajukan Mahulu.

Hal tersebut diungkapkan kala membuka dua Rapat Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Wilayah Kecamatan Long Apari 2023/2024 pada Senin (14/10).

Juga, Rapat Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Wilayah Kecamatan Long Pahangai 2023/2024 pada Selasa (15/10).

"Pembangunan yang telah kami lakukan adalah bukti keseriusan kami. Banyak perubahan yang sudah terjadi, terutama pembangunan jalan yang kini sudah bisa digunakan di berbagai wilayah. Hanya wilayah (jalan) Long Apari yang masih menjadi tanggung jawab pusat. Kami berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan ini agar semakin sempurna," ujar Bupati.

Dia juga mengingatkan pentingnya efisiensi dalam penggunaan dana desa dan ADK. Ia menekankan, kebijakan ini sangat bergantung pada kondisi negara. Jika ekonomi negara menurun, alokasi dana tersebut dapat dihentikan.

Oleh karena itu, menurut Bupati, setiap kampung harus memaksimalkan peluang yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kebijakan dana desa dan ADK itu bisa dihentikan jika kondisi negara tidak memungkinkan. Maka dari itu, manfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan di kampung. Selain itu, kampung juga harus mulai memikirkan cara untuk mandiri secara ekonomi. Misalnya dengan membuka lahan 10 hektare untuk menanam kakao atau tanaman buah-buahan yang dalam beberapa tahun sudah bisa berproduksi dan memberikan penghasilan bagi kampung," jelasnya.

Doktor ilmu ekonomi itu juga mengajak setiap kampung untuk fokus pada beberapa agenda prioritas yang bisa memberikan dampak signifikan.

Ia menyarankan agar setiap kampung memilih tiga agenda utama, yang hasilnya bisa terlihat pada akhir masa jabatannya, dibandingkan dengan banyak agenda kecil yang dampaknya kurang terasa.

"Dalam pembangunan desa, jangan terlalu banyak agenda. Cari yang tiga besar tapi jelas hasilnya. Kalau kita terlalu banyak program kecil-kecil yang manfaatnya tidak signifikan, maka pembangunan tidak akan optimal," tegasnya.

Di akhir pesannya, Bupati dua periode itu berharap, kampung-kampung di Mahulu dapat mandiri sepenuhnya, tanpa harus bergantung pada ADK atau Dana Desa di masa depan.

Menjadi tantangan sekaligus peluang bagi setiap desa untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada, sehingga dapat mandiri dan berkelanjutan. (*/sya)

Editor : Almasrifah
#mahulu #dana desa #Bonifasius Belawan Geh #Long Apari #ADK